Arkeolog Israel Temukan Bobot Alkitab Kuno dari Periode Bait Allah Pertama di Yerusalem

Arkeolog Israel Temukan Bobot Alkitab Kuno dari Periode Bait Allah Pertama di Yerusalem

Claudia Jessica Official Writer
12565

Arkeolog Israel menemukan bobot sebuah batu kapur kuno yang berasal dari masa Bait Allah pertama yang dibangun oleh Salomo yang berdiri di Yerusalem.

Bobotnya sesuai dengan pengukuran dua syikal ditemukan dekat Tembok Barat di bawah Lengkungan Wilson di Yerusalem.

"Bobotnya berbentuk kubah dengan alas datar. Di atas bobot itu terdapat lambang Mesir yang ditorehkan menyerupai gamma Yunani (γ), yang mewakili singkatan 'syikal.' Dua garis yang saling mengiris menunjukkan massa ganda: dua syikal," kata Dr. Barak Monnickendam-Givon dan Tehillah Lieberman, direktur penggalian atas nama Otoritas Purbakala Israel.

Sistem berat syikal digunakan selama periode Bait Allah Pertama untuk mengumpulkan pajak tahunan yang didedikasikan untuk pemeliharaan Bait Allah dan pengorbanan yang terjadi di sana.

"Berdasarkan penemuan sebelumnya, berat satu syikal yang diketahui adalah 11,5 gram, sehingga satu syikal ganda harus memiliki berat 23 gram. Persis seperti berat ini. Akurasi dari pemberat membuktikan keahlian teknologi canggih serta berat yang diberikan kepada perdagangan yang tepat dan perniagaan yang tepat di Yerusalem kuno. Koin belum digunakan selama periode ini, oleh karena itu keakuratan bobot memainkan peran penting dalam bisnis," jelas Dr. Monnickendam-Givon dan Tehillah Lieberman.

Bobot dua syikal kuno di samping koin dua syikal modern. Fotografer: Shai Halevi, Otoritas Barang Antik Israel.

Penduduk kota akan menggunakan BOBOT yang ditemukan untuk menukarkannya dengan korban, persembahan, makanan, dan komoditas lainnya. Seperti saat ini, peziarah di zaman dahulu akan menggunakan mata uang tersebut untuk membeli oleh-oleh dari perjalanan mereka ke bait Allah di Yerusalem.


Baca juga: Hasil Riset Barna Ungkap Dampak Buruk Pandemi Bagi Generasi Muda Gereja


"Betapa menyenangkannya, di bulan Tishrei yang memiliki simbol timbangan keadilan, menemukan oleh-oleh dari masa Bait Allah Pertama," kata. Mordechai (Suli) Eliav, direktur Western Wall Heritage Foundation.

“Sebenarnya sekarang, ketika datang ke Tembok Barat dibatasi akibat pandemi virus corona. Temuan ini memperkuat hubungan abadi antara bangsa Yahudi, Yerusalem, dan Tembok Barat sembari menawarkan semangat kepada kita semua,” tambahnya.

Sumber : CBN

Ikuti Kami