3 Kisah Haru di Kala Banjir, Dari Melahirkan Hingga Menikah di Tengah Genangan Air

3 Kisah Haru di Kala Banjir, Dari Melahirkan Hingga Menikah di Tengah Genangan Air

Lori Official Writer
360

Sebagian besar wilayah Jabodetabek terendam banjir. Tingginya curah hujan sejak Sabtu malam menjadi penyebab utamanya.

Bencana inipun menyebabkan banyak kerugian bagi sebagian warga yang terdampak. 

Dari sekian banyaknya kisah menyayat hati akibat banjir ini, terdapat tiga kisah haru yang dialami korban banjir Jabodetabek, diantaranya:

1. Melahirkan Saat Dievakuasi Dari Banjir

Seorang wanita bernama Rita Novitasari (40), warga Mustika Park Place, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi ini harus terpaksa melahirkan di tengah banjir. Untuknya dalam kondisi sulit tersebut, Rita bisa melahirkan bayinya dengan selamat di sebuah warung kopi saat sedang di evakuasi.

Kondisi ini terjadi saat banjir besar menerjang sekitar kompleks perumahannya pada Sabtu, 2 Februari 2021 lalu. Saat itu Rita sudah mulai merasakan kontraksi. Sehingga dia dan suami sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Sayangnya, banjir sudah memenuhi jalanan di depan kompleks perumahan mereka. Mobil mereka pun ikut terjebak di tengah banjir dan sehingga memaksa mereka untuk berjalan kaki menerjang banjir.

Meskipun mereka berhasil tiba di rumah sakit, namun Rita tidak segera ditangani oleh pihak rumah sakit. Malahan mereka diminta kembali pulang karena waktu bersalin diprediksi baru akan berlangsung dua atau tiga hari lagi. Di tengah perjalanan pulang, rasa sakit kembali dialami Rita hingga memaksanya untuk mencari klinik bersalin terdekat. Sayangnya akses ke klinik ditutup banjir.

Rita pun akhirnya digotong ke sebuah warung kopi. Sejumlah warga pun membantu mencarikan orang yang memiliki keahlian bersalin. Sayangnya tak satu orangpun warga memiliki kemampuan tersebut sehingga memaksa beberapa perempuan membantu proses persalinan tersebut dengan seadanya. 

Dengan didampingi sang suami, Rita pun akhirnya melahirkan bayinya dengan selamat. 

Tentu saja ini adalah pengalaman yang tak akan terlupakan bagi Rita dan keluarga. Banjir yang merendam sejumlah wilayah di kota Bekasi memang terbilang parah. Sehingga kondisi ini tak luput dari berbagai kisah haru yang penuh perjuangan.

 

Baca Juga: Banjir Datang Hingga Seatap Rumah, CBN & OBI Bergerak Salurkan Bantuan

 

2.  Supir Ojol Terjang Banjir Demi Antar Pesanan

Seorang supir ojol nekad menerjang banjir demi mengantar pesanan. Hal ini dilakukan oleh Yudhi ketika banjir mengepung kawasan RSAL Mintohardjo pada Sabtu, 20 Februari 2021. 

Alamat pemesan sendiri berada 100 meter dari di tengah genangan air. Sehingga dia terpaksa harus menerjang banjir yang tingginya sudah mencapai sepinggang.

Hal serupa juga dia lakukan kepada pemesan lain yang juga terjeba banjir di pemukimannya. Dia dengan rela mengantarkan pesanan tanpa memikirkan dirinya sendiri. 

“Saya enggak mikirin celana, yang penting barang sudah sampai,” katanya. 

Di tengah banjir yang menerjang wilayah Jabodetabek, sejumlah orang tentu saja akan terjebak di rumah. Tanpa perbekalan yang cukup, untungnya masih ada supir ojol yang mau membantu dengan rela menerjang banjir untuk membawa pesanan.

3. Menikah di Tengah Banjir

Tak seorang pun yang berencana menikah di tengah musibah banjir. Demikian pula dengan pasangan Rizka Arwina dan Fadly Yansyah. Mereka terpaksa harus melanjutkan pernikahannya lantaran banjir tiba-tiba menerjang lokasi pernikahan mereka.

Pernikahan keduanya digelar di rumah pengantin perempuan di Jalan Pulau Timor, Perumnas III, Kelurahan Aren Jaya Pulau Timor, Perumnas III, Bekasi Timur. Sayangnya satu hari sebelum pernikahan, cuaca berubah menjadi hujan deras dan menyebabkan di sekitar kediaman pengantin perempuan terendam banjir. 

Sejak subuh Rizka sudah mulai gusar karena takut orang-orang yang terlibat untuk pernikahannya tidak bisa hadir karena terjebak banjir. Untuknya semua acara berjalan dengan lancar, baik pengantin laki-laki, penghulu hingga orang penting lainnya bisa hadir di tengah pernikahan tersebut. 

Momen inipun dianggap cukup berkesan bagi kedua mempelai. Sehingga keduanya mengabadikan foto bersama di tengah genangan air dengan berpakaian pangantin. 

Kisah pernikahan di tengah banjir inipun menjadi viral dan banyak mengundang perhatian dari netizen. Sebagian besar diantaranya memberikan dukungan besar kepada pengantin.

Terkait banjir saat ini, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini telah melakukan peninjauan ke 10 titik banjir di Bekasi-Karawang, Jawa Barat pada Minggu, 21 Februari 2021. Berdasarkan informasi yang diberitakan, Risma mengunjungi beberapa lokasi pengungsian korban banjir, salah satunya di Desa Tanjung Mekar, Kabupaten Karawang.

Kemensos pun membagikan kebutuhan logistic kepada para pengungsi yang harus tidur di pinggir jalan. Diantaranya makanan siap saji, makanan anak, selimut, kasur, perlengkapan anak dan tenda gulung.

Risma sendiri memastikan semua korban banjir akan mendapatkan bantuan logistic yang dibutuhkan selama di tempat pengungsian.

Sebagai sesama saudara, mari ikut mengulurkan tangan untuk membantu korban banjir di Jabodetabek dengan #BeraniBergerak bersama CBN-OBI untuk menolong dan menyatakan kasih kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir saat ini. Salurkan donasi Anda untuk tanggap bencana banjir ini melalui  BCA 522.0309.446 a/n Yay. Cahaya Bagi Negeri Indonesia. Pastikan memasukkan kode 208 di jumlah sumbangan Anda (Contoh Rp.100.208,-), sebagai komfirmasi untuk sumbangan kemanusiaan. Jika Anda memiliki pertanyaan, hubungi kami di nomor 081770096911.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami