Tamar, Rela Jadi Wanita Sundal Demi Menjadi Keturunan Sang Mesias

Tamar, Rela Jadi Wanita Sundal Demi Menjadi Keturunan Sang Mesias

Claudia Jessica Official Writer
1916

Memang ketika itu Syela masih kecil. Yehuda sebenarnya hanya menipu saja, sebab dia khawatir bahwa Syela juga akan mati gara-gara Tamar. Hal ini merupakan pengabaian yang tidak dapat dimaafkan atas tugas kebapaan dan ketidakadilan kepada Tamar.

Kemudian istri Yehuda meninggal dan Yehuda menjadi duda. Selang beberapa waktu, Syela putera bungsunya sudah beranjak besar. Namun Yehuda tidak memenuhi janjinya untuk memberikan kepada Tamar agar dia dapat melahirkan seorang keturunan dari rahimnya.

Suatu saat Yehuda hendak ke Timna untuk mencukur dombanya. Mendengar hal ini, Tamar berniat melakukan penipuan terhadap Ayah mertuanya dengan tujuan memiliki keturunan. Tamar lalu menyamar sebagai pelacur dan segera pergi ke Timna di mana Yehuda juga sedang dalam perjalanan kesana.

Benar saja, Yehuda melihat Tamar sedang menutupi mukanya yang disangkanya sebagai wanita sundal. Yehuda lalu mengajak Tamar untuk tidur dengannya tanpa disadari bahwa wanita tersebut adalah menantunya sendiri.

Tamar dengan tipu muslihatnya tidak serta merta mengiyakan ajakan Yehuda, ia ingin memiliki jaminan dari tindakan yang Yehuda inginkan darinya. Yehuda lalu memberikan “tanggungan” seperti cap meterai, kalung dan tongkat miliknya (Kej. 38: 18).

Pada zaman itu cap meterai, kalung dan tongkat adalah milik yang paling pribadi dan menjadi tanda pengenal. Biasanya meterai yang ada terbuat dari batu, kadang-kadang dari gading, dan kebanyakan berbentuk silinder. Meterai ini berguna seperti "tanda-tangan" pribadi, yang dikalungkan pada leher pemiliknya. Persetubuhan antara mertua dan menantu akhirnya terjadi. Setelah itu Tamar pergi meninggalkan Yehuda.

Selang beberapa waktu kemudian Yehuda melalui temannya mengirimkan anak kambing untuk menebus barang gadaiannya, tetapi perempuan yang disangkanya pelacur itu tidak bisa ditemukan. Yehuda pun merelakan cap meterai dan kalungnya yang hilang, dan melarang temannya untuk mencari-carinya lagi dengan alasan agar perbuatan buruknya tidak diketahui orang lain.

Tiga bulan kemudian Tamar hamil dan ketika diketahui orang banyak bahwa Tamar telah mengandung hasil perzinahan, maka Yehuda murka dengan memprovokasi orang-orang agar Tamar dibakar. Namun Tamar membela diri dengan menunjukan cap meterai, kalung dan tongkat tongkat ke Yehuda dengan pesan yang menyatakan bahwa pemilik barang-barang ini adalah pria yang tidur dengannya dan yang membuatnya hamil.

Yehuda sangat malu ketika diperlihatkan barang-barang tersebut yang adalah barang miliknya dan dia sendirilah pezinanya. Yehuda pun disadarkan oleh hati nuraninya, dan mengakui anak dalam kandungan Tamar adalah benihnya sendiri. Tamar lalu melahirkan dua anak kembar dan diberi nama Peres dan Zerah.


Baca juga: #FaktaAlkitab: Delila, Wanita Pujaan Simson yang Menggairahkan dan Berbahaya


Pro dan Kontra Tindakan Tamar

Perbuatan Tamar yang berdosa diampuni, dan niatnya yang baik diterima. Akan tetapi hal ini sama sekali tidak boleh digunakan untuk membenarkan atau mendorong perbuatan serupa. Dalam kisah ini ada muslihat dan rancangan dalam dosa Tamar.

- Yang pertama, Tamar mengambil kesempatan untuk berbuat dosa ketika Yehuda sedang bergembira dan berpesta dengan orang-orang yang menggunting bulu-bulu dombanya. Perhatikanlah, “waktu untuk bergembira” sering kali menjadi waktu godaan, khususnya godaan terhadap dosa kecemaran. Apabila orang sudah kenyang, tali kekang cenderung longgar.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami