Kepahitan Sama Gereja, Gimana Cara Mengatasinya?

Kepahitan Sama Gereja, Gimana Cara Mengatasinya?

Lori Official Writer
183

Percaya atau gak, banyak orang Kristen yang mengaku kepahitan sama gereja sendiri. 

Seseorang bisa kepahitan ke gereja karena beberapa faktor. Beberapa diantaranya adalah karena kesalahpahaman, perlakuan tidak fair, pelecehan, kecewa dengan pemimpin dan yang paling umum gereja tidak menunjukkan keteladanannya. 

Apakah kamu salah satu yang merasakan hal ini? Sebagai sesama orang percaya, apa yang kamu alami adalah hal yang harusnya tidak terjadi di lingkungan gereja.

Tapi kamu perlu tahu kalau kamu gak sendiri. Bisa dibilang masalah ini banyak dialami sesama orang Kristen. Hanya saja, lewat artikel ini mari belajar bagaimana harusnya kita menghadapi kepahitan dan kekecewaan ini dengan benar.

1. Pilihlah Untuk Mengampuni

Salah satu hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kepahitan emosional terhadap gereja maupun pemimpin gereja adalah memilih untuk mengampuni. 

Kepahitan bisa merusak kita secara emosional. Karena itulah penting untuk melepaskannya emosi tersebut lewat keputusan untuk mengampuni.

Kebenarannya, mengampuni gereja karena tindakannya yang keliru sebenarnya juga mengecewakan Tuhan. 

Jadi mintalah kerendahan hati dari Tuhan untuk memampukanmu melepaskan pengampunan. 

“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Markus 11: 25)

Jangan biarkan kepahitan yang masih berdiam di dalam hatimu, justru menghambat pertumbuhanmu secara rohani.

 

2. Akui Kepahitan Kepada Orang Terpercaya

“Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.” (Ibrani 12: 15)

Menahan pengampunan ibarat meminum racun dan menunggu orang lain mati. Kepahitan adalah racun yang secara fisik membunuh kita. Kepahitan bukan hanya bisa merusak hubungan dengan orang lain dan menambah rasa sakit emosional kita. Tapi kepahitan juga bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti melemahkan sistem kekebalan tubuh, merusak fungsi paru-paru dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. 

Karena itulah sangat dianjurkan untuk segera mengakui kepahitan yang kamu alami kepada seseorang yang kamu percaya. Misalnya kepada seorang konselor profesional. Bagi kamu yang membutuhkan dukungan konseling, silahkan hubungi Tim konseling kami Sahabat 24 di Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/yjInginDidoakan.

Atau kamu juga bisa berdoa dan meminta pertolongan dari Tuhan dan mencabut akar kepahitan itu dari dalam dirimu.

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4: 8)

 

Baca Juga: Mana Pilihanmu? Hidup Dalam Kepahitan atau Berdamai Dengan Masa Lalu

 

3. Pilihlah tetap mengasihi

“Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!” (Roma 12: 14)

Mengasihi orang yang menyakiti kita bisa dilakukan dengan langkah awal mendoakan mereka. Kalau kamu disakiti oleh salah seorang anggota gereja atau pemimpin, jangan buru-buru membenci mereka. Sebaliknya, pandanglah mereka sebagai pribadi yang juga tidak sempurna. Sekalipun mereka punya jabatan di gereja bukan berarti menjadikan mereka sebagai pribadi yang suci tanpa dosa. Jadi kasihilah mereka. 

Atau cobalah memposisikan diri secara terbalik. Bayangkan kalau kamu menyakiti orang lain dan tidak bisa memenuhi kebutuhan orang lain seperti ekspektasi mereka, apa yang harus kamu lakukan? Jangan memgukurkan sesuatu ke orang lain sebelum kita mengukurkannya kepada diri kita sendiri.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA -->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami