Beras Merah Punya Dampak Buruk Buat Anak! Berikut Penjelasannya

Beras Merah Punya Dampak Buruk Buat Anak! Berikut Penjelasannya

Claudia Jessica Official Writer
675

Nasi adalah makanan pokok yang paling umum dikonsumsi oleh masyarakat di dunia, salah satunya Indonesia. Bahkan banyak orang Indonesia mengaku ‘belum makan kalau belum makan nasi’ meskipun sudah makan dalam porsi yang banyak.

Rupanya, penyebab orang Indonesia merasa ‘belum kenyang kalau belum makan nasi’ disebabkan oleh tradisi turun temurun. Sejak jaman dulu, manusia sudah menjadikan nasi sebagai menu makanan utama. Tradisi ini juga yang menciptakan mindset banyak orang Indonesia tentang ‘belum makan kalau belum makan nasi.’

Nasi atau beras memiliki berbagai macam jenis, seperti yang serting kita lihat, yaitu beras putih, kemudian ada beras merah, beras cokelat, beras hitam dan beras ketan. Tidak jarang kita mendengar bahwa beras merah lebih sehat daripada beras putih.

Pada artikel kali ini, bersama dengan dr. Sovian Anugerah dari Obor Berkat Indonesia, kita akan membedah apakah penyataan itu benar atau tidak?

Perbedaan Nasi Putih dan Nasi Merah

Nasi merah dan nasi putih memiliki kadar indeks glikemik yang berbeda. Dikutip dari Wikipedia, indeks glikemik adalah angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan atau secara sederhana dapat dikatakan sebagai tingkatan atau ranking pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah. Singkatnya, kita dapat menyebutnya sebagai kadar gula atau kadar glukosa.

Nasi putih memiliki kadar gula yang lebih tinggi daripada nasi merah sehingga nasi putih dapat membuat berat badan lebih cepat naik dibanding dengan nasi merah. Sedangkan nasi merah mengandung serat yang lebih tinggi dan rendah kalori jika dibandingkan dengan nasi putih sehingga dapat dicerna dengan lebih cepat.

Manfaat nasi merah dan nasi putih

Nasi merah maupun nasi putih memiliki peran dan manfaat yang sama baiknya.

Nasi merah: Lebih mudah dicerna, dan mengandung lebih banyak vitamin seperti thiamine, niacin, dan vitamin B6.

Nasi merah juga kaya akan mineral. Setiap porsi nasi merah dapat memberikan kandungan 86 mg magnesium (22% dari anjuran asupan harian) dan 150 mg fosfor (15% dari anjuran asupan harian).

Nasi merah memiliki kandungan gula lebih rendah karena kandungan serat, polifenol dan phytic acid yang lebih tinggi pada nasi merah. Selain itu, nasi merah juga rendah kalori.

Dengan kandungan yang terdapat pada nasi merah, nasi jenis ini baik untuk dikonsumsi oleh orang-orang yang; ingin diet, memiliki penyakit diabetes atau obesitas.

Namun, nasi merah tidak cocok bagi anak-anak yang masih bertumbuh juga bagi mereka yang membutuhkan gula atau menderita hipoglikemi (kekurangan gula).


Baca juga: Nasi Tim Beras Merah Untuk Insomnia


Nasi putih: Karbohidrat lebih tinggi, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B6, protein, zat besi, fosfor, selenium, mangan, dan magnesium.

Vitamin B1 (tiamin), untuk membantu metabolisme karbohidrat.

Magnesium, sebagai komponen penting dalam membentuk struktur tulang dan mengatur kontraksi otot.

Mangan, untuk membantu kerja otak, sistem saraf, dan enzim-enzim di dalam tubuh

Meski nasi putih kaya akan nutrisi, mengonsumsi nasi putih secara berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan. Salah satu risiko mengonsumsi nasi putih terlalu banyak adalah terjadinya sindrom metabolik yang sering dikaitkan dengan penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan stroke.

Jadi, nasi merah maupun nasi putih sama-sama memiliki manfaat yang baik apabila disesuaikan dengan kebutuhannya. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih apa yang baik untuk tubuhmu.

Seperti yang dikatakan dalam Efesus 5: 29 “Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat.”

Tentu kita yang paling mengerti tentang apa yang tubuh kita butuhkan. Makanlah makanan sebagaimana yang Tuhan telah sediakan yang sesuai dengan kebutuhanmu.

<EMBED>

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami