Hillsong Luncurkan Cabang di Atlanta dengan Pemimpin Pendeta Afrika-Amerika Pertama

Hillsong Luncurkan Cabang di Atlanta dengan Pemimpin Pendeta Afrika-Amerika Pertama

Claudia Jessica Official Writer
271

Hillsong, salah satu gereja Kristen Evangelis terbesar di dunia yang didirikan di Australia pada tahun 1983 oleh Brian dan Bobbie Houston. Selain di Sydney, Hillsong telah melebarkan sayap pelayanannya di berbagai negara, adapun cabang internasionalnya berada di London, Kiev, Cape Town, Stockholm, Paris, Moskow, New York City, dan Los Angeles.

Kini Gereja Hillsong meluncurkan cabang baru di Atlanta, Georgia, yang akan dipimpin oleh pasangan suami-istri Sam dan Toni Collier, pendeta utama Afrika-Amerika pertama di gereja Hillsong.

“Kami ingin memulai gerakan yang tidak hanya mengubah Atlanta, tetapi juga mengubah dunia,” kata Sam Collier, penulis, penasihat keluarga MLK Jr., dan pendiri A Greater Story Ministries, kepada The Christian Post.

“Sama seperti yang Tuhan lakukan pada Martin Luther King Jr. di Atlanta hampir 60 tahun yang lalu, ada model yang dibangun yang berdampak pada seluruh dunia. Kami ingin menjadi model persatuan dan pemahaman dan membawa kebangunan rohani,” lanjutnya.

Collier mengatakan kepada The Christian Post mengenai misi Hillsong Atlanta yaitu untuk menjangkau dan memengaruhi dunia dengan membangun gereja besar yang berpusat pada Kristus, berdasarkan Alkitab, mengubah pola pikir dan memberdayakan orang untuk memimpin dan memberi pengaruh di setiap bidang kehidupan.

“Hillsong Atlanta adalah perkawinan dari banyak dunia yang berbeda, secara ras, bahkan politik, untuk mewakili kepenuhan Tuhan,” katanya. “Tempat apa yang lebih baik untuk membuka gereja dengan visi ini selain di tempat dimana kita dilahirkan, bukan?”

Sebelum menggembalakan Hillsong Atlanta, Collier, yang menulis buku 2020 A Greater Story , melayani di North Point Community Church yang berbasis di Atlanta, dipimpin oleh Andy Stanley. Tujuh tahun setelah melayani di North Point, Collier merasa Tuhan memanggilnya ke tahap selanjutnya dalam pelayanan.


Baca juga: Gereja Didiskriminasi, Pendeta Hillsong Ini Protes Pemerintah Australia


“Ketika saya membahas perintisan gereja dengan Andy, dia mengatakan kepada saya, “Sam, saya pikir kamu ingin membangun gereja yang berbeda, dan itu tidak masalah. Tuhan melakukan renacana-Nya di banyak lingkungan yang berbeda,”” kenang Collier.

“Dia memberkati kami dan membebaskan kami, serta menantang kami untuk masuk seminari. Setelah berdoa tentang apa yang harus kita lakukan selanjutnya, saat itulah saya menelepon seorang teman tentang Hillsong dan berkata, ‘Saya pikir ini mungkin rumah baru kita.’”

Sementara gereja lain memiliki kepemimpinan yang beragam, Colliers memiliki seorang putri muda, Dylan, adalah orang Afrika-Amerika pertama yang melayani sebagai pendeta utama.

“Ini luar biasa,” kata Collier, yang menambahkan bahwa di tengah kerusuhan rasial yang terjadi pada tahun 2020, Houston merasa sudah waktunya untuk “mematahkan tabiat (buruk tentang rasisme kulit hitam).”

“Yesus berbicara tentang kita pergi ke seluruh dunia dan menjangkau semua orang dari semua jenis latar belakang yang berbeda. Paulus berbicara tentang menjadi segalanya bagi semua orang. Jika kita hanya melihat orang kulit putih memberitakan Injil di tingkat tertinggi, kita akan mengira itu agama kulit putih. Tetapi jika kita dapat melihat semua orang memberitakan Injil, itu membantu kita memahami bahwa kita semua memiliki tempat dalam pemberitaan injil.”

Sumber : christianpost.com

Ikuti Kami