Hidup Hanya Untuk Menyembah Satu Pribadi

Hidup Hanya Untuk Menyembah Satu Pribadi

Lori Official Writer
      855

Galatia 1: 10

Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 10; Yohanes 20; Kidung Agung 4-6

Dalam hidup ini, kamu hanya perlu menyenangkan satu pribadi saja: Sang Pencipta. Kamu hanya perlu menyenangkan Tuhan, yang menciptakanmu dan yang merancang tujuan hidupmu.

Hal ini akan sangat menyederhanakan hidup kita!

Yesus berkata, “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.” (Yohanes 5: 30)

Dia menyampaikan bahwa pada dasarnya, “Aku hidup untuk satu penonton.”

Tahukah kamu bahwa menyenangkan orang lain adalah bentuk penyembahan berhala? Perintah pertama dalam Sepuluh Perintah berkata, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” (Keluaran 20: 3) 

 Apapun yang kamu taruh lebih berharga dari Tuhan jadi dewa dalam hidupmu. Jadi pasangan bisa jadi dewa. Karir bisa jadi dewa. Pacar bisa jadi dewa. Hobi olahragamu bisa jadi dewa. Apapun yang menjadi fokus utamamu dalam hidup akan menjadi penyembahan berhala.

Perintah kedua adalah, “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.” (Keluaran 20: 4)

Apapun yang menggantikan Tuhan dalam hidupmu adalah berhala. Kesuksesan bisa jadi idola. Uang bisa jadi idola. Seks bisa jadi idola. Hubungan bisa jadi idola. Kalau hubungan dengan pasangan, bos dan temanmu lebih penting daripada Tuhan, itu adalah idola.

Ada banyak orang membiarkan pendapat orang lain masuk ke dalam hidup mereka. Maka pendapat-pendapat itu juga bisa menggantikan tuhan. Karena kamu menaruhnya sebagai hal yang lebih penting daripada pendapat Tuhan. 

Kamu gak memberi tahu orang-orang kalau kamu adalah seorang Kristen karena mereka mungkin kurang memikirkanmu. Kamu gak mau mereka tahu kalau kamu pergi ke gereja karena mereka mungkin gak menyukaimu. Saat itulah kamu memilih menggantikan tuhan lain dalam hidupmu. Kamu membuat idola lain untuk menyenangkan hati orang lain.

Di Galatia 1: 10, Paulus berkata, “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.”

Semua orang senang diterima oleh orang lain. Karena itulah normal bagi manusia untuk cenderung ingin menyenangkan orang lain, supaya dia bisa diterima dan disukai. Tapi jangan lakukan hal itu jika mengorbankan posisi Tuhan. Sebagai ciptaan-Nya, kita hanya perlu menyenangkan satu pribadi. Kita hanya perlu menyenangkan Tuhan.

 

Hak cipta Rick Warren, disadur dari Crosswalk.com

 


Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR

Ikuti Kami