Kontroversi! Hasil dari Nazar Yefta Memiliki 2 Versi, Mana yang Benar?

Kontroversi! Hasil dari Nazar Yefta Memiliki 2 Versi, Mana yang Benar?

Claudia Jessica Official Writer
1720

Karena nazarnya pada Tuhan di masa perang, Yefta harus mengorbankan anak perempuan yang merupakan satu-satunya keturunan Yefta. Namun, nasib anak perempuannya yang dikorbankan ini memiliki dua versi yang berbeda. Kira-kira yang manakah yang benar?

Cari tahu jawabannya di Fakta Alkitab kali ini!

 

Jika kamu lebih suka menonton, kamu bisa simak kisah YEFTA di: [VIDEO] #FaktaAlkitab: YEFTA, Pemimpin Perang Yang Bernazar dan Kehilangan Anak Tunggalnya

 

Latar belakang Yefta

Nama Yefta pertama kali muncul dalam Kitab Hakim-Hakim 11. Yefta dikenal dengan Yefta bin Gilead, ia adalah salah satu tokoh hakim yang kehidupannya dicatat dalam Kitab Hakim-hakim, di Perjanjian Lama. Ia menjadi hakim pada abad sebelum kerajaan Israel berdiri yang dipimpin oleh Saul. Yefta bertugas sebagai hakim di Israel selama enam tahun (Hak. 12: 7).

Seperti namanya Yefta bin Gilead, ia berasal dari Gilead. Gilead sendiri adalah sebuah wilayah Israel yang terletak di daerah pegunungan yang dalam pembagian wilayah suku-suku Israel di tempati oleh Suku Gad, Suku Manasye dan Suku Ruben, sementara itu Yefta berasal dari Suku Manasye. Saat ini Gilead masuk dalam wilayah negara Yordania, yang berbatasan dengan Israel bagian timur.

Dalam Hakim-Hakim 11: 1, dituliskan bahwa Yefta adalah anak perempuan sundal, dan karena hal tersebut keluarga ayahnya tidak mau menerimanya serta mengusir Yefta. Yefta pasti merasa sangat sakit hati ketika diusir oleh keluarga besarnya, secara khusus oleh anak-anak lain di keluarga ayahnya. Hal tersebut membuat Yefta lari dan menetap di tanah Tob, dan disana ia berkumpul bersama pembelot yang dikumpulkannya dan gemar melakukan kejahatan.

 

Keadaan Israel di masa Yefta

Beberapa waktu kemudian, bangsa Amon datang memerangi Israel, mereka berusaha untuk berkuasa dengan menjajah Israel. Keadaan tersebut cukup menyulitkan bangsa Israel sehingga para tua-tua mendatangi Yefta dan melaporkan keadaan yang mereka alami.

Mereka meminta Yefta menjadi komandan mereka untuk memimpin pertempuran melawan bangsa Amon. Mulanya Yefta tidak bersedia karena pengalaman ditolak oleh keluaga Ayahnya dan juga berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku saat itu. Namun Yefta setuju setelah mereka berjanji bahwa mereka akan tetap mengangkat Yefta menjadi kepala atau hakim, meskipun pertempuran telah usai.

Tuhan memanggil Yefta sebagai pahlawan yang gagah perkasa. Ia dipimpin oleh Tuhan sehingga statusnya sebagai orang yang terbuang dan terhina berubah menjadi orang yang sangat dihormati dan sangat dipentingkan oleh tua-tua Gilead.

 

Halaman selanjutnya: Yefta pahlawan yang tahu dan mengerti sejarah

 

Sumber : jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami