Pengampunan, Tawaran Satu-satunya Dari Tuhan

Pengampunan, Tawaran Satu-satunya Dari Tuhan

Lori Official Writer
      1097

Yakobus 2: 13

Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.


Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 28; Kolose 1; 2 Tawarikh 14-15

Immaculee Illibagiza masih berusia 20 tahun saat konflik suku meletus di negara asalnya, Rwanda. Hampir satu juta orang Rwanda terbunuh selama seratus hari terjadinya konflik mengerikan itu. Saat keadaan mulai mereda, dia sudah kehilangan hampir semua keluarganya.

Illibagiza kemudian mendapatkan kesempatan bertemu dengan Felicien, seorang pemimpin geng yang membunuh ibu dan saudara laki-lakinya. Felicien menatap Illibagiza dengan tatapannya yang malu-malu. Lalu dia berkata: ‘Aku memaafkanmu’.

Seperti dalam tulisannya, Illibagiza menulis. ‘Hatiku mereda, dan aku melihat ketegangan di bahu Felicien.’ Para pengawal membawanya kembali ke sel. Pria yang sudah menangkap Felicien bertanya kepada IIlibagiza bagaimana mungkin dia bisa memaafkan pria itu. Jawabannya pun singkat, ‘Hanya pengampunan yang bisa akutawarkan.’

Perkataan Illibagiza mencerminkan pilihan yang diberikan oleh Yesus. Pengampunan adalah pilihan karena dia harus membiarkan kasih menang atas keadilan. Felicien tidak pernah meminta pengampunan dari Illibagiza, tapi Illibagiza memilih untuk tinggal dalam roh kasih. Dia meninggalkan hasratnya untuk menegakkan keadilan di tangan Tuhan dan pemerintah. Dia menolak untuk balas dendam.

Hari ini, Immaculee IIllibagiza berkeliling dunia menyampaikan pesan pengampunan. Dia terlibat dalam kegiatan kemanusiaan dengan merawat anak-anak yatim piatu di Rwanda dan bekerja bersama PBB untuk menghadirkan pemulihan bagi negaranya. Hanya kasih Kristus yang bisa mengubah kemarahannya menjadi kasih.

Sebagai manusia, wajar kalau kita masalah dan memendam kebencian kepada orang yang sudah merenggut nyawa orang yang kita kasihi. Tapi Yesus mengingatkan kita untuk tidak jatuh dalam roh yang salah. Sebaliknya, kita diberikan pilihan untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita. 


Hak cipta Gary Chapman, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami