Mengapa Tuhan Menghukum Uza Saat Ia Ingin Menyelamatkan Tabut Allah?

Mengapa Tuhan Menghukum Uza Saat Ia Ingin Menyelamatkan Tabut Allah?

Claudia Jessica Official Writer
1729

JCers tahu kan kisah Uza yang mati saat menyentuh Tabut Allah? Kira-kira kenapa ya Tuhan bisa sangat marah sampai menghukum mati Uza di tempat seperti itu? Bukankah Uza berusaha untuk menyelamatkan Tabut Allah? Mari kita bahas selengkapnya!

 

Jika kamu lebih suka menonton, kamu bisa simak kisah UZA di: [VIDEO] #FaktaAlkitab: Peristiwa Kematian Uza yang Tragis Saat Menyentuh Tabut Perjanjian

 

Siapakah Uza?

Uza adalah putra Abinadab. Nama Abinadab berarti “Bapa yang mulia dan bersedia memberi.” Ahli sejarah Alkitab memperkirakan Abinadab ini adalah seorang Lewi. Perkiraan ini mendekati kebenaran jika dikaitkan dengan rumahnya yang terletak di atas bukit di Kiryat Yearim menjadi tempat penyimpanan Tabut Perjanjian.

Uza yang berarti “kekuatan” mempunyai saudara bernama Ahyo berarti “saudara.” Kedua putera Abinadab ini menjadi tokoh penting dalam peristiwa pemindahan Tabut Perjanjian yang berakhir tragis.

Tabut Perjanjian di Rumah Keluarga Abinadab

JCers, bagaimana tabut perjanjian bisa berada di rumah keluarga Abinadab?  

Setelah Israel dan Filistin melakukan pertempuran yang panjang, Israel mengalami kekalahan besar. Tiga puluh ribu pasukan Israel yang berjalan kaki gugur (1 Samuel 4: 10). Kemudian, orang Filistin berhasil merebut tabut perjanjian sebagai simbol hadirat Tuhan yang selalu membawa kemenangan Israel.

Orang Filistin memindahkan Tabut Perjanjian ke Kuil Dagon, dewa mereka, di Asdod (1 Samuel 5: 2). Tetapi Tabut Perjanjian justru menimbulkan malapetaka. Terjadi wabah penyakit dan menimbulkan banyak kematian orang Filistin (1 Samuel 5: 20). Oleh karena itu, orang Filistin memutuskan mengembalikan Tabut Perjanjian itu pada Israel setelah mereka menyimpannya selama tujuh bulan (1 Samuel 6: 1).

Orang membawa Tabut Perjanjian ke Rumah Abinadab dan meletakkannya di sana. Anaknya yang bernama Eleazar bertugas menjaga Tabut Perjanjian itu.

Raja Daud Berniat Pindahkan Tabut Perjanjian       

Saat Daud menjadi Raja Israel, ia berniat memindahkan Tabut Perjanjian dari Filistin ke Israel. Daud menyadari bahwa sejak jaman Raja Saul, bangsa Israel telah mengabaikan Tabut Perjanjian (1 Tawarikh 13: 3). Padahal Daud mengetahui bahwa Tabut Perjanjian adalah media pertemuan Tuhan dan umat-Nya.

Tabut Perjanjian menjadi media bagi Tuhan untuk menyampaikan perintah-perintah-Nya kepada Bangsa Israel (Keluaran 25: 22). Oleh karena itu, Daud berpikir bahwa sudah saatnya Tabut Perjanjian berada di Kota Daud atau Yerusalem sebagai pusat pemerintahan dari kota suci.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami