Perayaan Natal 2020 di Amerika Bakal Beda, Begini Penyambutannya…

Perayaan Natal 2020 di Amerika Bakal Beda, Begini Penyambutannya…

Lori Official Writer
369

Dalam sebuah wawancara bersama CNN, Dr Anthony Fauci yang merupakan Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular menyampaikan bahwa meskipun vaksinasi sudah mulai diberikan kepada masyarakat. Namun hal itu tidak lantas membuat masyarakat mengabaikan protokol kesehatan yang sudah ditentukan yaitu menjaga jarak sosial dan juga memakai masker.

Dr Fauci juga memprediksi jika penyebaran ini akan berlanjut hingga kuartal kedua atau ketiga di tahun 2021 mendatang. Sehingga kemungkinan Natal 2020 kali ini tidak akan mungkin dirayakan secara tatap muka. Bahkan untuk merayakan Thanksgiving pekan depan, dia menganjurkan kepada masyarakat untuk menahan diri dari pilihan berkunjung ke rumah keluarga. Hal serupa juga diharapkan bisa terjadi menjelang perayaan Natal.

 

Baca Juga: PGI dan KWI Tetapkan Tema Natal 2020, Berikut Rinciannya...

 

Pusat pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga telah mengeluarkan panduan terkait perayaan Thanksgiving. CDC sangat menyarankan bagi semua orang untuk tetap tinggal di rumah sebagai langkah terbaik untuk melindungi diri dan orang lain dari penyebaran virus. Merayakan acara tersebut dengan makan malam sederhana dengan orang-orang terkasih di rumah dan juga menikmati liburan dengan berbagai kegiatan seperti menonton pertandingan olahraga dan parade akan jauh lebih aman.

Untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 inipun pemerintah negara bagian Utah telah mengeluarkan pengumuman terkait perayaan Natal 2020. 

Jika setiap tahunnya, Natal dirayakan dengan meriah di Temple Square, Salt Lake City, maka tahun ini Natal hanya akan dirayakan secara virtual. Bahkan pihak gereja Mormon berinisiatif membuat tur virtual Natal yang bisa diakses dari rumah.

Sementara untuk persiapannya, Temple Square dan gereja-gereja di sekitar Washington, DC dan Los Angeles akan dihiasi dengan lampu kelap kelip dan mulai dinyalakan di malam hari setelah Thanksgiving. Setiap orang yang melewati tempat tersebut diwajibkan mengenakan masker dan melakukan sosial distance. 

Para panitia penyelenggara Natal virtual ini akan bertugas membimbing para penonton dalam mengakses serangkaian pertunjukan yang berlangsung selama bulan Desember.

Menyambut liburan Natal, negara Eropa seperti Perancis dan Jerman juga mengambil langkah serupa. Presiden Perancis Emmanuel Macron, seperti disampaikan pada Rabu (11/11), menyampaikan harapannya supaya semua warga bisa merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga.

Sementara Perdana Menteri Inggris Borris Johnson masih belum memutuskan pilihan apakah akan melakukan lockdown di masa menjelang perayaan Natal atau tidak. Namun nyatanya sebagian kota di Inggris telah mengumumkan penutupan pasar Natal tradisional selama masa pandemi ini.

Sementara perayaan Misa Natal di Vatikan akan dibatasi, mengingat lonjakan kasus baru di Italia belakangan ini.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami