Bintang Terang Saat Kelahiran Yesus Bakal Muncul 21 Desember, Begini Kata Ahli Astronomi

Bintang Terang Saat Kelahiran Yesus Bakal Muncul 21 Desember, Begini Kata Ahli Astronomi

Lori Official Writer
1238

Tepat pada 21 Desember 2020 nanti, Bintang Betlehem yang memandu para majus tiba di tempat kelahiran Yesus akan muncul. Bintang langka ini disebut-sebut akan menjadi momen bersejarah di musim Natal ini karena baru pertama kali muncul selama delapan abad belakangan.

Seperti dikutip dari Christianitytoday.com, bintang langka ini muncul ketika planet Jupiter dan Saturnus berbaris sejajar dan tampak seperti planet ganda. Posisi inilah yang kemudian memunculkan Bintang Betlehem atau bintang Natal.

Peristiwa sejajarnya posisi dua planet ini hanya terjadi setiap 20 tahun sekali. Beruntungnya para astrolog memastikan peristiwa tersebut terjadi tahun ini dan akan menciptakan peristiwa luar angkasa yang terbilang langka.

Teori Bintang Bethlehem

Seperti dilaporkan oleh CBN News, walaupun ada banyak teori tentang munculnya bintang Natal saat peristiwa kelahiran Yesus. Tapi saat ini, banyak para peneliti, ahli sejarah, astrolog dan teolog bekerja sama untuk menemukan jawaban yang masuk akal soal bintang terang tersebut.

Penjelasan yang paling masuk akal menyebutkan bahwa kesejajaran posisi planet Jupiter dan Saturnus menjadi pemicu munculnya bintang tersebut.

Dalam sejarah kelahiran Yesus yang tercatat di Alkitab, bintang Betlehem muncul dan memandu para orang majus untuk sampai ke lokasi dimana bayi Yesus lahir. 

Astrolog Rick Larson pernah menyampaikan bahwa orang majus sebenarnya adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan naluriah tentang tatanan alam semesta dan mampu menjelaskan soal tanda-tanda alam. Karena itulah orang-orang timur ini banyak disebut sebagai orang bijak.

Orang majus percaya bahwa planet Jupiter adalah Raja Planet dan Saturnus adalah planet takdir. Sehingga mereka menyimpulkan bahwa kemunculan bintang ini sebagai pertanda bahwa seorang Raja telah lahir dari orang-orang Yahudi.

Sementara teori lain menyampaikan bahwa kelahiran Yesus terjadi pada 3 SM, dimana saat itu terjadi konstelasi antara planet Leo, Jupiter, Venus dan bintang Regulus. Menurut kepercayaan orang Babilonia, Leo yang berbentuk singa adalah lambang bangsa Israel, Venus lambang keibuan, Jupiter lambang seorang bapa dan bintang Regulus sebagai lambang kerajaan. Jadi orang majus menyimpulkan bahwa seorang raja lahir di Israel.

Larson menggunakan alat astronomi terkomputerisasi untuk melacak konvergensi tanda-tanda surga yang melibatkan benda-benda luar angkasa tersebut.

 

Baca Juga: Bintang yang Tuntun Orang Majus Saat Kelahiran Yesus Rupanya Ungkap Sejarah Ini….

 

Bintang dan Kemuliaan Tuhan

Di kitab Mazmur, bintang disebut sebagai lambang kemuliaan Tuhan. Di bagian lain, Alkitab juga menyebutkan bahwa Tuhan sendiri menempatkan tanda-tanda di langit. Jika demikian, bisa disimpulkan bahwa Tuhan sendiri yang menempatkan bintang Bethelem saat kelahiran Yesus.

“Bintang seperti itu, menurut Alkitab, bisa memberi tahumu banyak hal, mereka bisa menjadi tanda dari kuasa yang lebih tinggi, dari Tuhan yang maha tinggi,” ungkap Larson.

Waktu yang Tepat Menyaksikan Bintang Bethlehem

Astrolog menyampaikan bahwa penampakan bintang Bethlehem bisa disaksikan di mana saja di belahan dunia bahkan dengan mata telanjang. Tetapi dianggap paling baik disaksikan di daerah dekat garis khatulistiwa sekitar satu jam setelah matahari terbenam. Sementara wilayah yang tinggal di bagian utara akan memiliki waktu yang lebih singkat untuk menyaksikan bintang tersebut, karena letaknya yang cukup rendah di bagian langit Barat.

“Pada saat langit benar-benar gelap di Houston, misalnya, konjungsi akan berada hanya 9 derajat di atas cakrawala. Pemandangan itu bisa diatur jika cuaca mendukung dan pemandangannya tidak terhalang ke Barat Daya,” ungkap Patrick Hartigan, seorang profesor Fisika dan Astronomi dari Universitas Rice.

Sumber : Christianity Daily | Cbn
Halaman :
1

Ikuti Kami