Akhiri Penghujung Tahun Dengan Thanksgiving, Ini Kata Alkitab Soal Mengucap Syukur

Akhiri Penghujung Tahun Dengan Thanksgiving, Ini Kata Alkitab Soal Mengucap Syukur

Lori Official Writer
397

Tak terasa kita sudah sampai di penghujung tahun 2020. Walaupun hampir sepanjang tahun ini kita melaluinya dengan ketidakpastian akibat pandemi virus corona, bukan berarti kita tidak perlu mengucap syukur.

Gimanapun keadaannya, Tuhan pasti selalu intervensi atas setiap keadaan yang kita hadapi. Bahkan saat kita harus jatuh sakit, kehilangan pekerjaan atau sedang menghadapi masalah di tengah keluarga, kita perlu tetap bersyukur. 

Memang sulit untuk bersyukur di tengah kondisi yang buruk.  Syukurnya, Alkitab bisa menjadi panduan untuk kembali mengingatkan kita bahwa mengucap syukur tidak hanya kita lakukan saat kondisi sedang baik-baik saja. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk bersyukur dalam segala hal.

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5: 18)

Dalam segala hal, dalam hal ini, meliputi kondisi baik dan juga buruk. Roma 11: 36 menyampaikan bahwa salah satu alasan kenapa kita mengucap syukur adalah karena segala sesuatu yang ada di dunia ini berasal dari Tuhan. 

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11: 36)

Dengan menyadari hal ini, kita akan lebih mudah ‘mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu (kita) untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.’ (Kolose 1: 12)

Mengkhususkan Hari Ucapan Syukur

Hari mengucap syukur menjadi salah satu tradisi yang dilakukan oleh berbagai negara. Seperti di Kanada, Amerika Serikat, Brasil dan negara lain. Hari mengucap syukur ini lebih dikenal dengan istilah Thanksgiving

Dalam sejarahnya, Thanksgiving berakar dari tradisi Inggris yang merupakan buah dari reformasi Protestan. Kala itu, umat Kristiani akan menggelar festival panen dan setiap orang diwajibkan untuk meninggalkan pekerjaan dan merayakan festival bersama-sama.

Tujuan perayaan Thanksgiving menjadi berubah ketika Amerika merayakannya sebagai hari berkabung sekaligus memohon supaya Tuhan memulihkan keadaan bangsa tersebut.

Sementara jika ditelusuri secara mendalam dari Alkitab, kita bisa menemukan bagaimana perayaan Thanksgiving ini memang sudah ada sejak dulu. Di Imamat 7: 11-15 sendiri, kurban ucapan syukur menjadi sesuatu yang wajib diberikan sebagai persembahan perdamaian kepada Allah.

Mempersembahkan korban ucapan syukur juga tidak bisa sembarangan. Setiap orang yang mempersembahkan haruslah memberinya dengan ucapan syukur yang meluap dari hati. Karena dengan itu, Tuhan berkenan menerima permohonannya untuk kembali diperdamaian dengan Dia.

Makna Mengucap Syukur Menurut Alkitab

Bersyukur bicara tentang sikap. Sedangkan mengucap syukur adalah tindakan. Bersyukur adalah sikap berterima kasih atas setiap hal yang dialami seseorang. Tapi hanya menyampaikan terima kasih tidaklah cukup. Kita harus menunjukkannya juga lewat tindakan. 

Kata mengucap syukur ditulis sebanyak 128 kali di dalam Alkitab. Sebagian ayat menekankan bahwa mengucap syukur adalah sebuah keharusan. Karena itulah kita harus secara aktif bersyukur kepada Tuhan. 

Ada 3 alasan kenapa orang percaya harus mengucap syukur:

1. Karena itu menunjukkan penghormatan kepada Tuhan. 

Waktu kita bersyukur, kita menyadari bahwa Tuhan itu ada dan kita tergantung penuh kepada Dia. 

“Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.” (2 Korintus 4: 15)

2. Mengucap syukur adalah perintah.

Kitab Mazmur banyak menganjurkan kita untuk mengucap syukur.

“Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!” (Mazmur 100: 4)

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5: 18)

“Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.” (Kolose 3: 15)

3. Tidak mengucap syukur menjadi tanda yang berbahaya.

Tidak merasa perlu mengucap syukur kepada Tuhan adalah kondisi yang berbahaya. Karena hal ini bisa menjadi pertanda jika seseorang sama sekali tidak mengakui Tuhan sebagai sumber dari segalanya. 

Selain itu, sikap tidak mengucap syukur juga bisa jadi pertanda seseorang belum mengalami kemerdekaan dari kepahitan, sungut-sungut dan penderitaan.

Sebaliknya, orang yang mengucap syukur menunjukkan ketergantungannya kepada Tuhan. Sehingga dia terdorong dengan rela hati mau mempersembahkan apa yang dia punya kepada Tuhan.

 

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Perayaan Thanksgiving di Amerika

 

Bagaimana orang Kristen merayakan Thanksgiving?

Sebagai orang Kristen, daripada hanya sekadar merayakan Thanksgiving sebagai tradisi tahunan yang identik dengan makan bersama orang terdekat. Kita bisa kembali memaknai hari khusus ini sesuai dengan akar sejarah sesuai dengan yang tertulis dalam Alkitab. Kita bisa memaknai Thanksgiving sebagai hari dimana kita dapat kepada Tuhan, mempersembahkan apa yang kita punya dan mengucap syukur untuk segala sesuatunya. 

Sama seperti perayaan Thanksgiving yang pertama kali dilakukan di Amerika Serikat, kita bisa merayakannya sebagai hari berkabung dan meminta pemulihan dari Tuhan atas situasi yang kurang baik yang terjadi. Atau kita bisa kembali mendedikasikan hari itu sebagai hari pertobatan dan perdamaian dengan Tuhan.

Mari mendedikasikan bulan ini sebagai momen merayakan Thanksgiving untuk Tuhan. 

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami