Ayahku Menyelamatkanku dan Teman-temanku!

Ayahku Menyelamatkanku dan Teman-temanku!

daniel.tanamal Official Writer
2902

Percayalah bahwa artikel ini akan menguatkan dan akan mengubahkan bagi siapapun yang sedang dalam perjuangan hidup, putus harapan, atau merasa lelah terhadap segala sesuatu..

Sebuah gempa berkekuatan 6,9 skala richter di utara Armenia, 7 Desember 1998, meluluhlantakan sebuah gedung sekolah dan seketika mengubur semua orang-orang termasuk anak-anak murid yang tengah beraktivitas. Dalam suasana mencekam diantara para orangtua yang memenuhi bangunan sekolah itu, seorang Bapak berlari sambil teringat pada kata-kata yang sering ia ucapkan kepada anaknya, "Hai anakku, apapun yang terjadi, papa akan selalu bersamamu!"

Langkahnya terhenti melihat gedung dimana anaknya bersekolah sudah berubah menjadi tumpukan puing-puing yang hancur. Pertama-tama ia hanya berdiri saja di sana sambil menahan tangis. Namun kemudian, tiba-tiba ia pergi ke bagian sekolah yang ia yakini adalah tempat ruang kelas anaknya. Dengan hanya menggunakan tangannya sendiri ia mulai menggali dan mengangkat batu-batu yang bertumpuk di sana. Tindakannya itu mengundang teguran dari seseorang yang berkerumun disitu. "Pak, itu tak ada gunanya lagi. Mereka semua pasti sudah mati."

Bapak itu pun lugas menjawab, "Kamu bisa berdiri saja di sana, atau kamu bisa membantu mengangkat batu-batu ini!"

Jawaban itu menggerakan si penegur dan beberapa orang lainnya untuk ikut menolong. Namun setelah beberapa jam mereka kelelahan mendera mereka dan akhirnya menyerah. Si bapak yang tidak bisa berhenti memikirkan anaknya, terus menggali tanpa menghiraukan orang lain yang kelelahan.

Dua jam telah berlalu, lalu lima jam, sepuluh jam, tigabelas jam, delapan belas jam!

Tiba-tiba ia mendengar suatu suara dari bawah papan yang rubuh. Dia mengangkat sebagian dari papan itu, dan berteriak, "Armando!", dan dari kegelapan di bawah itu terdengarlah suara kecil, "Papa!". Kemudian terdengarlah suara-suara yang lain sementara anak-anak yang selamat itu ikut berteriak!

Semua orang yang ada di sekitar reruntuhan itu, kebanyakan para orang tua dari murid-murid itu, kaget dan bersyukur saat menyaksikan dan mendengar teriakan mereka. Mereka menemukan 14 anak yang masih hidup itu! Pada saat Armando sudah selamat, dia membantu untuk menggali dan mengangkat batu-batu sampai teman-temannya sudah diselamatkan semua. Semua orang mendengarnya ketika ia berkata kepada teman-temannya itu, "Lihat, aku sudah bilang kan, bahwa papaku pasti akan datang untuk menyelamatkan kita!"

Papaku pasti datang menyelamatkan kita. Dan, Dia benar-benar datang dan menyelamatkan!

Mari kita renungkan bagaimana kita menjalani hidup kita. Di saat kita dalam kegelapan, tertimpa oleh macam-macam beban masalah, jatuh dalam kelemahan dan dosa. Apakah kita lantas berkeluh-kesah, putus harapan, dan lantas mengibarkan bendera putih pada dunia tanda menyerah? Ataukah kita akan bersikap seperti Armando, yang terus menggenggam HARAPAN? bahwa Seseorang sedang mencari kita dan siap menyelamatkan kita? Seseorang yang tak akan pernah menyerah sampai kita sudah di dalam pelukan-Nya?

 

Baca juga: Tiga Kali Dibakar Hidup-hidup Oleh ISIS, Pria Ini Mengaku Selamat Karena Yesus

 

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami