Keberanian Natal

Keberanian Natal

Claudia Jessica Official Writer
      1057

 

1 Korintus 3: 21-23

Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 27; Lukas 3; Ayub 34-35

Jutaan anak, bahkan orang dewasa akan menemukan hadiah natal di bawah pohon natal mereka. Ketika kertas kado dirobek dan mengungkapkan isinya, kegembiraan akan memenuhi hati. Tapi, sehebat apapun kado yang didapatkan, itu semua sama sekali tidak sebanding dengan keberanian pemberian Tuhan yang diberikan saat Natal.

Perhatikan janji rasul Paulus yang mengejutkan dalam 1 Korintus 3: 21. Dia berkata, “segala sesuatu adalah milikmu” karena berada di dalam Kristus. Apa yang dimaksudkan Paulus dalam “segala sesuatu?” Hal-hal seperti dunia, kehidupan, kematian, masa kini dan masa depan. Bagaimana ini bisa terjadi?

Galatia 4: 4-7 menunjukkan bagaimana orang Kristen mewarisi "segala sesuatu"

Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

Natal menandakan ‘kesempurnaan waktu’ ketika Tuhan dalam kebebasan berdaulat-Nya, ‘mengutus Putranya’ yang Esa yang membagi waktu dan musim untuk menentukan bahwa inilah waktunya untuk mengirimkan Putra yang telah ada bersama Bapa dari kekekalan.

Sesungguhnya, pribadi kedua dari Tritunggal "Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia." (Filipi 2: 6-7).

Dia ‘lahir dari seorang wanita, lahir di bawah hukum’. Di sini kita memiliki keajaiban Inkarnasi: Tuhan dari Tuhan yang mengambil alih sifat manusia

Mengapa anak Allah menjadi daging dan tinggal di antara umat manusia yang berdosa? Mengapa keilahian mengambil manusia dan ‘taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib’ (Filipi 2: 8)?

Dia melakukannya untuk menjamin keselamatan. Dengan kata lain, "Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak." (Galatia 4: 5 . Kristus datang ke dunia tidak hanya untuk membebaskan kita dari tirani dosa, kematian dan iblis, tetapi juga untuk memahkotai kita dengan kemuliaan yang tak terbayangkan.

Benar bahwa di Salib Kristus “telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita,” (Galatia 3:13). Tetapi kita tidak diselamatkan hanya dalam pengertian "negatif" ini. Kita telah diadopsi ke dalam keluarga Tuhan dan diberikan semua hak dan hak istimewa dari ahli waris yang sah.

Paulus menangkap hal ini dengan indah dalam 2 Korintus 2: 8-9, “Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia. Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu.” Dan kekayaan yang menjadi milik kita di dalam Kristus jauh lebih besar dari apa pun yang hanya berupa uang.

Kekayaan ini sebenarnya adalah ‘segala sesuatu’ karena “Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah” (1 Korintus 3: 23).

Ini adalah keberanian Natal dan itu dimaksudkan untuk mengulangi “supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya” (Efesus 1: 6).

Natal ini saya ingin berpikir dan hidup sebagai seseorang yang diadopsi. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan membuarkan setiap hadiah yang diberikan kepada orang yang dicintai berfungsi sebagai pununjuk Injil. Dan ketika kita merasakan betapa bersemangatnya kita ketika membuka hadiah natal dengan kesenangan duniawinya, marilah kita ingat kembali kemuliaan abadi yang menanti para ahli waris Raja.

 

Disadurkan dari crosswalk.com. Hak Cipta © Mike Pohlman.

Anda butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terbubung dengan Tim doa kami http://bit.ly/InginDidoakan

Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling. http://bit.ly/inginKonseling

 

Ikuti Kami