Kekuatiran yang Tak Menambah Apapun Dalam Hidup

Kekuatiran yang Tak Menambah Apapun Dalam Hidup

Lori Official Writer
      939

Matius 6: 27

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 111; Lukas 23; Hakim-Hakim 9-10

Aku mulai kuatir dengan kondisi orangtuaku yang sudah mulai tua. Aku juga kuatir dengan suami minggu demi minggu karena dia harus bekerja dengan menempuh perjalanan yang cukup jauh.

Waktu aku masih single, aku pernah diserang kekuatiran dengan apakah aku akan menemukan pasangan atau suami yang akan mencintai dan menerima aku apa adanya, baik dari sisi burukku dan masa laluku yang tidak terlalu menarik.

Aku kuatir soal masa depan anak-anakku dan bagaimana kami akan membesarkan mereka di dunia yang penih kebencian ini. Aku juga kuatir kalau sebelumnya aku mungkin tidak akan punya anak karena aku sudah berusia 30-an.

Aku bahkan kuatir dengan kondisi keuangan dan ekonomi yang tidak menentu. Aku kuatir kalau aku mulai menua dan bagaimana bentuk tubuhku. Aku juga kuatir suatu saat nanti kalau aku mendengarkan kabar duka cita dari orang yang aku cintai.

Tapi tahukah kamu, kalau semua kekuatiran ini. Semua kekuatiran berlebihan kita soal masa depan hanya akan membuat kita cemas, takut dan menyebabkan kita menjauh dari kasih Tuhan.

Tapi coba tanya apa manfaat bisa kita dapatkan dari rasa kuatir ini?

Jawabannya tidak ada. Rasa kuatir gak mengubah apapun. Ini tentu gak mengubah situasimu atau mengubah hasilnya. Rasa kuatir bisa timbul di luar kendali kita. Waktu kamu kuatir, kamu bertanggung jawab dengan semua hal yang gak pernah dimaksud untuk kamu hadapi.

Sementara kekuatiran itu sangat bertolak belakang dengan iman. Akan selalu ada celah antara kekuatiran dan iman kita kepada Tuhan. Perbedaan ini terjadi karena keinginan Tuhan supaya kamu bergantung hanya kepada Dia. Tanpa celah itu, aku gak yakin akan pernah punya keinginan atau kebutuhan untuk bergantung pada Tuhan.

Iman gak ditemukan pada APA yang kamu percaya, tapi pada SIAPA kamu percaya.

 

Baca Juga: 

Percaya Kepada Tuhan Yang Mengetahui Masa Depan Kita

Kuasa Tuhan di Atas Segala Rasa Kuatir

 

Mari belajar dari beberapa tokoh Alkitab yang dikenal penuh dengan iman ini:

Nuh dan Bahtera: Karena iman Nuh taat kepada sesuatu yang belum kelihatan dan dengan taat dia mempersiapkan bahtera untuk rencana Tuhan.

Daud membunuh Goliat: Karena iman kepada Tuhan, Daud mampu mengalahkan raksasa sekalipun dia hanya punya sebutir batu kecil di tangannya. 

Abraham dan Sara: Karena iman, Abraham percaya bahwa dia akan memiliki keturunan seperti bintang di langit sekalipun mereka sudah lanjut usia.

Iman adalah percaya kepada sesuatu yang tidak kelihatan atau tidak dipahami. Nuh, Daud dan Abraham gak bisa memahami atau melihat dengan mata mereka sendiri karena itulah mereka harus percaya dengan iman. Tuhan memanggil kita untuk melakukan yang sama di masa ini. 

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” (Amsal 3: 5)

 

Hak cipta Alisha Headley, disadur dari Crosswalk.com


Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini. 

DAFTAR DI SINI

Ikuti Kami