Bukan Sekadar Kata ‘Terima Kasih’, Ini 3 Cara Lain Untuk Ucapkan Syukur

Bukan Sekadar Kata ‘Terima Kasih’, Ini 3 Cara Lain Untuk Ucapkan Syukur

Lori Official Writer
      1477

Yohanes 11: 41-42

Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 119:1-88; 1 Korintus 7; 1 Samuel 1-2

Selama menjalani musim liburan di sini, aku banyak memikirkan tentang apa saja yang perlu aku syukuri. Keluarga, teman, pekerjaan, berkat secara materi dan sebagainya. Semuanya jadi hal-hal penting yang perlu aku syukuri. 

Tapi mengucapkan terima kasih atas keluarga, pekerjaan yang aku punya dan yang lainnya terasa gak cukup dan kurang jujur. Karena aku merasa tidak menyampaikannya dari kedalaman hatiku.

Berbeda dengan waktu aku bertemu dengan beberapa orang yang menjalani hidup mereka dari sehari ke sehari. Bagiku kondisi itu gak masuk akal. Dibandingkan denganku, hidup mereka penuh dengan beban. 

Beberapa diantaranya gak punya keluarga atau orang terdekat yang selalu ada untuk mereka dan mendukung mereka. Mereka seolah berpikir kalau mereka sendirian. Mereka sama sekali gak tahu kalau masih ada Tuhan yang mengasihi mereka dan gak akan pernah meninggalkan mereka. Karena gak ada seorangpun dalam hidup mereka yang mengasihi seperti kasih Tuhan.

Aku akhirnya belajar dari mereka. Karena mereka cara pandangku soal mengucap syukur diubahkan tahun ini. Aku gak mau hanya sekadar mengungkapkan kata-kata ‘terima kasih’ lagi. Tapi aku perlu menyampaikan semua hal-hal yang aku syukuri kepada mereka dan orang lain. 

Aku mau mereka tahu bahwa ada Juruslamat yang mengasihi mereka dan gak pernah meninggalkan mereka. Kita sebagai orang percaya, bisa memperkenalkan Tuhan kepada mereka melalui sesuatu yang bisa kita syukuri dalam hidup ini.

Ada 3 sikap yang bisa kita lakukan untuk menyampaikan ucapan syukur:

1. Berdoalah dan sebutkan nama Tuhan

Waktu Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian, Dia berkata: 

“Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 11: 41-42)

Yesus gak perlu bicara ke Tuhan dengan suara yang kencang. Dia hanya berbicara seperti sedang berdoa dengan nada yang lembut. 

Inilah giliran kita untuk melakukannya di depan umum. Mari berdoa dan sampaikan tentang apa saja yang kamu syukuri dalam hidupmu. 

2. Dalam baik maupun buruk keadaannya, selalu ucapkan terima kasih

Mengucap syukur tidak hanya dilakukan saat keadaannya baik, tetapi mengucap syukurlah dalam segala keadaan. 

“Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.” (Pengkhotbah 7: 14)

Aku bersyukur atas masa-masa dimana aku merendahkan diriku dengan berlutut dihadapan-Nya dengan penuh tetesan air mata. Aku bersyukur untuk masalah kesehatan yang aku alami karena hal itu membuktikan bahwa aku adalah manusia yang rentan. Aku bersyukur karena berhadapan dengan sulitnya mengasuh anak-anakku yang memberontak karena dengan itu aku disadarkan tentang kesabaran Tuhan menghadapi keberdosaan manusia.

Aku gak bermaksud mengiklankan kehidupan pribadi kita kepada semua orang. Tapi cobalah untuk membangun percakapan sederhana dengan orang lain, bicara soal kebaikan-Nya. Ucapkan nama-Nya dengan penuh kekaguman.

3. Sampaikanlah dengan perkataan yang sederhana dan lembut.

“Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat…” (Petrus 3: 15)

Sampaikanlah tentang Tuhan kepada seseorang dengan kata-kata yang sederhana. Jangan pernah merasa takut kalau kamu ditolak. Karena si iblis kadang akan mengintimidasi kita. Tapi percayalah bahwa Roh Kudus akan menuntunmu. 

Jadi, ambillah waktu luangmu hari-hari ini lalu tenangkan dirimu. Kemudian mulailah bersyukur atas semua hal yang kamu alami. Lalu luangkan waktu juga untuk berbagi tentang semua hal yang pantas kamu syukuri dalam hidup, termasuk kesulitan yang mungkin sedang kamu alami.

Kalau kamu mau memandang hidupmu dengan cara pandang Tuhan, percayalah kamu akan menemukan banyak hal yang patut disyukuri.

 

Hak cipta Maggie Meadows Cooper, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami