Biar Gak Menyimpang, Ini Alasan Penting Orangtua Bangun Hubungan Akrab Dengan Anak

Biar Gak Menyimpang, Ini Alasan Penting Orangtua Bangun Hubungan Akrab Dengan Anak

Lori Official Writer
462

Baik buruknya karakter anak saat dalam fase remaja hingga dewasa ditentukan dari seberapa cukup kasih sayang yang mereka dapatkan di masa kanak-kanaknya.

Ada banyak anak remaja yang mulai memberontak dan melakukan hal-hal buruk di luar rumah, mulai dari ikut-ikutan pergaulan buruk, menjadi keras kepala dan selalu menentang aturan orangtua. Parahnya, ada banyak anak remaja yang memilih jalan yang salah, seperti menjadi anak nakal dan hidup dalam pergaulan bebas.

Tentu saja mendidik anak adalah tantangan besar bagi orangtua. Apalagi di zaman sekarang dimana orangtua sendiri diperhadapkan dengan segudang beban pikiran yang menyebabkan stress dan frustrasi. Pastilah tak mudah untuk bisa memberikan yang terbaik untuk anak saat berada dalam tekanan.

Meski begitu risiko dari mengabaikan anak justru jauh lebih besar. Seperti yang disebutkan di atas bahwa siapa anak di usia remaja dan dewasanya ditentukan dari pola didik di masa kanak-kanaknya.

Hal inilah alasan mengapa penting sekali membangun hubungan baik antara orangtua dan anak baik secara fisik, emosional maupun sosial. Ketiga ikatan hubungan ini sangat berdampak pada kepribadian, pilihan hidup dan bahkan perilaku anak secara keseluruhan.

Berikut beberapa manfaat penting dari membangun hubungan baik antara orangtua dan anak.

1. Anak yang tumbuh dibesarkan dengan penuh kasih sayang dari orangtua akan membuat anak merasa dicintai dan hidup lebih bahagia. 

2. Anak yang dididik dengan karakter yang baik akan mampu mengendalikan emosinya ketika berada dalam situasi yang sulit.

3. Hubungan yang baik antara orangtua dan anak akan membentuk anak tumbuh lebih cerdas.

4. Orangtua yang sering memberikan dukungan kepada anak akan bertumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan optimis.

5. Hubungan baik antara orangtua dan anak akan berkontribusi mendorong perkembangan keterampilan anak. 

Lalu pertanyaannya, ‘Apa hal strategis yang orangtua bisa lakukan untuk membangun hubungan baik dengan anak?’

 

Baca Juga: Tantangan Dunia Remaja Itu Nyata, Orangtua Kristen Wajib Lakukan Peran Ini...

 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua, diantaranya:

1. Luangkan waktu lebih banyak dengan anak

Bangun komunikasi yang intens dengan anak. Jangan lupa selalu usahakan untuk membangun komunikasi yang hangat, mulai dari cara bicara yang baik, ekspresi dan reaksi yang penuh kasih. 

2. Didik dengan aturan dan batasan

Mendisiplinkan anak bukan berarti memperlakukan anak dengan keras. Setiap proses disiplin biasanya bertujuan untuk membentuk kebiasaan dan karakter yang baik. Hal ini juga berlaku untuk anak. Jadi sejak kecil, terapkanlah aturan-aturan yang jelas dan dipahami oleh anak dan ingatkan mereka soal batasan-batasan tindakan maupun perilaku yang bisa dilakukan.

3. Jadilah pendengar yang baik untuk anak

Anak adalah makhluk yang punya segudang cerita untuk dibagikan. Dan orangtua harus selalu bersedia menjadi pendengar yang baik. 

Orangtua perlu memposisikan diri sama dengan anak. Sehingga anak merasa dihargai dan tahu jika orangtuanya benar-benar memahami dunianya.

4. Jadi pemberi solusi

Orangtua bukan orang yang harus didengarkan atau dipatuhi sepanjang waktu.

Justru sebaliknya, orangtua harusnya berperan sebagai penasihat. Kapanpun anak membutuhkan solusi, saran atau kapanpun anak menghadapi masalah, orangtua bisa jadi pemecah masalah.

 

Baca Juga: 5 Tips Parenting Dari Yosi Mokalu, Parents Catat Ini!

 

Masa-masa di rumah adalah masa yang paling berhargai untuk membangun hubungan baik ini.  Dan untuk memperkuat ikatan orangtua dan anak, lakukanlah 5 hal ini bersama anak di rumah.

Pertama, selalu ucapkan cinta kepada anak. Waktu bangun tidur, waktu berpapasan di ruang tamu ataupun waktu akan berangkat kerja, ucapkanlah kata cinta kepada anak.

‘Papa /mama sayang kamu dek/kak’

‘Papa/mama selalu ada buat kamu dek.’

Mengucapkan kata cinta hanya sesederhana itu kok!

Kedua, perbanyak waktu bermain. Saat berada di rumah, usahakan untuk mengajak anak bermain. Permainan apapun itu, buatlah anak merasa terhibur dan semakin dekat dengan orangtua.

Ketiga, habiskan waktu beberapa saat dengan setiap anak. Untuk menjadi teman yang baik untuk anak, orangtua perlu membuat anak terbuka sepenuhnya. Caranya? Ambil waktu berdua-dua dengan anak. Mungkin kamu punya empat atau lima anak, mulailah mengambil waktu sendiri-sendiri dengan mereka secara bergantian.

Lalu mulai selami pemikira, permasalahan dan perkembangan mereka lewat waktu-waktu berkualitas tersebut.

Keempat, berikan dukungan nyata. Mungkin anak sedang kesulitan menyelesaikan tugas sekolahnya. Saat itulah ayah atau ibu perlu menunjukkan dukungan nyata. Misalnya, membelikannya es krim untuk merelaksasi pikiran. Atau bahkan terlibat membantunya menyelesaikan tugas tersebut.

Hal-hal sederhana ini menjadi bentuk dari kasih nyata orangtua kepada anak. Dengan itu, anak akan menyadari bahwa dia begitu dikasihi. Dengan mendapatan kasih yang cukup inilah, perilaku, karakter dan emosi anak akan terbentuk ke arah yang baik.

Mari belajar untuk mengasihi anak sejak mereka masih kecil. Jangan sia-siakan masa-masa emas mereka dengan mengabaikan kebutuhan anak secara fisik, emosional dan sosial.

 

Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. (Amsal 22:6)

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami