Perumpamaan INTERNET dan KERAJAAN ALLAH

Perumpamaan INTERNET dan KERAJAAN ALLAH

Lois Official Writer
7257

Internet sudah jadi hal yang umum bagi anak muda, namun biasanya generasi yang lebih tua belum mengetahuinya.

Suatu hari, seorang bapak yang di jamannya belum mengenal internet, minta diajarkan oleh anaknya yang kerja di bagian Information Technology (IT).

“Nak, gimana caranya bisa internetan Nak? Bapak kan pengen gaul juga.” kata si bapak.

“Oh, mudah kok Pak. Di rumah kan ada komputer nih. Bapak tinggal pencet tombol ON-nya, tunggu aja ntar dia nyala. Nah, Bapak tinggal internetan deh.” jawab anaknya. Mereka lalu mendekat ke komputer yang ada dan mulai menyalakannya.

“Tapi Nak, Bapak pengen tahu kok kata orang di internet kita bisa melakukan banyak hal di internet, apa aja ya? Kok Bapak ga bisa ngapa-ngapain gitu”

“Gini Pak. Jadi awalnya, komputer kan kudu ON. Setelah itu, Bapak klik tuh browser-nya, ini lho Pak, bisa yang ada gambar e-nya, bisa juga memakai yang ada gambar rubahnya, atau yang ada tulisan o ini.” Jelas si anak sambil menunjukkan beberapa browser di komputernya.

 

Baca Juga: Apa Yang Bikin Kita Layak Masuk Ke Hadirat Allah? Perbuatan Baikkah atau Ahli Taurat?

 

“Internet juga bisa ada karena terhubung dengan kabel telepon. Ada yang terhubung karena sim card, modem, wifi, dan lainnya. Meski beda-beda, semuanya itu yang membuat kita bisa mulai mencari apa yang kita mau, asal kita tahu alamatnya. Sama seperti kalau mau kirim surat, kita mesti tahu alamat rumah orang Pak. Nah, tapi kalau ga tahu alamatnya, kita bisa lihat di mesin pencarian seperti google yang sering dipakai orang.” kata anaknya sambil menjelaskan sambil mempraktekkan.

“Oh gitu ya Nak. Tapi Bapak tetap kurang ngerti nih, maklum aja namanya orang tua.” kata Bapaknya menanggapi.

Si anak pun berpikir sebelum akhirnya dia menjawab. “Gini Pak. Internet itu seumpama Kerajaan Allah. Ketika kita mau menghadap Allah, kita kan harus hidup dulu. Nah, saat masih hidup itulah, kita perlu penghubung lainnya lagi yaitu doa. Dengan doa, kita bisa cerita apa aja ke Bapa di surga. Itu sama kayak penghubung kabel yang saya bilang tadi, mau kabel telepon, wifi, dan lain-lainnya. Sampe sini udah ngerti Pak?”

“Iya Nak”

 

Baca Juga: 7 Kunci Supaya Hidupmu Berdampak Besar Bagi Dunia dan Kerajaan Allah

 

“Abis itu, ya kita perlu tahu kita mau ngomong apa ke Tuhan kan ya Pak, itulah yang juga kita lakukan di internet. Mau ngomong apa, mau lihat apa, mau apa aja bisa di internet, sama kayak ke Tuhan. Omongan kita itu bisa sampai ke Tuhan kan karena ada Roh Kudus tuh Pak sebagai pihak ketiga. Nah, apa yang kita lakukan di internet bisa dipenuhi juga kalau ada pihak ketiganya, yaitu gambar yang ada e, o, atau rubah ini.”

“Oh gitu ya Nak”

“Iya, Pak. Selain itu, kita bisa terhubung dengan orang lain melalui internet, sama kayak di Kerajaan Allah. Tapi hati-hati Pak, internet juga bisa jadi sumber masalah kalau digunakan sembarangan. Ada yang memakai buat kejahatan, buat hal-hal cabul, dll. Sama kayak doa yang dipakai buat memaksa Tuhan agar menuruti kehendak kita, doa yang selalu meminta tanpa pernah bersyukur, dll.”

“Wah, anak Bapak udah dewasa banget yaaaa. Bapak bukan cuma diajarin internet, tapi juga pengajaran yang dashyat. Terima kasih ya Nak. Bapak jadi punya bahan khotbah nih,” kata Bapaknya, yang ternyata adalah seorang pendeta.

 

Baca Juga: Kisah Tiga Pekerja Bangunan

 

Kehidupan manusia dan segala apa yang ada di dalamnya bisa mengajarkan kita tentang sesuatu yang berguna seperti hal di atas. Belajarlah dari kehidupan dan ambillah hal yang terbaik melaluinya. Berikan kepada Tuhan dan manusia agar kita menjadi berkat selama hidup di dunia.

 


Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/yjInginDidoakan.

Sumber : Jawaban
Halaman :
1

Ikuti Kami