Kisah Abraham Ubah Orisa Dari Pelit Jadi Sosok yang Murah Hati

Kisah Abraham Ubah Orisa Dari Pelit Jadi Sosok yang Murah Hati

Lori Official Writer
130

Sudah menjadi naluri seorang anak untuk bersikap terlalu posesif dengan barang miliknya. Karena itu tak sedikit yang mulai merasa berang dan marah ketika barangnya mulai disentuh atau diambil orang lain.

Kamu yang pernah menjadi seorang anak pasti tahu persis apa yang dirasakan gadis cilik bernama Orisa Tabuni asal Papua ini. 

“Dulu saya anaknya pelit, tidak mau berbagi. Saya punya barang-barang dalam rumah. Kalau keponakan datang biasa ambil-ambil. Tapi saya biasa pukul dia. Karena dia pegang-pegang barang yang saya suka,” ungkap Orisa.

Saat melihat barang-barang miliknya diambil, Orisa bahkan tak segan untuk teriak dan menjadi sangat marah. “Saya bilang kau taruh barang itu, daripada tak ada ampun kau,” ungkapnya.

Tapi itu adalah sosok Orisa yang lama. Kini, dia berubah menjadi pribadi yang lebih baik berkat pengertian yang dia dapatkan dari Alkitab, seperti diceritakan dalam kisah Abraham.

“Jadi saya belajar dari kisahnya Abraham bahwa tidak usah pelit. Harus saling membagi. Walaupun itu barang satu-satunya yang kita punya,” ungkapnya.

Kisah Abraham yang diajarkan di sekolah minggunya itu membuat Orisa belajar untuk menjadi pribadi yang lebih murah hati. Perlahan-lahan dia mencoba untuk melepaskan sifat pelit yang membentuk dirinya dengan menjadi pribadi yang mau berbagi.

“Sekarang, kalau diambil (barang saya), saya bilang begini. Kau harus minta izin dulu. Kalau biasa orang minta izin, kita berhak kasih,” jelasnya.

Pelajaran yang dipetik Orisa dari kisah Abraham membuatnya menjadi anak yang terus bertumbuh mengasihi Tuhan. Bukan saja mau berbagi barang, tapi dia juga tergerak untuk membagikan kebenaran firman Tuhan kepada orang lain.

“Biasa kita ke kota-kota untuk menginjili setiap minggu. Kami setiap sore pergi menginjili di rumah sakit. Dulu tuh takut, di suruh tunjuk baru ke sana juga masih malu-malu,” katanya.

 

Baca Juga: Dari Keluarga Broken Home, Chesya Ketemu Tuhan di Panti Asuhan

 

Tapi setelah mencoba, keberaniannya untuk membagikan kabar injil justru terus bertambah. “Sekarang (saya) berani menyampaikan kebenaran Allah kepada setiap orang.”

Berkat berbagai kisah Superbook yang ditonton di sekolah minggu, Orisa mengaku banyak mengalami perubahan karakter. Salah satunya dari sosok yang dulunya pelit menjadi pribadi yang mau berbagi. Hebatnya, dia juga dibentuk menjadi murid Kristus yang radikal dalam memberitakan injil kepada orang lain.

 

Apakah kamu adalah orangtua yang diberkati melalui kesaksian ini? Yuk #BeraniBergerak bersama kami untuk menjangkau lebih banyak generasi anak di Indonesia yang mengasihi Tuhan dan sesamanya dengan berdonasi melalui Jawaban dengan mendaftarkan diri sekarang di https://www.jawaban.com/donasi/.

Sumber : Superbook Indonesia | Jawaban.com

Ikuti Kami