Kenya, Negara Kristen yang Masuk Daftar 50 Negara Paling Tak Ramah Kristen. Kok Bisa?

Kenya, Negara Kristen yang Masuk Daftar 50 Negara Paling Tak Ramah Kristen. Kok Bisa?

Lori Official Writer
540

Open Doors, organisasi Kristen yang fokus terhadap praktik penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di seluruh dunia, mempublikasikan daftar 50 negara teratas yang paling tidak ramah Kristen.

Open Doors menemukan bahwa lima diantaranya adalah negara Afrika. Salah satunya adalah Kenya yang menduduki posisi 49. Uniknya, meskipun Kenya adalah negara dengan penduduk mayoritas Kristen, tingkat penganiayaan terhadap orang Kristen justru terus bertambah di negara ini. 

Penganiayaan di negara ini kebanyakan dialami oleh mereka yang memutuskan pindah dari keyakinan lamanya dan menjadi Kristen. Biasanya mereka yang melakukan penganiayaan justru orang-orang terdekat, seperti keluarga dan kerabat. 

“Penelitian kami mengungkapkan bahwa orang Kristen diserang dan dipaksa meninggalkan desa mereka, dan kelompok ekstremis al-Shabab menyusup ke desa untuk memantau aktivitas orang Kristen di sana,” demikian ditulis dalam laporan Open Doors.

Bagi orang Kristen yang tinggal di beberapa wilayah lain, kehidupan sehari-hari mereka dipenuhi oleh tekanan. Sementara di wilayah yang dikuasai oleh kelompok ekstrimis al-Shabaab, gereja dan komunitas Kristen kerap menjadi sasaran penyerangan.

Sementara tiga negara Afrika lain yang juga tidak ramah Kristen adalah negara Somalia (urutan 3), Libya (urutan 4) dan Eritrea (6) dan Nigeria (9).

 

Baca Juga: Jelang Natal, Serangan Teroris di Kenya dan Somalia Meningkat Sebabkan Belasan Orang Tewas 

 

Di Somalia, Open Doors mengungkapkan bahwa orang Kristen tidak bisa mengungkapkan iman mereka secara bebas kepada orang lain dan bahkan kegiatan ibadah pun dilarang keras.

“Jika ada warga Somalia yang dicurigai masuk Kristen, mereka sedang dalam bahaya besar. Anggota keluarga, kerabat atau komunitas mereka akan melecehkan, mengintimidasi, atau bahkan membunuh mereka. Wanita mungkin diperkosa dan dimikahi secara paksa,” ungkap Open Doors.

Namun penganiayaan yang tak kalah mengerikan terjadi di Nigeria. Di bawah kekuasaan Boko Haram, umat Kristen kerap menjadi sasaran. Banyak orang Kristen yang dibunuh karena mempertahankan imannya. Mereka juga kerap merampas barang milik warga dan mengambil semua sumber kehidupan mereka.

Sementara orang Kristen dari denominasi non-tradisional juga menghadapi penganiayaan besar di Eritrea, baik itu dari pemerintah maupun Gereja Ortodoks Eritrea (EOC), satu-satunya denominasi gereja yang diakui oleh pemerintah.

Biasanya petugas keamanan akan memantau panggilan telepon, mengamati aktivitas dan melakukan penggerebekan kepada orang-orang Kristen, menyita bahan materi dan merusak gereja mereka.

Namun upaya sebesar apapun yang sudah dilakukan oleh PBB, kasus penganiayaan yang termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia ini masih tetap saja terjadi di Eritrea.

Penganiayaan terhadap umat Kristen di berbagai negara adalah hal yang nyata terjadi. Bahkan tanpa disadari, kita juga mungkin sedang mengalaminya di lingkungan kita saat ini. Dan seburuk apapun itu, mari tetap meminta kekuatan dari Tuhan untuk tetap bertahan dalam iman.

Sumber : Monitor.com
Halaman :
1

Ikuti Kami