Suka Menyalahkan Diri Sendiri? Baca Apa Kata Firman Tuhan Ini

Suka Menyalahkan Diri Sendiri? Baca Apa Kata Firman Tuhan Ini

Lori Official Writer
13268

Saya tidak baik hati. Saya seharusnya begitu, tapi ternyata tidak.

Itulah yang saya pikir saat masuk ke garasi dan menutup pintu di belakang saya, duduk nyaman di kepompong rumah saya dan menghindar dari pendapat orang lain.

Saya baru saja memikirkan seseorang yang baik, dan betapa saya menyukainya, dan betapa saya berharap diri saya sendiri bisa menjadi seperti itu. Saya mulai kesulitan menemukan cara untuk bersembunyi dari pikiran-pikiran itu, dari semua pikiran menyalahkan diri sendiri yang sebenarnya tidak terjadi kepada saya.

Jika hal ini kedengarannya sudah saya lewati sebelumnya, saya memang melakukannya. Pikiran-pikiran itu terus berbicara begitu keras dan nyata, seperti kalimat-kalimat ini.

-  Saya tidak cukup baik

- Saya tidak cukup berbuat banyak untuk teman-teman saya dan suami saya. Saya mestinya berbuat lebih banyak.

- Saya belum menjadi ibu yang baik.

- Saya terlalu sering melakukan kesalahan dan sedikit sekali melakukan hal-hal yang benar.

- Saya bukan orang Kristen yang cukup baik sebagai alat Tuhan.

- Saya tidak mungkin melangkah di luar jalan yang telah dikaruniakan Tuhan karena setiap orang akan melihat kegagalan dan kelemahan saya, lalu mereka akan menyalahkan saya.

Banyak orang, seperti saya, terjebak dalam lumpur pemikiran ‘tidak cukup’. Kita keras kepada diri sendiri, dengan cepat menunjukkan jari menuduh diri sendiri dan tanpa disadari pikiran kita yang menyalahkan atau mengutuk itu sebenarnya ditujukan kepada Allah sendiri.   

 

Apa yang Harusnya Kita Lakukan Jika Rasa Bersalah Menyerang?

Apa yang harus kita lakukan ketika perasaan ‘tidak cukup’ itu meliputi pikiran kita? Kita harus membiasakan diri untuk berpikir tentang apa yang akan kita pikirkan; menolak percaya kepada setiap pikiran (negatif) yang terus menerus muncul. Salah satu kebenaran yang paling bermanfaat dan melegakan jiwa dalam memerangi perasaan ‘tidak cukup’ itu adalah bahwa Roh Kudus-lah yang menghukum kita, bukan diri kita sendiri.

Ada perbedaan besar antara rasa bersalah yang berasal dari diri sendiri dan rasa bersalah dari Roh Kudus. Ketika hal itu berasal dari Allah, Dia akan mengemukakan secara spesifik kepada kita tentang dosa kita. Sebagai contoh: "Kamu salah tidak memberikan pengampunan ketika temanmu memintanya" Dia menggunakan ayat Kitab Suci tertentu. Dan kebaikan-Nya kepada kita mengarah pada akhir yang penuh harap akan pertobatan dan kepercayaan.

 

Baca juga: Berhenti Menyalahkan Dirimu Sendiri. Bangkit dan Tinggalkanlah Masa Lalu, Begini Caranya!

 

Sebaliknya, rasa bersalah yang berasal dari diri sendiri bersifat luas, mengutuk, dan mengalahkan. Ini mengarah kembali ke diri sendiri: "Berusahalah lebih keras dan lakukan yang lebih baik" Kita bisa membuat daftar hal-hal yang harus dilakukan, menulis catatan tempel untuk mengingatkan diri tentang hal-hal itu, dan bersumpah untuk mengubah diri. Tetapi kita akan segera kembali keppada kondisi awal dimana kita akan mulai tenggelam dalam rasa bersalah dan penghukuman terhadap diri sendiri.

Menolak Mengutuk Diri Sendiri

Ketika kita merasakan kecaman, tanggapan langsung kita adalah menopang diri dengan kata-kata basi tentang percaya diri atau beralih ke orang lain yang mungkin memberikan kita pujian. Hal-hal ini adalah penopang. Kebenarannya adalah kita tidak cukup baik.

Apakah Anda membaca di Alkitab apa yang Yesus minta dari kita? Bersukacita senantiasa. Menganggap cobaan sebagai berkat. Mengasihi musuh. Selalu menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan kita sendiri.

Jadi, bagaimana cara saya menolak untuk mengutuk diri sendiri dan mengaplikasikan kebenaran Alkitab? Fakta yang sulit adalah saya tidak bisa melakukannya. Saya benar-benar tidak cukup baik. Ini mungkin tampak kontra-intuitif untuk melawan "tidak cukup baik" dengan menyetujui bahwa kita tidak cukup baik, tapi ini adalah langkah pertama menuju sukacita abadi.

Akan tetapi, itu bukan langkah terakhir. Untuk mendapatkan sukacita ini kita membutuhkan bantuan. Alih-alih berputar kembali ke sumpah dan usaha sendiri, kita harus belajar untuk melihat ketidakmampuan kita dan kemudian menambahkan dua kata di ujungnya: Tetapi Tuhan atau Tetapi Kristus.

Berikut 5 ayat kutipan firman Tuhan yang akan mengingatkan Anda untuk mengatasi rasa bersalah Anda.

1. Saya sudah mati secara rohani dalam dosa saya, tetapi Tuhan telah membuat saya hidup secara rohani.

“Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita” (Efesus 2: 4).

2. Saya dipanggil untuk menaati perintah-perintah Allah yang benar, yang gagal saya penuhi, tapi Tuhan telah memberikan saya Roh Kudus untuk menolong saya. Saya sekarang memiliki semua pertolongan yang saya butuhkan dan akan mengandalkan pertolongan itu.

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain... Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu” (Yohanes 14: 15-18).

3. Saya tidak cukup baik, tetapi Kristus dalam diri saya membuat saya bukan hanya cukup baik, tapi dibenarkan dan layak di hadapan Allah. Karena Kristus, saya tidak akan pernah menghadapi hukuman Allah.

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (2 Korintus 5: 21).

4. Saya tidak bisa menjalani hidup Kristen dengan usaha sendiri, tetapi Kristus senang hidup di dalam saya. Saya hidup dengan iman, bukan usaha sendiri.

“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Galatia 2: 20).

5. Ada hal-hal yang saya tidak akan ahli dalam hal itu, tetapi Allah telah menciptakan dan memanggil saya untuk melayani Dia dengan sukacita dengan cara tertentu.

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Efesus 2: 10).

 

 

Baca juga: Sudahkah Kamu Mencintai Diri Sendiri?

 

Betapa indahnya damai untuk diam dalam pekerjaan Kristus daripada menguraikan, mengevaluasi, dan membela-diri kemampuan kita sendiri! Betapa sukacita mengetahui bahwa Allah telah menyediakan bukan hanya keselamatan kita, tapi juga kehidupan kita sehari-hari! Dan ini adalah buah yang pasti - damai dan sukacita - untuk diperhatikan bagi kita bahwa "tetapi Tuhan" yang mengerjakan yang "tidak cukup baik" dari kita.

Oleh kasih karunia saya dibebaskan untuk melihat peran saya, tanggung jawab saya, dan peluang saya melalui mata iman dan percaya kepada-Nya. Saya memilih untuk percaya bahwa saya sama sekali tidak memiliki alasan untuk takut, terutama terhadap orang-orang lain dan pendapat mereka tentang saya. Saya memilih untuk percaya pada janji "Tetapi Tuhan" melebihi menyalahkan diri sendiri dengan pikiran ‘tidak cukup’.

Sumber : Christine Hoover | Desiring God | ls
Halaman :
1

Ikuti Kami