Usai Bom di Katedral Makassar, Romo Gereja Katedral Semarang Tenangkan Jemaat, Ini Katanya

Usai Bom di Katedral Makassar, Romo Gereja Katedral Semarang Tenangkan Jemaat, Ini Katanya

Claudia Jessica Official Writer
264

Usai peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Pastor Kepala Paroki Gereja Katedral Semarang Romo Herman Yoseph Singgih meminta agar jemaatnya tidak takut untuk beribadah Paskah.

Menjelang Paskah, TNI dan Polri telah meningkatkan kewaspadaan pada Gereja Katedral Semarang ini. Pihaknya menghimbau apabila jemaat merasakan hal-hal yang mencurigakan, dapat segera melapor kepada pihak yang berwajib.

“Kami hanya tingkatkan kewaspadaan. Kalau ada hal mencurigakan akan segera lapor ke pihak berwajib. CCTV kita nyalakan semua,” kata Pastor Kepala Paroki Gereja Katedral Semarang Romo Herman Yoseph Singgih di Gereja Katedral Semarang, Senin (29/3/2021).

Mereka juga akan melakukan pemeriksaan yang ketat kepada setiap jemaat yang hendak beribadah di Gereja Katedral Semarang.

 

Baca juga: Bom Bunuh Diri Jelang Paskah, Ini 3 Fakta Detik-detik Ledakan di Gereja Katedral Makassar

 

“Bagi jemaat, tidak usah merasa takut karena percaya pihak keamanan akan antisipasi segala sesuatunya untuk menjaga sehingga kita semua menjalankan ibadat dengan baik dan nyaman,” katanya setelah menerima kedatangan Gerakan Kebangsaan (Gerbang) Watugong, perwakilan Kanwil Kemenag Jateng, dan berbagai komunitas kerukunan umat beragama di Gereja Katedral Semarang.

Mengingat kondisi yang masih dilanda pandemi, mereka juga akan membatasi dan mengatur jemaat yang hadir di gereja untuk mengikuti misa.

“Jemaat di gereja ini sepertiga kapasitas daya tampung di masa normal, kalau penuh 900-sekian nanti diisi hanya 300. Nanti tambah di aula sekitar 100. Kurang lebih satu ibadat 400 orang,” terangnya.

Romo Herman menjelaskan perayaan Paskah di Gereja Katedral Semarang akan dibuka menjadi beberapa kloter dengan tujuan membatasi jumlah jemaat yang hadir. Puncak perayaan akan diadakan pada hari Sabtu dan Minggu yang dibuka untuk 8 kloter.

“Agenda Paskah, ibadat mulai Kamis dua kali ibadat, sore dan malam; Jumat pagi ada ibadat, sore, dan petang, kemudian Sabtu sore dan malam; Minggu pagi sampai malam. Kami buat ibadat lebih banyak karena protokol kesehatan karena yang hadir dibatasi. Itu pun belum tampung semua. Yang belum tertampung via virtual. Kloter saat paskah ada 8 sesi, Sabtu malam sampai Minggu sore itu puncak perayaan Paskah,” jelasnya.

 

Baca juga: Komplotan Teroris Makassar Diamankan di Jakarta dan Bekasi, Ini Peran 4 Orang Diantaranya…

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami