Setelah UEA dan Bahrain, Giliran Sudan Bakal Merapat ke Israel

Setelah UEA dan Bahrain, Giliran Sudan Bakal Merapat ke Israel

Lori Official Writer
335

Pejabat senior Israel kabarnya telah melakukan kunjungan ke Sudan pada Rabu, 21 Oktober 2020 pekan lalu. 

Dikutip dari CBN, pertemuan dua negara ini berlangsung di Khartoum, Sudan. Menurut Menteri Intelijen AS Eli Cohen, pertemuan itu tidak jauh dari kemungkinan normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel. Informasi ini juga tersebar pasca pernyataan Presiden AS Donald Trump akan menghapus Sudan dari daftar sponsor terorisme Departemen Luar Negeri setelah Sudan setuju untuk membayar 335 juta dolar kepada korban teror bom di Kedutaan Besar AS di Kenya dan Tanzania pada tahun 1998 silam oleh jaringan al-Qaeda. Pembayaran kompensasi ini bahkan sudah dikonfirmasi oleh Gubernur Bank Sentral Sudan pada hari Selasa (20/10), bahwa negaranya sudah melunasi kompensasi yang sudah disepakati bersama AS.

 

Baca Juga: 

Akhirnya Uni Emirat Arab Akan Buka Kedubes di Israel

 

Perjanjian Damai Uni Emirat Arab dan Israel, Apakah Ini Penggenapan Nubuatan?

 

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga menyampaikan bahwa AS sedang melakukan proses penghapusan Sudan dari daftar negara teroris. Dengan itu nantinya Sudan dan Israel akan berdamai untuk tujuan kerja sama jangka panjang.

“Kami secara terus menerus menjelaskan alasan mengapa keputusan itu adalah hal terbaik yang bisa dilakukan oleh pemerintah Sudan. Kami berharap mereka akan melakukannya dengan cepat. Kami juga berharap setiap negara akan melakukannya juga,” ungkap Pompeo.

Sebagaimana disampaikan oleh Trump pada Jumat (23/10) lalu, bahwa Sudan memang telah menyambut baik perjanjian damai dengan Israel. Pemerintah Sudan bahkan sudah menunjukkan komitmen untuk memerangi terorisme. Dan jika proses ini berjalan dengan baik, maka Sudan akan menjadi negara Arab ketiga yang sudah menandatangani perjanjian damai dengan Israel.

Kesepakatan ini juga dianggap sebagai pencapaian kebijakan luar negeri di bawah kepemimpinan Donald Trump. Karena AS telah berhasil menjadi jembatan diplomatik antara Israel dan UEA, Bahrain serta Yordania.

“Ini adalah salah satu hari besar dalam sejarah Sudan,” kata Trump.

Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui keseriusan Israel untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara yang sebelumnya bermusuhan di Afrika dan dunia Arab tanpa adanya kemajuan apa-apa dengan konflik yang dihadapi bersama Palestina selama lebih dari satu dekade masa jabatannya. Kesepakatan ini juga ditujukan untuk mempersatukan negara-negara Arab menghadapi musuh bersama yaitu Iran.

Keuntungan yang yang akan didapatkan Sudan lewat kesepakatan ini adalah kesempatan bagi negara tersebut mendapatkan bantuan dan investasi dari Israel, khususnya di bidang teknologi dan pertanian. 

Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok telah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Trump atas tindakannya menghapus Sudan dari daftar negara teroris. Dia juga menegaskan bahwa proses penandatangan kesepakatan damai ini akan segera terjadi di waktu yang tepat.

Tidak berhenti sampai di sini, Amerika dan Israel masih terus bekerja untuk mengjangkau negara-negara Arab lainnya untuk bergabung menyusul UEA dan Bahrain.

Sumber : Cbn.com

Ikuti Kami