5 Tips Parenting Dari Yosi Mokalu, Parents Catat Ini!

5 Tips Parenting Dari Yosi Mokalu, Parents Catat Ini!

Lori Official Writer
330

Seperti kebanyakan orangtua sadari, proses pengasuhan adalah hal yang sulit. Tapi bukan berarti tidak bisa! 

Berkaca dari proses pengasuhan yang diterima dari orangtuanya, sebagai seorang ayah dari dua anak Yosi Mokalu pun berbagi tentang proses parenting yang diterapkannya kepada kedua buah hatinya yaitu Rianna dan Ruben Mokalu. 

Berikut 5 tips parenting dari Yosi Mokalu yang patut parents catat!

1. Menjadi pendukung bagi Anak 

Sebagai seorang ayah, Yosi mengaku perlu untuk menerapkan pola asuh yang sudah dia terima dari orangtuanya. Seperti dalam hal menjadi pendukung bagi anak.

Jika dulu orangtuanya memberikan Yosi kesempatan untuk memilih dunia hiburan sebagai jalan hidupnya, maka hal yang sama juga dia terapkan kepada kedua buah hatinya. Dia sama sekali tidak mau memaksakan keinginannya sendiri kepada anak, sekalipun itu untuk kebaikan anak. 

Baik Rianna dan Ruben diberikan kebebasan untuk memilih apa yang mereka suka.

“Saya mau mereka punya pilihan dan rasa percaya diri dengan apa yang mereka pilih. Kan Tuhan juga bersama dengan mereka, bukan cuma bersama dengan saya. Jadi, saya cuma mengajarkan mereka biasanya adalah pagarnya. Jadi pagar-pagar inilah ketika mereka tidak lagi bersama orangtua, mereka tahu pagernya. Mereka tahu bagaimana mereka merespon segala sesuatu,” ungkap Yosi.

Menurut Yosi, dengan membebaskan seorang anak menentukan pilihannya maka anak akan belajar untuk menjadi dewasa.

2. Ajarkan Strong Heart ke Anak

Selain menjadi pendukung penuh bagi anak, Yosi juga tak lupa mengajarkan tentang hal-hal mendasar bagi kedua buah hatinya. Salah satunya adalah soal memiliki keteguhan hati (strong heart).

“Saya pernah nanya (ke Ruben), apa yang ayah pernah nasihat strong heart itu berguna untuk kamu? It is, dia bilang begitu.  Karena dia hidup di masa-masa dimana temannya banyak yang suka nge-bully, bukan cuma ke dia.  Teman-temannya tuh becandanya saling nge-bully. Tapi kalau mereka gak punya strong heart mereka jadi gampang depresi, gampang stress, gampang kecewa, gampang nangis, terus gampang merasa dikucilkan,” jelasnya.

Yosi menegaskan bahwa strong heart penting diajarkan kepada anak karena dengan itulah mereka bisa belajar mengenal identitasnya sebagai pribadi yang dikasihi baik oleh orangtua begitu juga Tuhan.

3. Tunjukkan Kasih 

Sebagai pribadi yang dekat dengan Tuhan, Yosi juga ingin anak-anaknya mengalami kasih Tuhan secara pribadi. Dan untuk memperkenalkan hal tersebut, Yosi melakukannya dengan teladan hidup. Bagaimana dia bertindak, berbicara dan memperlakukan anak-anaknya.

“Saya rajin tuh memeluk anak saya. Ngomong ‘I love you’. Saya peluk dia. Habis saya marahin saya bilang, ‘You know I love you. I don’t like doing this.’ Jadi make sure dia merasa dikasihi,” terangnya.

4. Nasihati dari eye to eye

Menurut Yosi, anak akan sangat mudah menerima nasihat dari orantua jika hal itu dilakukan secara eye to eye. Artinya, memakai bahasa yang sama dan mudah dipahami oleh anak akan membuat mereka lebih mudah menerima nasihat yang disampaikan.

“Yang suka di-skip sama orangtua adalah mengerti mereka sehingga bahasa menjadi gak sama. Cuma bisa ngelarang. Sedangkan yang mereka butuh bukan larangan. Reasonnya why? Why-nya yang mereka butuh, bukan larangannya. Kamu jangan gini, kamu jangan gitu. Ya kenapa? Orangtua banyak gak bisa menjelaskan,” ungkapnya.

5. Tunjukkan pengakuan

Selain itu pengakuan juga perlu dilakukan oleh orangtua. Karena ada banyak orangtua yang bertindak jauh berbeda dengan tindakan. Sehingga orangtua tidak lagi menjadi teladan di mata anak.

“Jadi anak butuh reason dan kerendahan hati dari orangtua untuk mau mengajarkan mereka,” terangnya.

Sebagai orangtua, apakah kamu sudah menerapkan 5 hal di atas saat mengasuh anak? Yuk mulai perbaiki tindakan dan sikap apa saja yang selama ini keliru diterapkan dalam mendidik anak.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami