Investasi Pake Hutang, Boleh Gak Sih? Ini Kata Ahli Investasi!

Investasi Pake Hutang, Boleh Gak Sih? Ini Kata Ahli Investasi!

Claudia Jessica Official Writer
304

Pernahkah kamu berpikir untuk berhutang atau menggadaikan barang karena tergiur berinvestasi? Kemudian kamu berpikir bahwa imbal investasi dapat menghasilkan sesuatu termasuk untuk membayar hutang beserta bunganya.

Faktanya, ada orang yang rela berhutang, menggadaikan barang seperti tanah atau Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil, menggunakan uang kuliah, dan ada juga yang menggunakan uang arisan untuk melakukan investasi dengan harapan membawa keuntungan.

Pada artikel sebelumnya kita membahas pernah mengenai hutang untuk memulai modal usaha yang disebut sebagai hutang produktif, lantas apakah hutang untuk berinvestasi adalah hutang konsumtif? Apa kata ahli mengenai hutang untuk investasi?

 

Jika kamu lebih suka menonton, simak penjelasannya DI SINI.

 

Ken Henderson, seorang penasehat keuangan Founder Gatrich, sekaligus seorang Qualified Wealth Planner menjelaskan bahwa banyak orang memulai investasi dengan kekeliruan. Mereka beranggapan bahwa nilai suatu investasi akan naik seiring berjalannya waktu. Padahal investasi tidak selalu memberikan keuntungan, kita bisa mendapati kerugian sewaktu-waktu.

“Kalau kita gak tepat masuknya, kita salah timing-nya, terus setelah beli (investasi), tahu-tahu jatuh, boro-boro (red: jangankan) untuk banyar pokoknya, bunganya gak kebayar, (hutang) pokoknya gak kebayar, malah duitnya ilang,” pendapat Ken mengenai hutang untuk investasi.

“Ketika orang hutang, ternyata sahamnya malah turun. Jadi rugi kan? Ruginya jadi double. Sahamnya turun, hutangnya belum kebayar,” sambungnya.

Hal ini tentu bukan situasi yang kita harapkan. Ken berpendapat bahwa, kunci untuk memulai investasi adalah “start with what you have” yang berarti “mulai dengan apa yang kamu miliki.”

Berkat yang Tuhan berikan adalah sesuatu yang harus kita kelola dengan baik bukan hutang. Sebagaimana dengan perumpamaan talenta yang disebutkan dalam kitab Matius 25: 14-30, hamba baik yang menerima talenta mengelolanya dengan baik dan membuatnya jadi berlipatganda. Dalam perumpamaan ini tidak disebutkan hal-hal mengenai ‘meminjam’ talenta orang lain untuk dikembangkan.

“Intinya adalah kita mesti setia sama apa yang Tuhan percayain ke kita, sama hal kecil yang Tuhan percayakan ke kita itu apa sih? Waktu. Modal yang sudah kita punya pasti waktu, tenaga, baru uang,” kata Ken.

 

Baca juga: Begini Strategi Jitu Pilih Investasi Saham Paling Menguntungkan

 

“Jadi kalau orang bilang gak ada uang, sebenernya dia masih punya modal lain yang dia bisa tukar nanti jadi bentuk uang. Nantinya, uang itu akan dikerjain, diinvestasikan, sehingga dia bisa nukar uang itu untuk membayar orang lain untuk pekerjaan yang dia lakukan sehingga dia punya dan punya tenaga untuk ngerjain hal yang lain,” lanjutnya.

Jadi, Ken Henderson tidak merekomendasikan untuk berinvestasi dengan hutang. Bagaimana dengan kata Alkitab? Simak di artikel selanjutnya ya JCers!

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami