Gereja Didiskriminasi, Pendeta Hillsong Ini Protes Pemerintah Australia

Gereja Didiskriminasi, Pendeta Hillsong Ini Protes Pemerintah Australia

Lori Official Writer
398

Pendeta Megachurch Hillsong Brian Houston baru-baru ini angkat suara terkait tindakan dikriminasi kepada gereja di Australia. 

Dia menilai jika selama masa pandemi, pemerintah menerapkan aturan ketat kepada gereja. Sementara untuk acara lain yang melibatkan banyak orang malah dilonggarkan. Dia mengatakan bahwa pemerintah Australia dengan terang mengizinkan acara pernikahan yang melibatkan 300 orang. Peraturan ini jauh lebih longgar untuk acara olahraga, yang melibatkan hingga 4000 orang setiap hari. Sementara ibadah gereja tidak boleh dihadiri oleh lebih dari 100 orang.

Tindakan ini pun membuat Pendeta Houston berang dan melayangkan protes kepada pihak yang berwenang. Dia bahkan mengajak para pemimpin gereja untuk mengambil sikap terhadap aturan yang diskriminatif tersebut.

“Sudah waktunya para pemimpin gereja bersatu untuk mengambil sikap. Kita semua berkomitmen untuk menjaga keamanan banyak orang, tetapi tampaknya gereja bahkan tidak mendapat kelonggaran terkait pembatasan ini,” tulis Houston di Instagram-nya.

Dia juga mengicaukan protes tersebut di Twitter dan menyampaikan bahwa mengizinkan acara pernikahan sebagai tindakan diskriminasi.

“Gereja bisa dipercaya mematuhi aturan, seperti yang sudah kita lakukan dalam setiap langkah,” tulisnya.

Terkait postingan ini, Pendeta Houston pun akhirnya diundang berbicara di The Today Show. Di sana dia menyampaikan bahwa jumlah acara sekuler terus meningkat dan banyak orang yang menghadiri pertandingan sepak bola, berteria, saling berpelukan dan melakukan tos. Sementara di sisi lain, gereja masih diberlakukan aturan yang sangat ketat.

Menurutnya, umat Kristen juga membutuhkan pertemuan tatap muka di gereja. Karena ada banyak yang sudah merindukan momen untuk kembali ke gereja mengingat rentannya depresi yang dialami banyak orang selama tinggal di rumah.

“Isolasi sama sekali tidak membantu. Gereja bagian dari apa yang kita lakukan, adalah komunitas dan koneksi. Saya tahu banyak orang yang hanya merindukan suasana komunitas dan koneksi itu,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Putuskan Gereja Hillsong Jadi Denominasi Sendiri, Ini Penjelasan Pendeta Brian Houston!

 

Aturan Mulai Dilonggarkan

Menyusul proses Pendeta Houston, akhirnya pemerintah New South Wales (NSW) yang merupakan rumah bagi jemaat Hillsong di Sydney, Australia. 

Pemerintah setempat telah memperbaharui aturan dengan mengizinkan ibadah gereja dihadiri oleh 300 orang dan harus mengikuti protokol jarak sosial yang sudah ditentukan.

Sementara acara pernikahan di gereja hanya bisa dihadiri sebanyak 150 orang saja. Perubahan ini sendiri sudah mulai diterapkan sejak Jumat, 23 Oktober 2020.

Saat ini Australia menjadi salah satu negara yang masih berjuang menghadapi peningkatan pandemi. Di kota Melbourne sendiri pemerintah masih memberlakukan lockdown sehingga aktivitas gereja pun masih harus dilakukan secara online.

Sumber : Christiantoday.com

Ikuti Kami