Inilah yang Terjadi Pada Suami Jika Istri Lebih Dominan

Inilah yang Terjadi Pada Suami Jika Istri Lebih Dominan

Lori Official Writer
21565

Punya istri yang cerewet dan suka ngatur? Tak perlu ambil pusing, toh kalau capek berhenti sendiri. Tapi kalau cerewetnya diikuti dengan ngatur sana-ngatur sini, bahkan semua harus melalui persetujuannya, tentu akan sangat merepotkan bukan? Memang, memiliki istri yang suka mengatur mau tidak mau akan membuat suami 'kesal'. Wajar karena posisinya sebagai kepala rumah tangga, yang memiliki tampuk kekuasaan tertinggi merasa disaingi sang istri.

Istri yang berperilaku dominan memang tidak bagus. Namun bukan berarti menyalahi aturan rumah tangga. Karena dalam rumah tangga sudah pasti diperlukan keseimbangan. Suami-istri harus saling berbagi peran sekaligus harus bisa fleksibel dalam urusan keluarga. Sehingga jika salah satu pasangan mengalami 'kelumpuhan' maka pasanganya bisa mengambil alih tugas.

Dengan demikian dominasi bisa menjadi bermanfaat di saat genting. Maka istri yang berperilaku dominan tidak bisa dikatakan negatif. Semua kembali pada pasangannya. Jika suami merasa bahwa daerah kekuasaannya tidak diganggu maka dominasi akan bisa ditoleransi.

Agar terhindar dari dominasi, sebaiknya suami istri harus saling mengisi dan menghargai. Membuat komitmen atau kesepakatan kemudian meninjau ulang komitmen yang pernah terucap merupakan bentuk penyadaran diri.

Sebagai suami istri, sudah seharusnya punya prinsip seperti satu paket saling melengkapi baik saat sulit maupun senang. Dengan demikian tidak ada rasa terjajah dan menjajah karena masing-masing sadar dengan kemampuan dan keterbatasannya.

 

Istri Bisa Dominan Asal Tahu Batasnya
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa sistem budaya kita masih menganut budaya yang memisahkan tugas antara domestik dengan eksternal. Istri dituntut untuk 'mendominasi' pekerjaan rumah tangga seperti membersihkan dan merapikan rumah dan mengurus anak. Sementara suami berwenang memberi nafkah sekaligus penentu kebijakan di dalam rumah.

Namun, tradisi klasik itu mulai bergeser seiring perkembangan jaman. Sekarang kesempatan perempuan untuk maju terbuka lebar. Perempuan mampu mencari nafkah sendiri sekaligus mahir untuk urusan domestik.

 

Baca Juga: 13 Ayat Alkitab Ini Membantumu Untuk Menjadi Istri yang Diperkanankan Oleh Allah



Sayangnya, kaum laki-laki belum sadar benar akan kemampuan perempuan untuk yang menjadi 'super woman'. Laki-laki masih menganggap bahwa perempuan hanya boleh mendominasi untuk urusan rumah tangga saja. Tidak usah masuk wilayah laki-laki, seperti mampu untuk mengambil keputusan eksternal rumah tangga atau mahir untuk urusan sosialisasi dengan teman kantor.

Hal seperti itu memang seharusnya tidak perlu terjadi. Sebagai 'satu paket' yang melengkapi dan menghargai, dituntut untuk bisa mengambil alih pekerjaan di saat pasangan tidak bisa. Itu artinya suami secara tidak langsung harus bisa mengerjakan urusan domestik dan isteri juga mampu bersuara saat suami sedang mengambil kewenangan. Dengan demikian kinerja keluarga yang ideal bisa tercipta lewat saling memberi kesempatan dan penghargaan.

Namun bukan juga suatu hal yang salah bila terjadi dominasi. Jika istri mahir untuk urusan domistik begitupun sebaliknya pada suami bukankah dengan spesialisasi akan membuat hasil menjadi maksimal? Namun ada juga sisi negatifnya lho! Jangan lantas marah jika suatu saat terjadi take over pekerjaan dengan hasil yang tidak memuaskan. Bukankah memang dominasi di biarkan berjalan dalam rumah tangga tanpa ada yang mengeluh dan itu artinya sudah ada dalam kesepakatan kerja suami-istri, iya kan?

 

Baca Juga: 6 Tanda Kamu Berlaku Egois Dalam Pernikahan



Tips Atasi Istri Dominan

1. Kalau kamu gak senang dengan kelakuan istri yang suka ngatur berlebihan sehingga merasa mendominasi, katakan bahwa kamu terganggu. Katakan dengan sopan, pelan-pelan dan lembut sehingga posisimu sebagai suami lebih menonjol ketimbang sifat laki-lakinya yang terkesan kasar.

2. Beri penjelasan dengan bahasa menyenangkan dan sederhana sesuai dengan perasaanmu, sampaikan dengan alasannya juga.

3. Kamu gak boleh ikutan cerewet dan ngatur, yang penting harus tegas.

4. Ingatkan kembali tentang komitmen awal pembagian tugas atau sistem kerja yang diinginkan sewaktu kali pertama menikah.

5. Kalau gak mempan juga, lakukan usaha persuasif. Jangan lupa untuk membuat aturan main baru yang bisa menciptakan suasana menyenangkan baik untuk kedua belah pihak.

Apakah kamu suami yang lagi berada di posisi ini? Jangan pernah kehilangan kesabaran. Tetaplah berdoa dan meminta supaya Tuhan juga bekerja atas hidup pasanganmu. Sehingga hubungan kalian tetap dihiasi dengan penghormatan, penghargaan dan kasih satu sama lain.

 


Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/yjInginDidoakan.

 

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami