Kanselir Jerman, Putuskan Lockdown Jelang Natal Untuk Selamatkan Mereka Berusia Lanjut

Kanselir Jerman, Putuskan Lockdown Jelang Natal Untuk Selamatkan Mereka Berusia Lanjut

Puji Astuti Official Writer
594

Satu hari setelah Jerman melaporkan meningkatnya kematian akibat Covid-19, Kanselir Jerman Angela Markel memperingatkan masyarakat Jerman dengan penuh emosional untuk mengurangi kontak sosial menjelang liburan Natal, terutama jika mereka berencana mengunjungi kerabat yang sudah lanjut usia. 

"Jika kita membuat terlalu banyak kontak sekarang sebelum Natal, dan hal itu berakhir menjadi Natal terakhir dengan nenek dan kakek, maka kita akan gagal. Kita tidak boleh melakukan itu," demikian pernyataan yang ia lontarkan saat di Budestag. 

Ia juga menyoroti meningkatnya jumlah mereka yang terjangkit virus karena mereka yang berbelanja kebutuhan Natal. Merkel menyatakan bahwa jumlah kematian yang terus bertambah adalah harga yang terlalu tinggi untuk membuat beberapa toko tetap berjualan.

"Masih ada 14 hari lagi hingga Natal dan kita harus melakukan segala yang bisa dilakukan untuk mencegah pertumbuhan eksponensial lagi," demikian tambahnya. 

Karena kondisi ini, Merkel bersama para pemimpin negara tersebut memutusakan untuk mempercepat liburan Natal, dari 19 Desember 2020 menjadi 16 Desember, sehingga membantu orang-orang untuk membatasi kontak sosial dan melakukan isolasi mandiri sebelum mereka bertemu dengan kerabat mereka untuk merayakan Natal, sebba tanggal 24-26 Desember aturan di perlonggar, dimana setiap keluarga boleh dikunjungi oleh empat orang dengan usia di atas 14 tahun. Kanselir Jerman itu juga memutuskan untuk melakukan lockdown, dimulai pada Rabu ini (16/12) hingga 10 Januari 2021, dan melarang penjualan kembang api dan petasan untuk Tahun Baru. 

Walau memiliki tempat perawatan kesehatan intensif (ICU) yang cukup banyak, Jerman saat ini dibayang-bayangi oleh kurangnya tenaga kesehatan. Selain itu, terlambatnya distribusi vaksin juga menambah pusing pemerintahan Merkel. Menurut berita media pada Minggu (13/12), Jerman hanya bisa berharap mendapatkan 3-4 juta dosis vaksin pertama sebelum bulan akhir Januari, karena adanya masalah produksi dengan Pfizer/BioNTech. 

Jerman melakukan langkah drastis untuk menghindari kondisi terburuk sebab pandemi masih jauh dari berakhir, untuk itu masyarakat diharapkan terus menjaga kewaspadaan. Bukan hanya disana, di Indonesia pun sama. Jangan lengah, tetap terapkan protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker dan selalu jaga kebersihan dengan cuci tangan.

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami