Bejana Tanah Liat Untuk Tujuan Mulia dan Tidak Mulia, Yang Manakah Kamu?

Bejana Tanah Liat Untuk Tujuan Mulia dan Tidak Mulia, Yang Manakah Kamu?

Lori Official Writer
349

Sebagai orang percaya, Tuhan memanggil kita untuk menjadi bejana bagi-Nya. Orang Kristen pasti sudah sering mendengar kata ‘bejana’ di dalam Alkitab. Lalu apa sih arti dipanggil menjadi bejana untuk Tuhan?

Mari membaca ayat ini:

Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. - 2 Timotius 2: 20-21

Ayat ini mengingatkan kita bahwa hidup kita ibarat perabot. Namun bagi Tuhan perabot ini memiliki dua jenis menurut fungsinya yaitu untuk maksud yang mulia dan yang kurang mulia. 

Kita adalah bejana tanah liat di tangan Tuhan (Yeremia 18: 3-6).Tapi apakah Tuhan memakai kita sebagai bejana tanah liat untuk tujuan mulia? Apakah bejana kita diisi oleh harta karun dari Tuhan (2 Korintus 4: 5-12)?

Kita hanya akan menjadi bejana tanah liat yang berharga ketika kita dibentuk dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Kita memang bisa menjadi bejana tanah liat biasa, tapi tanpa Roh Kudus hidup kita hanya akan digunakan untuk tujuan yang tidak mulai. Dalam artian, kita akan cenderung hidup dalam karakter yang buruk, rentan jatuh dalam dosa dan kehilangan fungsi sesungguhnya.

Karena itulah kita butuh penebusan di dalam Tuhan. Sehingga kita kembali menemukan fungsi sejati kita dalam hidup yaitu diisi oleh harta karun ilahi.

Tuhan bisa memakai kekacauan yang kita buat dalam hidup untuk kemuliaan-Nya (2 Korintus 12: 8-10). Jika kita sudah menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat, kita akan memperoleh penebusan itu. Sehingga terang Kristus akan bersinar melalui kita dan saat orang lain melihat bagaimana hidup kita diubahkan dan bahkan semua kesalahan kita telah dibersihkan, mereka sendiri akan menyaksikan dan percaya kuasa Tuhan atas hidup kita.

Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. - 2 Korintus 4: 5-7

Di dalam Alkitab, salah satu bejana yang dipakai untuk kemuliaan Tuhan adalah Maria, ibu Yesus. Dia menjadi sosok yang sangat terbuka dengan kehendak Tuhan walaupun risikonya dia pasti akan menghadapi masalah sulit baik dengan tunangannya Yusuf, keluarga bahkan lingkungan sosialnya. Sebagai seorang perawan yang berjanji untuk menikahi Yusuf, kehamilannya sebelum menikah bisa menyebabkan skandal (Matius 1: 18-25). Tapi respon yang disampaikan Maria kepada malaikat itu sungguh menakjubkan.

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. - Lukas 1: 38

Tentu saja keterbukaan Maria untuk menerima kehendak Tuhan atas hidupnya adalah tindakan yang patut diapresiasi. Maria sama sekali tidak ragu, tidak merasa dirinya tidak pantas dan tidak mencoba untuk lari dari panggilan tersebut. Dia mau dipakai sebagai bejana tanah liat Tuhan untuk tujuan mulia. 

 

Baca Juga: Dunia Sedang Mencari Jawaban, Siapkah Kamu Dipakai Tuhan Sebagai BejanaNya?

 

Apakah kamu merasa bahwa kamu belum memberikan hidupmu sebagai bejana tanah liat di tangan Tuhan? Apa yang menjadi penghalang terbesarmu untuk tidak menjadi apa yang Tuhan kehendak? 

Saat kita bersedia untuk dipakai Tuhan, maka hidup kita akan berjalan seiring dengan tujuannya Tuhan. Bukan hanya itu, Tuhan sendiri yang akan mengisi hidup kita dengan harta karun ilahi.

Hari ini, ambil komitmen di hadapan Tuhan untuk memberikan hidupmu sepenuhnya untuk dipakai Tuhan. Sesulit apapun itu, percayalah Tuhan akan selalu memberikan pertolongan dan penyertaan.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami