Apa Kata Alkitab Tentang Cemburu Tanda Cinta? Bagaimana Cara Mengatasi Cemburu

Apa Kata Alkitab Tentang Cemburu Tanda Cinta? Bagaimana Cara Mengatasi Cemburu

Claudia Jessica Official Writer
387

Setiap orang pasti pernah merasakan cemburu. Bahkan, banyak orang mengatakan bahwa cemburu adalah tanda cinta. Rasa cemburu yang berlebihan dapat membuat seseorang berbuat nekat dan berakibat fatal seperti pertengkaran, perkelahian, perceraian, hingga kejahatan seperti pembunuhan.

Keluaran 34: 14 mencatat bahwa cemburu tidak hanya dirasakan oleh manusia, tapi juga oleh Tuhan.


Jika kamu lebih suka menonton, simak penjelasan lengkapnya DI SINI.


Perbedaan cemburu Tuhan dan cemburu manusia

Kata cemburu yang tertulis di Keluaran 34: 14 dan Keluaran 20: 5 mengggunakan kata Ibrani Qanna-‘Ah yang berasal dari kata Qanna’ yang berarti iri, dengki, cemburu, bersemangat.

Tuhan memiliki cinta yang sempurna dan tak terhingga bagi manusia sehingga Ia tidak ingin perhatian manusia teralihkan kepada hal lain, atau berhala.

Ketika manusia melakukan penyembahan berhala, artinya kita telah mengkhiatanati Allah dan melanggar perjanjian dengan-Nya.

Sedangkan rasa cemburu yang dirasakan manusia muncul dari cinta yang terbatas, rasa tidak aman, tidak percaya diri, takut kehilangam, trauma masa lalu hingga berbagai imajinasi yang muncul di kepala kita.

Cemburu dalam Bahasa Inggris ialah “Jealous” yang berarti cemburu dan “Envy” yang berarti iri hati. Sifat ini menunjukkan bahwa manusia hidup secara duniawi. Yakobus 3: 16 menjelaskan bahwa rasa iri dan cemburu mampu memicu kekacauan dan berbagai tindakan jahat.

“Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.”

Jangan biarkan cemburu dan iri hati menguasai jiwa kita. Cemburu dan iri hati mampu merusak kesehatan kita. Jiwa merasa tertekan, stres, hingga jatuh sakit (Amsal 14: 30).


Baca juga:

Racun Mematikan Bernama Kepahitan dan Kecemburuan

Cemburu Dianggap Jadi Bumbu Cinta, Yuk Simak Kata Alkitab Bersama Ps. Raditya Oloan!


Paulus menegaskan dalam 1 Korintus 13: 4-7, “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”

Jadi, cara mengatasi rasa cemburu adalah dengan mengasihi orang tersebut dengan kasih sejati, yaitu Kasih Tuhan. Kita bisa mengasihi seseorang tanpa syarat hanya dengan Kasih Tuhan.

Manusia harus memiliki iman, pengharapan, dan yang terutama ialah kasih.

Apakah kamu mau mengalami kasih sejati dan menjadi saluran bagi kasih Tuhan untuk orang lain dan orang yang kamu cintai?

Buka hatimu untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, mengakui-Nya dan menjadikan Dia sebagai penguasa tunggal dan satu-satunya dalam hidupmu.

Jika kamu sudah mengalami kasih Yesus dalam hidupmu, langkah selanjurnya adalah membangun rasa aman di dalam Yesus Kristus dan bukan kepada manusia atau hal lainnya.

Berpijak pada kebenaran, bukan pada rasa curiga atau perkataan orang lain sehingga kamu tidak akan terbakar oleh api cemburu dan yang terakhir, cintailah pasanganmu dengan tulus.

Jika saat ini kamu masih bergumul dengan rasa cemburu dan membutuhkan dukungan untuk mengatasi hal ini, hubungi konselor sahabat 24 kami. Mereka siap untuk mendengarkan masalahmu dan berdoa hingga kamu menemukan jalan keluar masalahmu dalam pimpinan Tuhan.

Hubungi WA: 0822 1500 2424 atau klik http //bit.ly/inginKonseling

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami