Pria atau Wanita? Ini Loh yang Paling Gemar Baca Alkitab!

Pria atau Wanita? Ini Loh yang Paling Gemar Baca Alkitab!

Lori Official Writer
357

Sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan menemukan bahwa kaum wanita jauh lebih gemar membaca Alkitab dibandingkan dengan kaum pria. 

Survei yang dilakukan oleh Pew Research Center’s Religious Lanscape tersebut menemukan tentang presentase membaca Alkitab antara jemaat pria dan wanita Protestan Injili di Amerika. Hasilnya ditemukan bahwa sebanyak 66% wanita setidaknya membaca Alkitab sekali dalam seminggu dibandingkan dengan 58% kaum pria. Walaupun pria dan wanita akan dipaksa membaca Alkitab sepanjang ibadah Minggu atau saat mengikuti komsel, wanita tetap menduduki posisi yang lebih tinggi dibanding pria dalam hal intensitas membaca Alkitab. 

Berdasarkan hasil survei Baylor Religion tahun 2017, ditemukan bahwa sebanyak 36% wanita Kristen cenderung menghabiskan waktu mingguan atau harian mereka dengan membaca Alkitab dibandingkan dengan 29% pria Kristen.

 

Baca Juga: 11 Alasan Mengapa Kita Harus Membaca Alkitab

 

Apa yang membuat wanita lebih gemar membaca Alkitab dibanding pria?

Seorang profesor Seminari Teologi Dallas dan penulis studi Alkitab Sandra Glahn mengungkapkan bahwa fakta ini sebenarnya sudah lama diketahui, salah satu indikasinya bisa ditemukan dari kebiasaan wanita dan pria dalam membaca buku. Di mana secara umum, wanita dan perempuan muda cenderung membaca lebih banyak daripada pria dan pria muda. Uniknya, kebiasaan ini merata di setiap negara maju. 

Kebiasaan membaca pada wanita, kata Sandra, sudah muncul sejak masa remaja dimana mereka akan cenderung membaca dengan sangat teliti dan memiliki pemahaman membaca yang lebih baik daripada pria. 

Survei dilakukan oleh The Associated Press (AP) pada tahun 2007 silam juga menemukan bahwa wanita bisa membaca 9 buku dalam setahun. Kalah jauh dengan pria yang hanya smencapai lima buku saja. Dari segi kategori buku, jenis bacaan wanita jauh lebih variatif dibanding pria, kecuali sejarah dan biografi.

Perbedaan tingkat minat baca antara pria dan wanita ini kemungkinan besar muncul dari perbedaan kognitif dan psikologinya. Di satu sisi, wanita jauh lebih sensitif secara emosi dibandingkan dengan pria. Di sisi lain, wanita memang jauh lebih cepat menguasai kemampuan membaca dan menulis. Dua faktor inilah yang membuat wanita dinilai jauh lebih tertarik dengan dunia fiksi.

“Membaca membutuhkan kesabaran yang luar biasa, dan kemampuan untuk merasakan karakter. Itu adalah sesuatu yang lebih diminati wanita dan juga lebih baik daripada pria,” kata Louann Brizendine penulis buku The Female Brain.

Transformasi Dari Membaca Alkitab 

Faktor bawaan yang dimiliki kaum wanita ini tentunya sangat mempengaruhi minat mereka dalam membaca Alkitab. Apalagi Alkitab bukan mencakup berbagai bentuk bacaan, baik bahan pembelajaran sejarah, kisah hidup, motivasi dan renungan.

Saat wanita menghabiskan banyak waktu untuk membaca Alkitab, mereka mengaku mengalami transformasi hidup. Alkitab telah mengubah hidup mereka dan membawa mereka lebih intim dengan Tuhan.

“Aku berpikir kamu tidak akan bisa mengenal Tuhan jika Dia terpisah dari firman. Kamu bisa melihatnya sekilas. Kamu bisa tahu tentang Dia, melihat refleksi-nya, tetapi Dia sendiri mengungkapkan diri-Nya secara akurat lewat firman yang tertulis, firman yang hidup. Aku tidak mengenal Tuhan seperti yang dikatakan beberapa orang atau beberapa orang berpikir Dia itu seperti ini atau itu. Aku ingin mengenal Dia apa adanya. Dan jika Tuhan itu ada, aku ingin tahu nama-nama panggilan-Nya. Aku ingin tahu bagaimana Dia mengungkapkan diri-Nya. Aku tidak ingin mengenal-Nya melalui desas-desus,” ungkap Anne Graham Lotz, putri dari Billy Graham.

Wanita yang rajin membaca Alkitab secara umum mengaku jika membaca firman Tuhan secara intens telah mengubah hidup dan cara berpikir mereka. Karena itulah gerakan membaca dan mempelajari Alkitab setiap hari terus digalakkan. 

 

Baca Juga: Wow! Wanita 99 Tahun Ini Selesai Baca Alkitab Sebanyak 60 Kali Loh

 

Lalu bagaimana mendorong pria untuk gemar membaca?

Kendala seorang pria dalam membaca bisa muncul dari ketidakmampuan mereka untuk memotivasi diri sendiri untuk membaca. Karena itulah dibutuhkan komunitas pria yang sama-sama bisa saling mendukung untuk lebih banyak menggali informasi dari membaca. 

Di lingkungan gereja sendiri, kaum pria bisa membangun kegemaran membaca Alkitab di dalam komunitas atau komsel. Setiap pria yang tergabung perlu didorong untuk membaca firman Tuhan secara teratur. Karena dengan hal inilah para pria bisa membangun interaksi yang lebih mendalam satu sama lain, lebih terbuka dengan rekan komsel serta secara penuh mendapatkan dukungan dari seluruh anggota.

Kapanpun waktunya, dimanapun dan sesibuk apapun itu, mari meluangkan waktu untuk membaca Alkitab setiap hari.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami