Tiga Makna Penting Dibalik Doa Puasa Daniel

Tiga Makna Penting Dibalik Doa Puasa Daniel

Lori Official Writer
55329

Alkitab mencatat tentang sosok Daniel yang diberkati Tuhan karena cara hidupnya yang taat pada kehendak Tuhan. Ia dikisahkan sebagai sosok yang dianugerahi wawasan luas, bijaksana dan dipenuhi hikmat Tuhan. Ketaatannya digambarkan dengan kebiasaannya berdoa 3 kali sehari dengan menghadap ke Yerusalem Daniel 6: 12.

Ketaaatan itulah yang dipandang oleh Tuhan, sehingga beragam mujizat kerap dialaminya. Doa-doa Daniel selalu dihubungkan dengan peristiwa khusus di dalam sejarah Israel ketika di dalam pembuangan. Jawaban-jawaban Tuhan terhadap doa Daniel memberikan pencerahan yang membuka tabir mengenai masa depan Israel, dan bahkan mengenai akhir jaman (Daniel 12).

Dalam Daniel 10 dituliskan bahwa ia berkabung dan berpuasa selama tiga minggu atau 21 hari lamanya karena mendapat penglihatan mengenai kesusahan yang besar. Lalu mengapa harus 21 hari? Apa makna doa dan puasa Daniel itu?

 

Baca juga: Orang Kristen Harus Puasa, Ini 7 Alasan Alkitabiah Mengapa Kamu Harus Melakukannya!

 

Bentuk kesungguhan hati

Di dalam Daniel 10, diceritakan bagaimana ia menyikapi penglihatan akan kesukaran besar yang dianggapnya sangat berat dan besar. Di dalam doanya, Daniel dipenuhi kegentaran dan ketakutan karena penglihatan-penglihatan yang diterimanya. Doa Daniel bukan doa basa-basi, tetapi doa karena melihat suatu ancaman yang besar di depan mata. Doa dan puasanya saat itu menunjukkan kesungguhan dan intensitas doa Daniel.

 

Bentuk peperangan rohani

Di dalam Daniel 10: 13-14, dituliskan bahwa doa adalah peperangan rohani. Doa bukanlah sekedar ritual yang dilihat mata, didengar telinga dan diucapkan melalui kata-kata. Ketika kita berdoa, terjadilah peperangan rohani yang dahsyat. Jawaban Tuhan tertahan hingga 21 hari. Karena ia yang membawa jawaban itu dihadang oleh raja-raja Persia, yang diketahui sebagai simbol-simbol kekuatan yang melawan Tuhan. Ketika Mikhael datang untuk menolong memerangi musuh-musuh di alam roh ini, barulah doa-doa Daniel terjawab.

 

Bentuk ketekunan dan usaha

Dalam posisinya, Daniel sedang berada dalam medan peperangan. Dengan itu, ia memerlukan ketekunan dan usaha yang sungguh-sungguh. Bila saja Daniel berhenti berdoa dan berpuasa pada hari yang ke-15, ke-17 atau bahkan ke-20 mungkin jawaban doa itu tidak akan pernah datang. Itu sebabnya Alkitab mengajar kita untuk bertekun di dalam doa.

Setelah menuntaskan doa dan puasa Daniel selama 21 hari, Tuhan dengan nyata membuka jalan dan menjawab segala ketakutan dan kesusahan hati Daniel. Tuhan membuktikan bahwa jawaban doa melahirkan hikmat dan pengertian ilahi. Lewat malaikat Gabriel, Tuhan menguatkan Daniel dari ketakutan dan kegentaran yang ia alami saat itu. Dalam Daniel 10:12, malaikat Gabriel berbicara: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu”. Malaikat Gabriel membawa kabar dari Tuhan kepada Daniel pada hari ke 21 saat ia berpuasa, yaitu tanggal 24 bulan pertama.

Sepanjang kehidupannya, Alkitab mencatat bahwa Daniel pernah mengalami mujizat diselamatkan dari gua singa. Ia juga menjadi orang yang terpandang dan memiliki kedudukan dalam tiga pemerintahan Babel dan Persia. Sekalipun ia teguh percaya kepada Tuhan, namun ia tetap mau merendahkan diri  dan taat kepada Tuhan, berkabung dengan berpuasa dan berdoa hingga jawaban Tuhan terjadi sesuai dengan waktu-Nya.

Dari kisah Daniel, kita belajar bahwa doa dan puasa adalah komponen penting dalam kehidupan kerohanian kita. Sebab hal itu dapat menjadi senjata rohani yang kita kenakan untuk mengerti tentang penyertaan Tuhan kepada setiap orang yang mau merendahkan diri dihadapan-Nya.

 

Baca juga: Biar Tetap Sehat Dikala Puasa, Yuk Konsumsi 10 Makanan Penyembuh Dari Alkitab Ini

 

Sumber : Berbagai Sumber/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami