Apa Saja Yang Tidak Boleh Dilakukan Orang Kristen Saat Berpuasa?

Apa Saja Yang Tidak Boleh Dilakukan Orang Kristen Saat Berpuasa?

Claudia Jessica Official Writer
704

Puasa bukan hanya penting bagi kehidupan spiritual, namun juga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Hampir semua agama menjadikan puasa sebagai bagian dari peribadatan, termasuk umat Kristen.

Namun tahukah kamu, bahwa Tuhan pernah mengecam bangsa Israel karena cara mereka berpuasa? Puasa seperti apa yang tidak berkenan di hadapan Tuhan?

Bagi bangsa Israel atau kaum Yahudi, puasa adalah bagian dari gaya hidup dan juga kewajiban ibadah mereka. Bahkan Yesus sendiri juga berpuasa, yang tentunya juga dilakukan oleh para murid-Nya sekalipun hal ini tidak dituliskan secara rinci.

Namun tahukah kamu bahwa di jaman Nabi Yesaya, Tuhan mencela dan mengecam umat Israel yang rajin mencari Tuhan dan juga berpuasa. Apakah ada hal yang salah tentang cara mereka berpuasa atau beribadah?

Dalam Yesaya 58, Tuhan memaparkan dengan jelas kesalahan bangsa Israel saat beribadah dan berpuasa yang berakibat Tuhan tidak mendengarkan doa dan permohonan mereka.

Salah satu kesalahan mereka adalah mereka berpuasa atau beribadah dengan sikap hati yang salah, yaitu sekedar ritual saja. Dituliskan pada ayat 3-5 bahwa mereka masih disibukkan dengan urusan mereka sendiri, bahkan melakukan ketidakadilan terhadap sesama saat berpuasa, seperti memperlakukan pekerja mereka dengan buruk, serta melakukan kejahatan seperti berkelahi, memfitnah dan bertindak semena-mena.

Apa yang disampaikan Yesaya tersebut senada dengan kecaman yang disampaikan Yesus Kristus kepada kaum Farisi dan ahli Taurat seperti yang dituliskan dalam Matius 23: 1-29 dan Lukas 11: 39-44.

Yesus dengan tegas mengatakan, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.”

Hal ini menekankan bahwa ritual saja tidak cukup, namun harus disertai dengan niat hati dan juga tindakan yang benar.

Untuk itu Tuhan menerangkan tentang puasa yang Ia kehendaki seperti ini:

“Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!” (Yesaya 58:6-7)

Ada tiga hal penting yang harus kita perhatikan saat menjalankan ibadah puasa berdasarkan ayat-ayat yang kita baca tadi:

 

Baca di halaman selanjutnya >>

Sumber : jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami