Gulungan Kitab dan Mumi Ditemukan di Laut Mati, Yudea Dalam Operasi Arkeologi Menantang

Gulungan Kitab dan Mumi Ditemukan di Laut Mati, Yudea Dalam Operasi Arkeologi Menantang

Puji Astuti Official Writer
857

Otoritas Kepurbakalaan Israel (IAA) mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka telah menemukan lusinan fragmen gulungan Alkitab untuk pertama kalinya dalam kurun waktu sekitar 60 tahun dalam sebuah operasi yang digambarkan sebagai "operasi arkeologi nasional yang kompleks dan menantang."

Fragmen Gulungan Laut Mati yang "baru" tersebut, termasuk bagian-bagian dari Kitab 12 Nabi Kecil, diantaranya adalah kitab Zakharia dan Nahum.

"Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu. Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman TUHAN." Bagian dari Zakharia 8: 16-17 itu adalah salah satu contoh teks yang ditemukan.

Gulungan Kitab Berusia 1900 Tahun

Terlepas dari kenyataan bahwa sebagian besar teksnya dalam bahasa Yunani, nama Tuhan muncul dalam aksara Ibrani kuno, yang digunakan sejak zaman Bait Suci Pertama di Yerusalem.

Gulungan kitab-kitab itu diyakini telah disembunyikan di sana selama pemberontakan Yahudi melawan Kekaisaran Romawi hampir 1.900 tahun yang lalu.

Dalam operasi nasional besar-besaran untuk mencegah penjarahan tersebut, arkeolog dan sukarelawan mengambil pecahan dari Gua Horor dengan berpegangan pada tali.


BACA JUGA :
Mengungkap Kebenaran Gulungan Kitab Laut Mati

Google Akan Muat "Dead Sea Scrolls"


“Selama bertahun-tahun kami mengejar para penjarah barang antik. Kami akhirnya memutuskan untuk mencegah pencuri dan mencoba mencapai artefak sebelum mereka mengambilnya dari tanah dan gua,” kata Amir Ganor, kepala Pencegahan Pencurian untuk IAA.

Sejak 2017, IAA bekerja sama dengan Administrasi Sipil di Yudea dan Samaria dan didanai oleh Kementerian Urusan dan Warisan Yerusalem secara pro-aktif mensurvei gua-gua untuk mengambil barang antik dari daerah Gurun Yudea.

“Tujuan dari inisiatif nasional ini adalah untuk menyelamatkan aset warisan langka dan penting ini dari cengkeraman para perampok,” kata direktur IAA Israel Hasson, yang meluncurkan operasi nasional tersebut.

Hasson mengatakan penemuan fragmen gulungan itu adalah "pukulan yang menyadarkan" agar Israel harus mengalokasikan sumber daya untuk menyelesaikan "operasi yang penting secara historis ini." Dia mengatakan mereka perlu memastikan bahwa semua data ditemukan dan dipulihkan sebelum para perampok menemukannya.

"Tim gurun menunjukkan keberanian, dedikasi, dan pengabdian yang luar biasa pada tujuan, turun ke gua-gua yang terletak di antara langit dan bumi, menggali dan memilah-milahnya, bertahan dari debu tebal dan menyesakkan, dan kembali dengan hadiah yang sangat berharga bagi umat manusia," kata Hasson dalam sebuah pernyataan.

Ditemukan Mumi Berusia 6000 Tahun dan Keranjang Berusia 10.000 Tahun (Baca halaman selanjutnya)

Sumber : CBN.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami