Ini Harapan Ketua Satgas Covid-19 Soal Mudik Lokal

Ini Harapan Ketua Satgas Covid-19 Soal Mudik Lokal

Claudia Jessica Official Writer
340

Beberapa hari ini beredar sebuah wacana yang mengizinkan masyarakat untuk melakukan mudik lokal, yaitu pengecualian aktivitas bepergian terhadap wilayah tertentu (wilayah aglomerasi atau kabupaten/kota yang berdekatan) selama periode larangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

Namun Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta masyarakat yang berada dalam wilayah aglomerasi untuk tidak melakukan mudik lokal maupun perjalanan ke luar daerah dan kota terdekat menjelang Idul fitri 1442 Hijriah.

Doni menegaskan bahwa mudik lokal tetap berpotensi menyebarkan virus covid-19.

“Mudik lokal pun kita harapkan tetap dilarang. Jangan dibiarkan terjadi mudik lokal. Kalau terjadi mudik lokal, artinya ada silaturahmi, ada salam-salaman, ada cipika-cipiki. Artinya apa? bisa terjadi proses penularan satu sama lainnya,” kata Doni dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional secara virtual, Minggu (2/5/2021).

Ditengah larangan mudik ini, masih ada sekitar 7 persen penduduk atau sekitar 18,9 juta masyarakat yang tidak peduli dan masih berniat untuk mudik. Hal ini membuat Doni khawatir kasus covid-19 di Indonesia akan mengalami lonjakan.

Sama seperti kasus-kasus sebelumnya, libur panjang menyumbang kenaikan kasus covid-19 yang cukup signifikan. Pada Idul Fitri 22-25 Mei 2020 lalu, kasus covid-19 melonjak hingga 93 persen. Kasus ini terlihat dalam rentang waktu 10-14 hari kemudian.

Pada libur panjang 20-23 Agustus 2020, kasus positif covid-19 bertambah hingga 119 persen.

Libur panjang 28 Oktober – 1 November 2020 juga menyumbang 95 persen peningkatan kasus covid-19.

Akhir tahun 24 Desember – 3 Januari menyumbang peningkatan kasus sebanyak 78 persen.

“Kita harus bekerja keras, bagaimana kita bisa mengajak 7 persen ini tidak mudik. Tidak cukup pemerintah, tapi juga diikuti orang tua yang ada di kampung halaman harus mengingatkan yang ada di perantauan untuk menunda mudik pada tahun ini,” tegas Doni.

Terdapat 8 wilayah Indonesia yang merupakan wilayah aglomerasi:

1. Medan Raya: Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo

2. Jabodetabek: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi

3. Bandung Raya: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat

4. Semarang Raya: Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, Purwodadi

5. Yogyakarta Raya: Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul

6. Solo Raya: Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen

7. Surabaya Raya: Surabaya, Gresik, Lamongan, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo

8. Makassar Raya: Makassar, Takalar, Maros, Sungguminasa

Pandemi covid-19 masih berlanjut meskipun sekarang kita mulai terbiasa. Mungkin kita mulai lelah namun untuk melindungi diri, tetaplah ta’ati protokol kesehatan.

 

Baca juga: Iniloh Yang Harus Kamu Lakukan Sebagai Orang Kristen Dalam Perang Melawan COVID-19

 

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami