Belajar 3 Kesalahan Digital Marketing Lewat Film Serial ‘Emily in Paris’. Jangan Ditiru!

Belajar 3 Kesalahan Digital Marketing Lewat Film Serial ‘Emily in Paris’. Jangan Ditiru!

Lori Official Writer
298

Peluncuran serial Netflix ‘Emily in Paris’ di bulan Oktober 2020 lalu berhasil menarik perhatian penonton. Tentu saja film ini menarik bagi kalangan anak muda karena menawarkan gaya hidup kosmopolitan yang sangat relevan dengan kehidupan saat ini.

Sebagai film yang menyuguhkan kehidupan anak di zaman media sosial, film ini mengajarkan banyak hal tentang dunia pemasaran digital atau digital marketing melalui media sosial.

Dari film ini, kita bisa memetik 3 kesalahan mendasar yang banyak dilakukan oleh pelaku digital di media sosial (khususnya Instagram), diantaranya:

1. Salah menyematkan tagar dalam postingan

Di awal film, kita bisa melihat bagaimana Emily, wanita muda yang berperan sebagai pemeran utama, hanya punya pengikut kurang dari 50 orang saja di akun Instagramnya. 

Fatalnya, film ini justru menunjukkan strategi digital marketing yang kurang tepat. Bisa dilihat dari bagaimana Emily tiba-tiba menjadi influencer dan diundang secara eksklusif hanya dengan mengunggah postingan kasual dengan menyematkan semua jenis tanda pagar (tagar) yang tidak relevan dengan postingan.

Algoritma Instagram memungkinkan pengguna menemukan semua jenis postingan hanya dengan tagar. Dan untuk mudah ditemukan, pelaku digital marketing harus memakai tagar yang seakurat mungkin dan terkait langsung dengan konten. Cara ini akan memudahkan pengguna membangun komunitas yang memiliki selera yang sama.

Sebaik apapun konten yang disuguhkan, seperti Emily yang tinggal di apartemen indah di ibu kota Paris dan mengenakan busana yang sangat trendy, tapi tanpa menyematkan tagar yang tepat postingan hanya akan kehilangan kekuatannya dalam menjangkau lebih banyak viewers.

2. Konten tidak menarik

Mari menjawab pertanyaan ini dengan jujur. Apakah menurut kamu postingan selfie dari orang yang tidak kamu kenal cukup menarik untukmu?

Jawabannya pasti tidak bukan? Pengguna media sosial tidak akan pernah tertarik dengan postingan orang yang tidak mereka kenal. Dan konten yang disuguhkan Emily dalam film ini sama sekali tidak menarik bagi orang lain.

Pelajaran yang bisa dipetik oleh pelaku digital marketing adalah pentingnya menganggap serius perencanaan konten. Seperti topik apa yang ingin kamu bicarakan? Apa hal menarik yang ingin kamu tularkan kepada publik? 

Hasilnya pasti akan sangat berbeda kalau foto yang di posting Emily membahas tentang restoran croissant yang terkenal di Paris atau tips berfoto selfie terbaik yang bisa dilakukan oleh pengguna media sosial.

Jadi, berperanlah sebagai sumber informasi atau pengetahuan kepada orang lain. 

Ingatlah bahwa Instagram bekerja sesuai dengan algoritmanya. Dengan konten yang menarik, deskripsi yang berisi informasi bermanfaat bagi orang lain, termasuk lokasi foto dan mengupload instar story adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menambah pengikut perlahan-lahan.

 

Baca Juga: 

Mau Jadi Content Creator yang Handal? Yuk Gali Skill Yang Satu Ini Dulu Dong

Pengen Jago Public Speaking Kayak Choky Sitohang? Belajar Dari Orangnya Langsung Yuk…

 

 

3. Tidak ada pemasaran yang terlalu instan

Film ini menunjukkan bagaimana Emily mengalami pertumbuhan pengikut Instagram yang sangat drastis dalam 6 bulan. Di bulan pertama dia hanya memiliki sekitar 48 pengikut tapi dalam 6 bulan dia sudah mencapai 10.000 pengikut.

Bagi pengguna biasa yang tidak memiliki pengaruh apa-apa, hal ini tentu saja mustahil. Kecuali bagi seorang artis yang sedang naik daun atau punya kehidupan yang luar biasa. Postingan terbaik sekalipun tidak akan memberikan pertumbuhan yang cukup drastis dalam waktu yang sangat singkat, kecuali menginvestasikan sebagian uang untuk mendapatkan pengikut.

Hanya dengan membagikan sebuah postingan, oleh seorang gadis muda biasa bernama Emily dan berhasil membuat ibu negara Perancis terpesona tentu saja sebuah pemasaran digital yang berlebihan.

Lalu pertanyaannya bagaimana proses menjalankan digital marketing yang tepat di media sosial?

Pertama, jangan hanya membagikan postingan di bagian feed saja. Tetapi manfaatkan semua fitur yang ada seperti IGTV dan Insta Story. Dengan cara ini kamu akan menghasilkan lebih banyak pengunjung yang bisa menyumbangkan pengikut yang lebih banyak.

Kedua, pastikan membangun komunikasi yang aktif dengan para pengikut. Kamu bisa melakukannya dengan membuat polling di insta story atau meminta pengikut untuk memberikan komentar di postinganmu.

Ketiga, jangan memposting konten secara berlebihan. Memposting konten lebih dari dua setiap hari bisa membuat pengikut bosan dan merasa terganggu. Jadi, periksalah statistik dan perhatikan waktu yang paling tepat untuk memposting konten.

Bekerja di bidang digital marketing bukanlah perkara mudah. Karena ada banyak faktor yang perlu diperhatikan untuk mencuri perhatian para pengguna lainnya. Karena itu, mari belajar untuk tidak melakukan tiga kesalahan di atas.

 


 

Kabar gembira buat kamu! Bulan ini tepatnya tanggal 7, 13 & 14 Oktober 2020, Superyouth menghadirkan acara Webinar 'Kembangkan Potensimu'. Bagi kamu anak-anak millenial yang ingin tahu lebih banyak tentang cara mengembangkan potensi di bidang musik, public speaking dan video production, kamu harus ikut acara ini. 

Mari #BeraniBergerak Kembangkan Potensimu. Dengan mendaftarkan diri sekarang di bit.ly/kembangkanpotensi. Atau hubungi di : wa.me/6281223838263.

Sumber : Entrepreneur.com

Ikuti Kami