Rahab, Seorang Pelacur yang Menjadi Penyelamat Iman

Rahab, Seorang Pelacur yang Menjadi Penyelamat Iman

Claudia Jessica Official Writer
3027

Rahab tinggal di Yerikho, sebuah kota yang terletak di dekat muara Sungai Yordan. Yerikho adalah sebuah kota yang dikelilingi tembok benteng yang kokoh.

Alkitab menyebutkan bahwa Rahab dan keluarganya tinggal di tembok kota Yerikho (Yosua 2: 15). Para ahli arkeologi menjelaskan bahwa Rahab memang benar-benar memiliki rumah yang juga menjadi bagian dari tembok benteng Yerikho.


Jika kamu lebih suka menonton, simak Fakta Alkitab mengenai Rahab DI SINI.


Alkitab jelas menyebut Rahab sebagai wanita yang berprofesi sebagai perempuan sundal atau pelacur (Yosua 2: 1). Rahab tidak tinggal sendiri di Yerikho. Wanita itu masih memiliki ayah dan ibu.  Rahab juga masih mempunyai beberapa saudara perempuan dan laki-laki (Yosua 2: 13).

Rumah Rahab Sebagai Persembunyian Mata-mata Israel

Yerikho adalah sasaran serangan pertama Israel setelah mereka menyeberangi Sungai Yordan. Sekaligus menjadi serangan militer pertama Israel setelah mereka berkelana di padang gurun selama 40 tahun. Operasi militer ini penting karena penaklukan Yerikho menjadi pintu masuk menguasai Kanaan.

Oleh karena itu, Yosua terlebih dahulu mengirimkan dua mata-mata untuk mengamati Yerikho. Kedua mata-mata itu menjadikan rumah seorang pelacur bernama Rahab sebagai pos operasi intelejen (Yosua 2: 1).

Pengamat sejarah Alkitab mempunyai pendapat tersendiri tentang pemilihan rumah Rahab. Mereka berpendapat bahwa Rahab adalah pelacur papan atas. Sehingga kemungkinan hampir semua pangeran dan bangsawan di Yerikho (Kanaan) pernah menggunakan jasanya. Hal ini membuat Rahab memiliki banyak informasi tentang Yerikho.

Tetapi karena ketenarannya itu, Rahab juga selalu diawasi oleh penguasa, sehingga tidak mengherankan Raja Yerikho langsung mengetahui ketika mata-mata Israel masuk ke rumahnya (Yosua 2: 2).

Rahab Menyembunyikan Mata-Mata Israel

Kenapa Rahab bersedia menampung dua mata-mata Israel? Apakah karena uang? Alkitab menjelaskan bahwa kedua orang Israel itu datang bukan untuk memakai jasa Rahab. Mereka melakukan tugas pengintaian terhadap kekuatan musuh. Oleh karena itu, Rahab tidak memperoleh keuntungan secara finansial dari kehadiran dua lelaki itu sehubungan dengan profesinya.

Dalam hal ini, Rahab sepertinya memiliki pemahaman yang baik tentang rencana serangan Israel ke Yerikho.

Rupaya selama ini Rahab mendengar sepak terjang Israel mengalahkan bangsa-bangsa lain. Apalagi kisah spektakuler mengenai bagaimana bangsa Israel keluar dari Mesir. Rahab takjub dengan cerita bagaimana Laut Teberau terbelah dan berubah menjadi jalan raya untuk pelarian Israel dari Mesir. Rahab juga menyimak kisah-kisah bagaimana Israel mengalahkan  raja-raja. Rahab memahami bahwa perlindungan atas Israel itu berasal dari Tuhan yang Dahsyat (Yosua 2: 10).


Baca juga: Benarkan Raja Saul Berbicara Dengan Arwah Samuel? Atau Justru Hanya Roh Setan?


Rahab juga mengatakan bahwa sebagian besar penduduk Yerikho sedang diliputi oleh perasaan takut. Mereka juga sudah mendengar kabar kehebatan Tuhan yang menyertai Israel. Rahab dan sebagian penduduk juga merasa bahwa Yerikho sedang menunggu giliran hancur seperti bangsa-bangsa lain. Mereka sedang berharap-harap cemas menjadi korban berikutnya dari Israel (Yosua 2: 11).

Dalam posisi inilah Rahab menunjukkan hikmat dan kecerdasannya. Rahab mengajukan penawaran jasa sebagai nyonya rumah yang bersedia menampung mata-mata Israel. Rahab meminta agar Israel menyelamatkan dia beserta keluarganya ketika Israel menyerang Yerikho (Yosua 2: 13).

Runtuhnya Tembok Yerikho

Dua mata-mata Israel dan Rahab membuat kesepakatan bahwa Israel akan membiarkan Rahab dan keluarganya hidup saat serangan itu tiba (Yosua 2:14).  Kemudian dua mata-mata itu berhasil kembali ke Israel setelah Rahab menolong mereka meloloskan diri dari Yerikho (Yosua 2: 15).

Tak lama kemudian, Israel melaksanakan rencananya. Orang Israel memerlukan tujuh hari untuk menghancurkan tembok Yerikho, sebelum mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu dalam kota itu (Yosua 6: 21). Tembok Yerikho hancur secara ajaib.

Orang Israel berjalan mengelilinginya selama tujuh hari sambil mereka mengusung Tabut Perjanjian. Pada hari ketujuh setelah mereka mengelilingi tembok sebanyak tujuh kali hari itu, Yosua memerintahkan orang-orangnya untuk meniup terompet mereka yang terbuat dari tanduk domba jantan dan bersorak riuh. Lalu runtuhlah tembok benteng kokoh itu (Yosua 6: 20).

Rahab Sang Pahlawan Iman

Rasul Paulus menyebut Rahab sebagai salah satu dari saksi iman di Ibrani 11. Rahab menjadi satu-satunya wanita yang namanya disebut Paulus sebagai salah satu saksi iman di pasal itu.

Pertanyaannya adalah bagaimana orang Yahudi umumnya memandang Rahab sebagai orang asing yang memiliki profesi sebagai pelacur? Meskipun ia berjasa pada Israel?

Para rabi Yahudi meyakini bahwa peristiwa runtuhnya tembok Yerikho membuat Rahab berubah. Ia tidak saja melepaskan kepercayaan kafir tetapi juga profesinya sebagai pelacur. Sehingga Rahab dan keluarganya bisa tinggal dengan damai di tengah-tengah bangsa Israel. Hal tersebut sesuai dengan apa yang tercatat dalam Yosua 6:25.

Peneliti Sejarah Alkitab menambahkan bahwa pasti terjadi proses naturaliasasi yang pasti, dalam arti Rahab dan keluarganya beriman kepada Tuhan Allahnya Israel dan mereka hidup dengan tradisi Yahudi. Sehingga tidak mengherankan ia memiliki suami Yahudi bernama Salmon. Nama Salmon inilah yang bersanding dengan Rahab yang tercatat sebagai bagian dari silsilah Raja Daud dan Yesus Kristus (Matius 1: 5).


Baca juga: #FaktaAlkitab: Delila, Wanita Pujaan Simson yang Menggairahkan dan Berbahaya

Sumber : jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami