Desak Perdamaian di Tanah Suci, Paus Fransiskus : Kematian Anak-anak  Tak Bisa Diterima

Desak Perdamaian di Tanah Suci, Paus Fransiskus : Kematian Anak-anak Tak Bisa Diterima

Lori Official Writer
459

Konflik Israel dan Palestina menyebabkan kerugian yang tak ternilai, khususnya semakin meningkatnya jumlah korban luka-luka dan meninggal di kalangan warga sipil. 

Karena itulah pemimpin Vatikan Roma, Paus Fransiskus menilai perang dua negara tersebut sesuatu yang mengerikan dan tidak bisa diterima. Dia menilai jika perang di Jalur Gaza ini menjadikan daerah tersebut penuh dengan kematian dan kehancuran.

Korban perang yang menyebabkan kematian di kalangan anak-anak juga menjadi alasan Paus untuk angkat suara dan mendesak pemimpin kedua negara untuk menghentikan serangan dan mengambil langkah damai. 

“Banyak orang terluka dan banyak warga sipil yang tidak bersalah meninggal. Di antara mereka bahkan ada anak-anak dan ini mengerikan dan tidak bisa diterima. Kematian mereka pertanda tidak adanya keinginan untuk membangun masa depan, tapi malah ingin menghancurkannya,” kata Paus saat memimpin misa Minggu di Lapangan Santo Petrus pada Minggu, 16 Mei 2021 kemarin.

 

Baca Juga: Turut Prihatin, Ratusan Artis dan Musisi Hollywood Serukan Perdamaian Israel-Palestina

 

Dia menyampaikan jika kebencian dan kekerasan yang terjadi saat ini hanya akan menimbulkan luka serius bagi persaudaraan dan kerukunan hidup antar warga negara, yang akan sulit disembuhkan tanpa adanya dialog. “Di mana kebencian dan dendam? Apakah kita benar-benar berpikir kita bisa membangun perdamaian dengan menghancurkan yang lain?” tanyanya.

Untuk itu, Paus meminta supaya semua orang berdoa untuk terciptanya ketenangan, gencatan senjata antara Israel dan Palestina. Demikian juga supaya keduanya menemukan jalan dialog untuk rekonsiliasi sehingga perdamaian, keadilan, keterbukaan selangkah demi selangkah bisa terwujud.

Kemudian Paus memimpin jemaat yang berkumpul di alun-alun untuk mendoakan para korban dari kalangan anak-anak dengan membacakan doa Salam Maria.

Sementara itu, Kepala Kantor Pers Vatikan Matteo Bruni membenarkan jika Paus Fransiskus sudah melakukan percakapan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin, 17 Mei 2021 kemarin. Meski begitu dia enggan membeberkan isi percakapan para pemimpin ini. Namun Departemen Komunikasi Turki menyampaikan jika keduanya tengah membahas soal serangan yang kian memanas sampai saat ini.

Sebagaimana diketahui, konflik Israel dan teroris Hamas merupakan yang terburuk sejak Perang Gaza tahun 2014 silam. Serangan udara Israel dan ratusan roket Hamas dari Jalur Gaza menewaskan 145 warga Palestina dan 10 warga Israel. Sementara upaya-upaya komunitas Internasional terus dilakukan guna mencapai kesepakatan gencatan senjata antar dua negara ini.

 

Baca Juga: Konflik Israel-Palestina Kian Memanas, Gereja-gereja Dunia Doakan Terjadi Perdamaian

 

Mari terus bawa Israel dan Palestina dalam doa-doa kita. Ini bukan waktunya membela salah satu pihak, tapi mari bersepakat bahwa tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil yang tak bersalah sama sekali tidak bisa dibenarkan. Kiranya dialog bersama bisa dilakukan sehingga Israel dan Palestina sepakat untuk melakukan gencatan senjata.

 


Kamu diberkati dengan artikel-artikel kami? Mari dukung kami untuk terus menghasilkan konten-konten terbaik di website ini dengan menjadi mitra Jawaban.com. 

Buat kamu yang tergerak untuk bergabung yuk.

 

DAFTAR DI SINI

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami