Targetkan Diplomasi Dengan Indonesia, Israel Malah Ditolak

Targetkan Diplomasi Dengan Indonesia, Israel Malah Ditolak

Lori Official Writer
402

Israel mengumumkan rencana baru menggandeng kembali negara-negara Muslim untuk menjalin kerja sama dalam berbagai hal. Selain menyebut-nyebut Oman, Israel juga berencana untuk menargetkan Indonesia.

Rencana inipun disampaikan oleh Menteri Intelijen Eli Cohen. Dia menyampaikan jika negaranya akan mulai membangun hubungan diplomasi ini dalam beberapa minggu ke depan.

Sayangnya, Kementerian Luar Negeri Indonesia justru membantah rencana tersebut dan menegaskan kembali dukungannya kepada negara Palestina. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, menegaskan tidak ada komunikasi antara Kemenlu RI soal hubungan diplomasi atau normalisasi seperti yang disampaikan pemerintah Israel. 

“Kemlu RI menjalankan Politik Luar Negeri atas konfik Palestina-Israel senantiasa berpegang pada amanat Konstitusi,” kata Faizasyah pada Sabtu.

Sementara Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan bahwa posisi Indonesia terkait konflik Palestina tidak berubah.

“Saya tegaskan kembali posisi Indonesia, bahwa penyelesaian masalah Palestina-Israel harus didasarkan pada Resolusi DK PBB yang relevan dan parameter yang disepakati secara internasional, termasuk solusi dua negara,” tulis Retno Marsudi dalam Twitter-nya pada 14 Agustus 2020, sesaat setelah pengumuman normalisasi UEA-Israel.

Menyikapi hal ini, Amerika sebagai kerabat Israel yang telah banyak menengahi hubungan diplomasi Israel dengan negara-negara Arab menyampaikan bahwa normalisasi adalah cara perdamaian yang jauh lebih baik daripada cara lama yang ditawarkan teroris dan juga pihak lain.

“Momentumnya sekarang berada di sisi para pembuat perdamaian. Bangsa-bangsa di kawasan ini (Arab) mengesampingkan gagasan lama dan keluhan lama serta merangkul masa depan yang lebih baik. Mereka merangkul masa depan yang lebih baik berdasarkan tujuan bersama dan minat bersama,” kata penasihat Keamanan Nasional Amerika, Robert O’Brien.

 

Baca Juga: 

Setelah UEA dan Bahrain, Giliran Sudan Bakal Merapat ke Israel

Akhirnya Uni Emirat Arab Akan Buka Kedubes di Israel

 

Kesuksesan Israel menyepakati normalisasi dengan negara Arab seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko telah melahirkan optimisme baru bahwa akan banyak negara yang mengikuti langkah tersebut.

Bahkan O’Brein menilai bahwa perjanjian normalisasi dengan Maroko sangat istimewa karena garis sejarah kedua negara ini.

Meskipun menjalin hubungan dengan negara lain bukan hal yang mudah, namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap membuka pintu bagi negara-negara lain untuk bergabung.

“Orang Israel saat ini diperhadapkan pada dilema besar. Kemana harus pergi? Dubai atau Maroko? Abu Dhabi atau Maroko? Saya yakin kami akan menyelesaikan yang satu ini. Kami akan menyelesaikannya,” ungkap Netanyahu.

Oman bahkan menjadi salah satu daftar negara berikutnya yang akan diprospek oleh Israel. Pada hari Jumat (11/12), pemerintah Oman menyambut baik normalisasi antara Israel dan Maroko. Mereka bahkan menyampaikan harapan supaya hubungan ini menghasilkan perdamaian yang komprehensif, adil dan abadi di Timur Tengah.

Seperti diketahui, Netanyahu mengunjungi Oman pada tahun 2019 dan bertemu dengan pemimpinnya kala itu, Sultan Qaboos. Israel dan Oman bahkan memiliki hubungan perdagangan yang tidak resmi pada tahun 1994 hingga 2000. Bahkan keduanya bekerja sama dalam upaya menentang agresi Iran.

Sementara, Israel dan Indonesia tercatat masih belum memiliki hubungan diplomatic secara resmi. Hubungan kerja sama yang terjalin selama ini tercatat hanya sebatas kerja sama perdagangan dan pariwisata. Indonesia juga tercatat pernah membeli senjata dari Israel pada tahun 1970-an dan 1980-an. Tentara Indonesia juga pernah berlatih di Israel.

Apakah Indonesia, sebagai negara terbesar Muslim akan menyepakati normalisasi dengan Israel? Mari mengharapkanyang terbaik untuk ini.

Sumber : Jpost.com

Ikuti Kami