4 Tipe Manusia Dalam Menghadapi Tekanan Hidup

4 Tipe Manusia Dalam Menghadapi Tekanan Hidup

Admin Spiritual Official Writer
17065

"Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh"

John Gray

 

Hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih hidup di tengah dunia modern yang menyuguhkan beragam risiko ini. Bahkan seorang sosiolog bernama Ulrich Beck menyebut zaman kontemporer ini dengan istilah masyarakat berisiko (risk society). Jangan kaget kalau dunia modern akan membuat segala sesuatunya berubah dengan sangat cepat.

Tekanan sebenarnya berfungsi untuk membentuk watak, karakter sekaligus menentukan bagaimana kita bereaksi di kemudian hari. Tapi gak dipungkiri kalau gak semua orang bisa menghadapi tekanan dengan cara yang tepat. Satu dan yang lainnya punya respon tersendiri ketika sedang tertekan.

Mari mengetahui 4 tipe berbeda dari manusia ketika menghadapi tekanan ini.

Tipe 1: Kayu Rapuh

Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang seperti ini dalam kesehariannya terlihat bagus. Tapi sebenarnya di dalam hatinya ia sangat rapuh. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi.

Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tidak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih untuk berpikir positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Majalah Time pernah menyajikan topik "Generasi Kepompong" (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang seperti ini, kadang kita harus lebih berani untuk tega. Sesekali mereka perlu belajar dan dilatih untuk menghadapi kesulitan. Posisikan diri kita sebagai pendamping mereka.

Tipe 2: Lempeng Besi

Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi yang menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi yang berlarut-larut.

Tambahan tekanan sedikit saja membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

 

Baca Juga: Kunci Tetap Teguh Dalam Tekanan

 

Tipe 3: Kapas

Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba orang seperti ini mampu bersikap fleksibel. Cobalah menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan diri saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali pada keadaannya yang semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe 4: Manusia Bola Pingpong

Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan justru ia memantul ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.

Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli sebuah bangunan mewah sementara uangnya tidak memadai. Akan tetapi justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya.

 

Baca Juga: Merasa Tertekan Tanpa Alasan Yang Jelas? Hadapi Dengan Cara Ini!

 

Bangun Network

Hal seperti ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance-nya bagus sekali. Tetapi, hasil yang telah dicapainya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya memindahkan sang kepala regional sales ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah tersebut, ia malah berusaha membangun network, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut justru areanya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.

Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran dengan tebal seinci, dan kerja paksa setiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.

Dari sanalah ia melahirkan karya tulis terbesarnya, seperti "The Double" dan "Notes of The Dead". Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Akan tetapi penjara tidak membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. "A Comrade Paper Blanket" menjadi buah karya kondangnya.

Orang-orang ini hanyalah sebagian kecil dari manusia yang berhasil mengatasi tekanan dalam hidupnya. Yang penting sekarang adalah kamu. Ketika kamu menghadapi kesulitan, seperti apakah dirimu? Bagaimana reaksimu? Tidak menjadi persoalan di mana kamu saat ini. Tetapi yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya bangun mentalmu hingga ke level bola pingpong. Saat itulah kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untukmu. Sekuat itukah mentalmu? Mari periksa posisimu saat ini.

 


Kamu diberkati dengan artikel-artikel kami? Mari dukung kami untuk terus menghasilkan konten-konten terbaik di website ini dengan menjadi mitra Jawaban.com.

Buat kamu yang tergerak untuk bergabung yuk.

DAFTAR DI SINI

Sumber : Anthony Dio Martin
Halaman :
1

Ikuti Kami