Diizinkan Alami Covid-19, Richard Tulenen Pakai Kesempatan Layani Pasien Lain

Diizinkan Alami Covid-19, Richard Tulenen Pakai Kesempatan Layani Pasien Lain

Lori Official Writer
360

Awal tahun 2020 adalah masa-masa yang paling mengejutkan bagi dunia, khususnya Indonesia. Sejak bulan Februari 2020 virus Covid-19 telah terdeteksi masuk ke Indonesia. 

Keterbatasan alat dan penanganan pun membuat penyebaran virus Covid-19 tak lagi terbendung. Satu per satu masyarakat Indonesia dinyatakan positif. Bahkan seolah tak pandang usia, virus ini terus menyerang mereka yang mengalami kontak langsung dengan penderita.

Kondisi inilah yang sempat dialami oleh Richard Tulenen, seorang pemuda yang bekerja sebagai hamba Tuhan. Dia adalah salah satu mantan pasien Covid-19.

Pada bulan April 2020, Richard dinyatakan positif setelah menjalani pemeriksaaan SWAB. Setelah dinyatakan positif dia dan beberapa rekan lainnya langsung dilarikan ke pusat penanganan pasien Covid-19 di Wisma Atlet.

Fenomena virus baru ini memang membuat banyak orang ketakutan. Karena banyaknya pasien yang berujung meninggal dunia. Rasa takut ini pula yang menyerang pikiran Richard Tulenen.

“Saya mulai merasa takut, gelisah bahkan depresi. Dalam pemikiran saya, kalau sudah positif pasti kita akan meninggal atau sakit parah. Perasaan-perasaan takut itu muncul, terutama perasaan dendam dan emosi kepada Tuhan,” ungkapnya.

Ya, saat dinyatakan positif Richard benar-benar tidak menyangka jika Tuhan justru mengizinkan situasi tersebut terjadi kepadanya. Apalagi mengingat bahwa dia adalah seorang hamba Tuhan yang begitu mengasihi Tuhan.

“(Aku) Punya pemikiran bahwa kenapa semakin dalam kita mengikut Tuhan, semakin intim kita dengan Tuhan, semakin kita dicobai bahkan diberi proses dalam pencobaan yang menyakitkan,” terangnya.

Richard pun mencoba untuk mencerna kondisi yang terjadi kepadanya. Berulang kali dia bertanya-tanya kenapa Tuhan mengizinkan dia harus terkena Covid-19.

“Waktu hari pertama di Wisma Atlet, saya merasakan kayaknya sebentar lagi hidup saya udah gak ada. Saya akan dipanggil Tuhan,” jelasnya.

 

Baca Juga: Meski Patah Tulang Belakang, Laura Aurelia Dinda Justru Bisa Raih Juara Dunia

 

Namun semakin rasa takut itu menyerang, semakin kuat pula Richard berusaha untuk melawannya. Dia pun mendorong dirinya untuk membangun mezbah penyembahan dan juga doa. Walaupun pada kenyataannya, hal itu tidak mengusir ketakutan di dalam dirinya sepenuhnya. 

“Saya semakin takut, semakin merasa kayaknya udah gak ada jalan keluar. Sampai pada akhirnya saya mendapatkan sebuah kekuatan baru dari salah satu hamba Tuhan melalui pesan video,” jelasnya.

 

Terinspirasi Untuk Bertindak

Melalui pesan video tersebut, Richard mengalami satu cara pandang yang baru. Dia justru terinspirasi untuk melakukan sesuatu melalui keadaan yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidupnya.

“Di dalam video itu, Hamba Tuhan itu bilang, “Ini kesempatan buat kita aanak-anak sekolah Alkitab buat melayani orang-orang yang ada di Wisma Atlet. Karena seorang pendeta sekalipun gak bisa masuk ke dalam rumah sakit itu, tapi kita yang berlatar belakang Teologia bisa masuk dan tinggal di dalam Wisma Atlet,” ungkapnya.

Pemahaman baru inilah yang membantu Richard menghadapi ketakutannya. Dia juga menjaga pikirannya supaya tetap positif, bahwa Tuhan punya tujuan menempatkannya di sana.

Dia pun tergerak untuk memotivasi pasien-pasien Covid-19 lainnya di Wisma Atlet, mengingatkan mereka untuk tidak takut dan tetap berpikiran bahwa Tuhan punya maksud baik di balik keadaan yang mereka alami.

“Dan respon mereka juga baik. Karena mereka merasa dikuatkan, mereka merasa ada semangat baru dan disitu saya mulai berfikir kalau Tuhan punya rencana yang baik dan ini rencana baik bagi saya diutus ke tempat ini (Wisma Atlet),” jelasnya.

 

Baca Juga: Terlahir Cacat Penglihatan Tak Halangi Jordy Wong Sidharta Capai Sukses di Usia Muda

 

Dinyatakan Negatif  

Setelah menjalani isolasi selama 14 hari di Wisma Atlet, Richard pun dinyatakan negatif melalui hasil SWAB. 

Lewat pengalaman selama dua minggu tersebut, dia belajar banyak hal tentang iman. Dia juga begitu bersyukur karena Tuhan mengizinkan keadaan tersebut terjadi untuk mendatangkan kebaikan.

“Melalui pengalaman yang saya rasakan, saya mulai mengerti bahwa Tuhan tetap menolong saya. Tuhan gak meninggalkan saya seperti yang Tuhan bilang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8: 28).”

Rasa takut adalah perasaan normal yang dialami semua manusia. Tapi bukan berarti rasa takut tersebut membuat kita kehilangan kehendak Tuhan. Melalui kesaksian Richard, kita belajar bahwa jika Tuhan mengizinkan hal yang buruk terjadi atas hidup kita bukan berarti Dia ingin menghancurkan hidup kita. Sebaliknya, melalui masa-masa sulit dan berat Tuhan mau kita bisa memahami gambaran besar yang sudah Dia cetak atas hidup kita. 

 

Apakah kamu diberkati dengan kisah kesaksian ini? Jangan simpan untuk dirimu sendiri, mari ikut membagikan kesaksian ini kepada orang lain. 

Atau jika kamu saat ini sedang mengalami ketakutan dan butuh dukungan doa, segera hubungi tim Sahabat 24 kami di Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/yjInginDidoakan.

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami