Cerai dan Di-KDRT Suami, Niat Bunuh Diri Ibu Mega Gagal Karena Sahabat 24

Cerai dan Di-KDRT Suami, Niat Bunuh Diri Ibu Mega Gagal Karena Sahabat 24

Lori Official Writer
436

Mengarungi bahtera rumah tangga memang gak mudah. Beban menjadi seorang istri jadi semakin berat saat menikah dengan pria yang tidak takut akan Tuhan. Inilah yang dialami oleh ibu Mega Jane yang tinggal di Cilacap, Jawa Tengah. 

Pernikahannya harus pupus setelah sang suami selingkuh dan ketahuan menggelapkan uang perusahaan. Ia memutuskan untuk bercerai dan berjuang hidup dengan anak buah hasil pernikahannya itu.

Tapi seakan tak jera dengan kegagalan rumah tangganya, ibu Mega kembali memilih menikah lagi. Pernikahan ini sendiri terjadi karena proses perjodohan yang dilakukan oleh ayah sang pria yang kini jadi suami keduanya itu. 

Sayangnya, kehidupan rumah tangga Ibu Mega dengan pria ini kembali diterpa badai. Sejak awal ia memang sudah tahu jika suaminya penikmat dunia malam. Namun apa daya nasi sudah jadi bubur, ia harus menerima apapun kekurangan suaminya.

Pedihnya, sejak awal pernikahan pun sang suami sudah ringan tangan dan kerap melakukan tindakan KDRT. Walau berkali-kali harus memendam rasa sakit hati, kecewa dan penyesalan, ia memilih tetap bertahan. 

Sebagai seorang istri yang berharap suaminya akan berubah, Ibu Mega mendukung sang suami untuk bekerja dengan membuka usaha. Awalnya ia memang punya usaha jual beli HP. Dengan itu ia punya simpanan untuk dijadikan modal suaminya membuka usaha rental di Jogja. 

Sayangnya, usaha itu gagal akibat pandemi dan membuat suaminya ogah-ogahan. Ia sama sekali tidak berusaha untuk mencari nafkah untuk keluarga. Beban pikiran Ibu Mega semakin bertambah, bukan saja kendala keuangan tetapi ia juga harus berjuang melawan sakit diabetes yang dideritanya.

Namun ia bersyukur anak pertamanya kerap mengirimkan uang belanja untuk kebutuhan mereka. Bahkan keluarga dari suaminya juga turut membantu. 

 

Baca Juga: Bagi Hosea, SAHABAT 24 Bagaikan Pintu Terbuka yang Gagalkan Niatnya Bunuh Diri

 

Sementara kelakuan suaminya semakin menjadi-jadi. Setiap kali punya uang, pasti hanya dihabiskan untuk kesenangannya sendiri. Hal inilah yang semakin membuat Ibu Mega sakit hati dan menderita. 

Belum lagi di tengah kondisi sakit, ia masih saja kerap diperlakukan kasar oleh suami. Ia semakin putus asa akan keadaannya. Sampai-sampai terbersit dalam benak untuk bunuh diri saja. Di masa-masa keterpurukan itulah Ibu Mega seolah mendapati jalan buntu. Tak ada seorangpun yang bisa ia ajak berbagi dan mampu meringankan beban penderitaannya.

 

Tonton Solusi dan Temukan Sahabat 24

Sampai suatu malam Ibu Mega tak sengaja menyaksikan program kisah nyata Solusi TV. Hatinya pun tergugah dengan kesaksian pemulihan yang dialami oleh sang narasumber. 

Ada dorongan yang kuat di dalam hati Ibu Mega untuk mendapatkan penguatan dan dukungan doa saat itu, terlebih saat ia menemukan nomor konseling Sahabat 24 yang tercantum di dalam tayangan.

Tanpa pikir panjang, ia menyimpan nomor kontak Sahabat 24. Tepatnya di tanggal 6 November 2020, ia memberanikan diri untuk menghubungi Sahabat 24. 

Sambutan yang hangat dari konselor Sahabat 24 membuat Ibu Mega terbuka menyampaikan persoalan hidupnya. Setelah mendengar seluk beluk persoalan itu, petugas yang melayani pun memberikan masukan terlebih Ibu Mega sudah berencana untuk menceraikan suaminya.

Perlahan-lahan, petugas membimbing Ibu Mega dengan pemahaman kebenaran firman Tuhan, bahwa dalam setiap masalah pasti ada maksud dan rencana Tuhan di balik semuanya. Dia pun didorong untuk terus berdoa untuk suaminya. 

 

Baca Juga: SAHABAT 24 Jadi Saksi Hidup Rini Diselamatkan Dari Niat Bunuh Diri

 

Berserah Kepada Tuhan

Saat bimbingan tersebut, Ibu Mega berjanji akan menyerahkan seluruh masalahnya pada Tuhan dan mau mengampuni suaminya yang selama ini ia benci. Ibu Mega berharap bisa dilayani dan dibimbing oleh Sahabat 24. 

Pada tanggal 17 November 2020, Sahabat 24 menghubungi Gereja Mitra di daerah Banyumas yaitu GPSDI Sampiuh yang digembalakan oleh Pdt. Daniel Ridwan.  Sejak dihubungkan dengan gereja, Ibu Mega segera dilayani oleh Pendeta Daniel dan timnya. 

Setelah mencerna semua persoalan yang dihadapi Ibu Mega, Pak Daniel pun memberikan masukan dan penguatan sesuai kebenaran firman Tuhan serta mendoakannya. Setelah gereja melayani Ibu Mega beberapa kali, akhirnya ia terbuka untuk mengadakan persekutuan di rumahnya.

 

Pemulihan Terjadi

Pada tanggal 25 Desember 2020 Sahabat 24 menghubungi Ibu Mega kembali. Saat itu kondisi Ibu Mega sudah sangat berubah. Dia aktif membangun ibadah persekutuan di rumahnya lewat pelayanan dari GPDS.

Melalui pelayanan gereja mitra CBN, Sahabat 24 terus memantau perkembangan kondisi Ibu Mega. Puji Tuhan, ia mau menyerahkan semua beban hidupnya kepada Tuhan. Dia juga mempercayakan penyakit yang dideritanya di dalam Tuhan dan bahkan sudah siap dipanggil Tuhan. 

Kondisi Ibu Mega pun semakin membaik. Rasa putus asa yang dialaminya sebelumnya seakan hilang. Untuk mengisi hari-hari dan memenuhi kebutuhan hidupnya, ia membuka usaha pembuatan kue dan terbilang cukup laris. 

Dengan semua perjalanan sakit, kecewa dan putus asa yang ia lalui, Ibu Mega bersyukur karena semua itu bisa dilewati dengan baik. Dia juga berterima kasih karena tanpa bimbingan dan doa-doa dari petugas Sahabat 24 yang melayaninya, ia tak mungkin bisa melewati persoalan tersebut.

Hingga saat ini, ia masih terus bergumul tentang suaminya dan terus berusaha lebih dulu menjadi berkat melalui hidupnya.

 

Masih banyak Ibu Mega di luar sana yang membutuhkan bantuan. Jika kamu rindu SAHABAT 24 semakin dipakai Tuhan menjadi jawaban bagi orang-orang yang putus asa dan berbeban berat di luar sana, mari terus dukung pelayanan ini dengan menjadi mitra kerja kami. Mari bergabung bersama kami dengan meng-klik link berikut: https://bit.ly/3dAVu6R.

Sumber : Sahabat 24
Halaman :
1

Ikuti Kami