Soal Kematian 215 Anak di Kanada, Banyak yang Kritik Pernyataan Paus Fransiskus
Sumber: Info Migrants

News / 7 June 2021

Kalangan Sendiri

Soal Kematian 215 Anak di Kanada, Banyak yang Kritik Pernyataan Paus Fransiskus

Lori Official Writer
2991

Sebagaimana diketahui, Sekolah Perumahan Kamloops ini merupakan sekolah yang dibangun di bawah pengawasan pemerintah Kanada di tahun 1800-an. Saat itu, semua keluarga Kanada harus mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah Kristen ini untuk belajar. Orang tua yang tidak mengizinkan anak-anaknya bersekolah diancam dengan hukuman penjara. 

Kebijakan itu akhirnya membuat trauma generasi anak pribumi Kanada yang dipaksa berbicara dalam bahasa Inggris dan Prancis.

Kebijakan pemaksaan ini akhirnya diungkap oleh Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (TRC) pada tahun 2015 silam. Laporan tersebut berisi rincian daftar kegagalan sekolah Kristen yang dikelola oleh Gereja Katolik Roma dalam menjamin kesehatan dan keselamatan anak-anak yang bersekolah di tempat itu.

Para siswa ditempatkan di ruangan yang buruk dan tidak bersih. Bahkan banyak yang tidak mendapat akses medis dan sering menjadi sasaran tindakan kekerasan.

Laporan TRC juga menemukan ribuan anak pribumi kerap menjadi korban pelecehan seksual. Sementara lainnya meninggal karena sakit dan kecelakaan akibat kelalaian gereja.

Penemuan ratusan sisa jasad anak-anak ini tentu saja menjadi pukulan mendalam bagi warga Kanada, khususnya warga pribumi. Pastinya wajar bagi mereka untuk marah dan kecewa. Yang paling mereka butuhkan untuk memulihkan kesedihan adalah pengakuan dan permohonan maaf dari pemimpin Gereja Katolik Roma dan menyayangkan jika peristiwa tersebut harus terjadi di masa lalu.

Sebelumnya, permohonan maaf juga sudah disampaikan oleh pemerintah Kanada secara resmi, disusul oleh Gereja Anglikan, Gereja Serikat dan juga Gereja Presbiterian.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami