Setiap Perkataan Kita Memiliki Pengaruh yang Besar

Setiap Perkataan Kita Memiliki Pengaruh yang Besar

Claudia Jessica Official Writer
      1095

Amsal 15: 4

“Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.”

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 117; 1 Korintus 5; Rut 1-2

Pernahkah kamu mengalami pengkhianatan oleh seseoang yang kamu percayai? Bertahun-tahun yang lalu saya menderita karena pengkhianatan yang tidak selayaknya saya dapatkan. Kepercayaan, kedamaian, dan hubungan yang telah terjalin, semuanya hancur karena masalah itu. Bagaimanapun, Amsal 16: 28 mengatakan, “Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.”

Tak lama kemudian, kehidupan pribadi menjadi lebih rumit karena banyak orang yang menghakimi tanpa mengetahui fakta sebenarnya. Saya berharap bisa membawa semua luka itu kepada Tuhan dalam doa, membiarkan Dia membela saya, dan memaafkan semua orang yang menyakiti saya, kemudian melanjutkan hidup saya dengan bahagia. Tetapi, yang sering saya lakukan adalah menangis, dan mengadu tanpa henti tentang bagaimana saya telah disakiti.

Di tengah-tengah musim itu, saya merasa kepahitan dan tidak dapat mengampuni. Namun Matius 12: 34 mengatakan, “Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.”

Selama saat teduh, Tuhan mulai berbicara tentang kebiasaan saya yang mengeluh tentang mereka yang telah menyakiti saya. Inilah yang saya tulis dalam jurnal saya selama musim sulit itu:

Ketika sata bebicara dengan marah kepada orang lain, atau mengatakan hal yang buruk, saya melepaskan tumpukan api dengan lidah saya. Itu adalah percikan yang memicu kebencian dan perpecahan. Jika dilemparkan kembali padaku, aku akan merasakan panasnya.

Apakah saya benar-benar ingin meletakkan api itu di atas kepada orang yang saya cintai? Apakah saya ingin roh anak saya dihancurkan oleh kata-kata yang saya ucapkan? Saya mungkin tidak berbicara buruk tentang anak saya, namun jika saya berbicara di depan mereka, mereka akan merasakan hal yang sama.

Saya harus menjaga lidah saya, karena itu adalah sumber kehidupan, serta kata-kata penyembuh. Namun, rasanya seperti kematian bagi mereka yang harus mendengar kepahitan dan kutukan. Itu melelahkan dan meremukkan jiwa. Saya akan berbicara tentang kehidupan dan berkat, dan menyaksikan orang-orang di sekitar saya diubahkan dengan mendengarnya.

Meskipun saya telah membaca Firman Tuhan tentang kekuatan perkataan selama bertahun-tahun, saya terus mentoleransi perkataan yang tidak bermanfaat sebagai “dosa kecil.” Namun kebenarannya adalah, “Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.” (Yakobus 1: 26)

“Kata-kata yang ceroboh bisa berlalu” adalah sebuah kebohongan. Tahukah kamu bahwa kamu akan dihakimi? (Matius 12: 36). Itu adalah hal bijak yang seharusnya membuat kita memeriksa tutur kata kita dengan seksama!

Kata-kata sangat kuat. Kita diciptakan menurut gambar Allah yang memanggil Ciptaan dengan Firman-Nya dan membuat dirinya dikenal oleh kita melalui kata-kata di Alkitab. Marilah kita memanfaatkan kekuatan pemberi kehidupan melalui ucapan kita hari ini.

Doa: Tuhan, ampuni saya atas kata-kata ceroboh yang telah saya ucapkan. “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!” (Mazmur 141: 3). “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4: 29) Semoga hukum kebaikan ada di lidahku (Amsal 31: 26), karena aku tahu “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” (Amsal 18: 21). Beri aku “lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.” (Yesaya 50: 4) Berikan keberanian dan kebijaksanaan agar ketika saya mulai berbicara, kata-kata yang tepat datang sehingga saya dapat mengungkapkan Injil tanpa rasa takut. Biarkan saya mengklaimnya tanpa rasa takut, sebagaimana seharusnya. (Efesus 6: 19, 20). Dalam nama Yesus yang berharga saya berdoa. Amin.

 

Hak cipta oleh Andrea Herzer. Disadurkan dari crosswalk.com.


Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Jika kamu rindu supaya orang lain juga diberkati sepertimu, mari dukung kami untuk terus menjangkau melalui konten-konten yang kami sediakan lewat pelayanan media kami.

Kamu bisa menjadi mitra Jawaban.com dengan berdonasi 50 ribu setiap bulannya bersama kami. Kabar baiknya, bagi kamu yang berdonasi sebesar 250 ribu setiap bulannya akan mendapatkan bonus satu buah kaos Polo. Jadi, buat kamu yang tergerak untuk bergabung yuk DAFTAR DI SINI.

 

Ikuti Kami