Pecahkan Rekor, Terjemahan Alkitab Sudah mencapai 700 Bahasa Lengkap Loh!

Pecahkan Rekor, Terjemahan Alkitab Sudah mencapai 700 Bahasa Lengkap Loh!

Lori Official Writer
379

Meskipun pelayanan pengabaran injil secara tatap muka terhalang oleh pandemi global yang terjadi sejak awal tahun 2020 ini. Tapi umat Kristiani di seluruh dunia patut merayakan dan bersyukur atas pencapaian terjemahan lengkap yang pecahkan rekor mencapai 700 bahasa.

Seperti disampaikan lembaga penerjemahan Alkitab Wycliffe Bible Translators, lebih dari 704 bahasa yang sudah tersedia secara lengkap. Sementara untuk terjemahan Perjanjian Baru saja sudah mencapai 1551 bahasa.

“Ini adalah angka yang menggembirakan dan menunjukkan bagaimana tugas menerjemahan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa dunia membuat kemajuan yang signifikan, bahkan di tengah pandemic global,” kata James Poole, Pemimpin Eksekutif Wycliffe Bible Translators.

Dia mengaku bersyukur kepada Tuhan atas proses pengerjaan penerjemahan Alkitab yang berkelanjutan ini bahkan di masa-masa sulit saat ini. Di tengah pandemi ini pun, sebagian penerjemah memilih tetap bekerja secara tatap muka. Sementara yang lainnya memilih bekerja secara online dengan bantuan teknologi penerjemah.

“Melihat bagaimana tim penerjemah beradaptasi dengan keadaan baru mereka untuk menjaga agara pekerjaan tetap berjalan benar-benar menginspirasi. Yang terpenting, kami masih memberikan kemajuan yang berarti dalam menyampaikan isi Alkitab kepada orang-orang dalam bahasa mereka,” kata Poole.

Sebanyak 704 bahasa Alkitab yang sudah ada dipastikan sudah menjangkau sekitar enam miliar orang di seluruh dunia. Sementara sekitar 1.5 miliar orang masih perlu dijangkau dengan bahasa mereka sendiri.

“Setiap terjemahan Alkitab yang baru adalah sesuatu yang menarik. Karena itu berarti akan ada lebih banyak orang yang bisa mengakses Alkitab dalam bahasa mereka mengerti. Akses itu adalah kunci untuk membantu orang-orang memahami pesan injil dan untuk menyaksikan kehidupan yang diubahkan Yesus, itu adalah pekerjaan Wycliffe,” ungkapnya.

Dia berharap pencapaian ini bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi semua pekerja penerjemahan Alkitab.

“Sebagai sebuah organisasi, Wycliffe tetap berkomitmen pada pekerjaan mendesak dan bersifat jangka panjang untuk mencapai tujuan ini, dan terus bekerja supaya Alkitab bisa diakses oleh semua orang dalam bahasa mereka sendiri,” ungkapnya.

Sementara pemimpin United Bible Societies (UBS), Michael Perreau menyampaikan kekagumannya terkait pencapaian penerjemahan Alkitab. Karena hal itu berarti bahwa sebanyak 5.7 miliar orang (sekitar 80% dari populasi dunia) saat ini sudah memiliki Alkitab dengan versi terjemahan bahasa mereka.

“Itu adalah angka yang besar. Tapi yang benar-benar menginspirasi dan memotivasi kami adalah bagaimana Tuhan akan menggunakan firman-Nya untuk mengubah kehidupan individu, gereja dan komunitas,” kata Perreau.

 

Baca Juga: Menag Minta Terjemahan Alkitab Sesuai Konteks Indonesia, Ketua LAI Sampaikan Jawaban Ini…

 

Senada dengan ucapan Poole, dia menilai jika tugas penerjemahan ini masih belum selesai. Karena penerjemahan ini masih belum mencapai setengah dari 7000 bahasa yang ada di dunia. Sehingga masih ada sebanyak 1.5 miliar orang yang masih menunggu untuk memiliki Alkitab terjemahan dalam bahasa mereka sendiri.

“Doa saya adalah, di tengah banyak tantangan yang dihadapi dunia, ini akan menjadi tahun di mana jutaan orang akan menemukan betapa kayanya Alkitab bagi hidup mereka,” kata Perreau.

Tahun 2020 memang tampak sangat tidak pasti. Tapi setiap orang bisa mengakses isi Alkitab dan menemukan hal terbaik yang menyentuh hati mereka.

 

Kesaksian Orang-orang di Berbagai Belahan Negara

Terlepas dari kesulitan akibat pandemi, tahun ini Ukraina justru menerima terjemahan Alkitab untuk pertama kali yang dilakukan di negara tersebut oleh orang Ukraina sendiri. Butuh waktu 27 tahun untuk memproduksi Alkitab ini. Dan setelah proses peluncurannya, Lembaga Alkitab Ukraina dibanjiri pesanan dan telepon dari banyak orang yang ingin membeli Alkitab terjemahan baru ini.

Seorang wanita muda asal Ukraina Barat, Lyuba menyampaikan kesaksiannya setelah mendapatkan Alkitab terjemahan baru ini.

“Hari saya benar-benar berbeda sekarang karena saya memulainya dengan firman Tuhan. Alkitab ini ibarat seteguk air tawar bagi saya,” ungkapnya.

Di Bangladesh, yang dikenal sebagai negara mayoritas Budha dan Hindu yang terdiri dari 45 suku etnis yang berbeda, kelompok minoritas Kristen menerima terjemahan Perjanjian Baru dalam bahasa asli mereka tahun ini yaitu Chakma dan Marma. Gereja-gereja pun telah menerima sebanyak 1000 salinan Perjanjian Baru berbahasa Chakma.

“Sebelumnya, saya sudah membaca Alkitab dalam bahasa Bengali. Tapi membaca Alkitab dalam bahasa saya sendiri sangat menyentuh hati saya dan menyemangati orang lain. Banyak dari kami sudah lama berdoa untuk ini (terjemahan Perjanjian Baru) dan Tuhan menjawabnya!Alkitab ini akan jadi cara untuk menyebarkan injil di antara orang-orang Chakma. Saya benar-benar percaya bahwa bisa membaca Alkitab dalam bahasa Chakma berarti bahasa saya akan lestari, kepadasetiap generasi. Bahasa ibu kita tidak punah,” ungkap Sunil Baron Chakma, seorang anggota gereja Bapis dari Khagra Distrik Chori di Bangladesh tenggara.

 

Baca Juga: Alkitab Langka Terjemahan Inggris Usia 400 Tahun Ditemukan

 

Sementara bagi seorang janda berusia 71 tahun dan ibu dari lima anak, Maria Augusto Afonso asal Angola di barat daya Afrika, Alkitab tetap akan menjadi sumber penghiburan dan kekuatan sejak suaminya meninggal dua tahun yang lalu.

Tahun ini, Afonso untuk pertama kalinya membaca Alkitab dalam bahasa asli Umbundu. “Hari ini saya sangat senang karena saya tidak pernah memiliki literature apapun di Umbundu…Perjanjian Baru akan banyak membantu saya dalam membagikan firman Tuhan karena saya mengerti dan berbicara dalam bahasa Umbundu dengan lancar dan bahasanya mudah dimengerti,” ungkap Afonso.

Tentunya ada lebih banyak kesaksian yang menginspirasi tentang bagaimana Tuhan bekerja melalui salinan Alkitab terjemahan dalam berbagai bahasa. Semoga ada lebih banyak orang yang dijangkau, bahkan dalam waktu 20 tahun ke depan setiap suku, kaum dan bahasa bisa mengakses Alkitab.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami