Demi Trump Tetap Presiden, Pendukung Fanatik Lakukan Pawai, Doa dan Puasa

Demi Trump Tetap Presiden, Pendukung Fanatik Lakukan Pawai, Doa dan Puasa

Puji Astuti Official Writer
770

Pendukung fanatik Presiden Amerika Serikat Donald Trump lakukan pawai, doa dan puasa dengan harapan mukjizat bagi Trump mempertahankan kursi kepresidenan bisa terjadi. Hal ini dilakukan di tengah sengitnya kampanye pemilihan anggota senat Amerika.

Penyelenggara pawai ini adalah organisasi Jericho March, yang mengajak para "patriot, orang beriman dan semua yang ingin mengambil kembali Amerika" untuk pergi ke Washington dan bergabung dalam pawai pada Selasa dan Rabu  untuk membalikkan hasil pemilihan presiden yang sudah selesai Desember 2020 lalu. 

Dalam pawai ini mereka akan meniup shofar, dan mengelilingi gedung Mahkamah Agung Amerika sebanyak tujuh kali, mengikuti kisah Alkitab bagaimana Israel meruntuhkan tembok Yerikho. Mereka berencana melakukan hal yang sama di sekitar gedung US Capitol pada hari Rabu. 

Sebelumnya pada Senin (4/1/2021) lalu Presiden Trump masih mengklaim bahwa dirinya memenangkan pemilu presiden lalu. 

"Faktanya kita memenangkan pemilihan presiden, kita menang besar. Dan kita akan menang besok," demikian pernyataan Trump pada kampanye luar ruangan Senin malam. "Demokrat mencoba mencuri Gedung Putih. Anda tidak bisa membiarkan mereka mencuri Senat."

Para demonstran juga akan berdoa agar Wakil Presiden Mike Pence dan anggota Kongres menolak daftar pemilih dari Arizona, Michigan, Wisconsin, Georgia, dan Nevada, di mana loyalis Trump mengklaim ada kecurangan pemilu yang merajalela.

Namun hasil pengadilan di negara bagian tersebut, bersama dengan pengadilan federal, termasuk Mahkamah Agung AS, telah menolak serangkaian tuntutan hukum yang diajukan oleh pendukung Presiden Donald Trump, yang memutuskan bahwa tidak ada bukti kecurangan pemilu. Mantan Jaksa Agung AS William Barr mengatakan kepada Associated Press pada awal Desember bahwa Departemen Kehakiman tidak menemukan bukti kecurangan pemilu berskala luas.

Berdoa dan puasa untuk kesejahteraan bangsa dan negara tentu boleh, dan bahkan harus. Doa dan puasa membuat kita semakin mendekat kepada Allah dan juga mengenal isi hati-Nya. Umat Kristen juga percaya bahwa kuasa Allah dinyatakan melalui permohonan doa dan puasa. Namun jika karena fanatisme atau untuk kepentingan politik tertentu, bagaimana menurut Anda?  


Baca juga :

Trump Gugat Hasil Pilpres, Ini Respon Beberapa Pendeta Amerika Tentang Pemilu 2020

Orang Kristen Harus Puasa, Ini 7 Alasan Alkitabiah Mengapa Kamu Harus Melakukannya!


 

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami