#FaktaAlkitab: Gad, Panglima Perang Suku Israel Yang Tidak Pernah Kalah (7/12)

#FaktaAlkitab: Gad, Panglima Perang Suku Israel Yang Tidak Pernah Kalah (7/12)

Claudia Jessica Official Writer
892

Pada fakta Alkitab seri 12 suku Israel kali ini, akan membahas salah satu putra Yakub yang bernama Gad.

Lahir dari sebuah kompetisi

Gad lahir dari budak Lea, bernama Zilpa yang diberikan kepada Yakub sebagai seorang gundik.

Hal ini dilakukan Lea untuk mendapatkan kasih sayang dari Yakub yang baru saja mendapatkan seorang putra dari budak Rahel bernama Bilha.

Dalam silsilah keturunan Yakub, Gad merupakan anak ke-7. Arti nama Gad adalah "beruntung" atau "kemujuran." Nama Gad diberikan oleh Lea, seperti tertulis dalam Kejadian 30:10-11.

Berkat Yakub atas Gad

Tentang Gad, Yakub mengucapkan berkat sebelum ia mati: "Gad, ia akan diserang oleh gerombolan, tetapi ia akan menyerang tumit mereka" (Kej. 49:19). Nubuatan ini bermaksud bahwa Gad akan menghadapi kehidupan yang penuh gangguan, tapi Gad akan mampu mengatasinya.

Matthew Henry dalam bukunya yang berjudul “Tafsiran Alkitab dari Matthew Henry” menyatakan bahwa Yakub menubuatkan watak suku Gad yang suka berperang, dan terbukti dalam 1 Taw. 12:8.

Yakub sudah bisa melihat jauh ke depan, bahwa karena tinggal di seberang Sungai Yordan, suku itu terbuka bagi serangan dari suku-suku tetangga mereka, yaitu orang-orang Moab dan Amon.

Walau demikian, Yakub meyakinkan mereka bahwa pada akhirnya mereka akan menang. Hal ini digenapi pada masa pemerintahan Saul dan Daud, ketika orang-orang Moab dan Amon ditaklukkan oleh mereka (1 Taw. 5: 1-22).

Keturunan Gad

Alkitab tidak mencatat nama istri Gad, namun dalam Kejadian 46:16 dituliskan bahwa Gad mempunyai tujuh anak, yakni Zifyon, Hagi, Syuni, Ezbon, Eri, Arodi dan Areli. Dari merekalah keturunan Gadlahir dan bertambah banyak di Mesir sehingga menjadi Suku Naftali

Ketika Musa melakukan sensus pertama sebelum masuk tanah Kanaan (Bilangan 1- 4), dituliskan bahwa jumlah pria Bani Gad yang sanggup berperang yang usianya di atas dua puluh tahun berjumlah 45.650 orang (Bil. 1:25), dan pemimpin Bani Gad ketika itu ialah Elyasaf bin Rehuel (Bil. 2:14).

Sementara itu pada waktu masuk di tanah Kanaan, jumlah pria Bani Gad yang sanggup berperang yang usianya di atas dua puluh tahun berjumlah 40.500 orang (Bil. 26:18).

Selain Yakub, Nabi Musa juga mengucapkan berkat untuk suku Gad. “Tentang Gad ia berkata: "Terpujilah Dia yang memberi kelapangan kepada Gad. Seperti singa betina ia diam dan menerkam lengan, bahkan batu kepala. Ia memilih bagian yang terutama, sebab di sanalah tersimpan bagian panglima; ia datang kepada para kepala bangsa itu; dilakukannya kebenaran TUHAN serta penghukuman-penghukuman-Nya bersama-sama dengan orang Israel." (Ulangan 33:20-21).


Baca juga: #FaktaAlkitab: Naftali, Anak Selir Yakub Yang Mendapat Perkenanan Tuhan (6/12)


Nubuatan Musa digenapi ketika bangsa Israel melakukan penaklukan pertamanya di Trans-Yordan. Suku Gad memperoleh warisan bagian panglima.

Suku Gad tidak berhenti disana, mereka terus mendukung suku-suku lainnya dalam penaklukan wilayah Kanaan.

Suku Gad dan daerah Kanaan yang didudukinya

Pada masa kepemimpian Musa, Suku Gad mempunyai 7 kaum (Bilangan 26:15-18), dipimpin dan diwakili oleh Elyasaf bin Rehuel (Bilangan 2:14).

Ketika Israel mencapai dataran-dataran Moab, suku-suku Ruben, Gad dan sebagian dari Manasye, mengusahakan izin menetap di Trans-Yordan, yang mereka inginkan sebagai bagian mereka dari tanah perjanjian. Suku Gad memilih daerah Gilead sebagai tempat mereka tinggal.

Musa menyetujuinya dengan syarat mereka harus lebih dahulu membantu suku Israel lainnya memperoleh permukiman di wilayah barat tanah Palestina (Bilangan 32).

Suku Gad dan Suku Ruben, mengikuti syarat Musa tersebut. Mereka bersama dengan setengah Suku Manasye pergi bersama suku lainnya untuk turut berperang menaklukan wilayah tersebut.

Setelah tugas mereka usai, ketiga suku tersebut kembali ke seberang Sungai Yordan dan menetap disana (Yosua 22:1-6). Wilayah Suku Gad sendiri dicatat secara rinci dalam Yosua 13:25-27.

Hilangnya Suku Gad dalam Sejarah

Pada zaman raja Saul, suku Gad, bersama-sama suku Ruben dan suku Manasye sebelah timur memerangi orang Hagri, Yetur, Nafish dan Nodab. Mereka mengambil ternak dan menduduki tempat orang-orang itu sampai waktu pembuangan (Bilangan 32:34-36).

Ketika Kerajaan Israel pecah pada zaman raja Rehabeam, suku Gad bergabung dengan Kerajaan Israel Utara bersama 9 suku lain. Sewaktu kerajaan utara dikalahkan oleh Asyur maka semua penduduknya dibuang ke tempat lain, suku ini ikut tersebar dan terhitung sebagai 10 suku terhilang dari Israel.


Baca juga: #FaktaAlkitab: Asyer, Suku Paling Kaya dan Bahagia di Israel Dalam Sejarah Alkitab (8/12)


Nama Gad lainnya dalam Alkitab

Selain Gad atau suku Gad dari keturunan Yakub, Alkitab juga menuliskan nama-nama Gad lainnya, yaitu :

- Nabi Gad yang hidup sezaman dengan Saul dan Daud (1 Samuel 22:5, 2 Taw 29:25).

- Dewa Gad yang merupakan nama dewa di bangsa Kanaan yang dipercayai sebagai dewa keberuntungan, yang kepadanya mereka 'menyajikan hidangan' (Yesaya 65:11).

Itulah fakta Alkitab tentang perjalanan bangsa Israel, Suku GAD, satu dari dua belas suku Israel.

Fakta Alkitab lainnya dan video inspiratif lainnya bisa kamu temukan langsung di YouTube Jawaban. KLIK DISINI.

Apakah JCers merasa termotivasi dengan Fakta Alkitab mengenai GAD? Yuk jadi bagian dari kami untuk memberitakan Injil kepada dengan bergabung bersama kami sebagi mitra CBN! Caranya, klik DI SINI!

 

Sumber : jawaban.com

Ikuti Kami