Dianggap Solusi Bangkitkan Kembali Dunia Pariwisata, Apa Itu Travel Bubble?

Dianggap Solusi Bangkitkan Kembali Dunia Pariwisata, Apa Itu Travel Bubble?

Lori Official Writer
590

Akibat pandemi global Covid-19 semua bisnis pariwisata di seluruh dunia seakan mati suri. Pariwisata Indonesia sendiri mengalami imbas yang cukup mengkuatirkan. 

Imbas pandemi inipun memaksa beberapa negara, yang secara ekonomi bergantung pada pariwisatanya, mencari alternatif supaya dunia pariwisata kembali bangkit. 

Beberapa Negara Terapkan Travel Bubble

Kabarnya baru-baru ini, Selandia Baru dan Australia berencana akan menerapkan travel bubble antar kedua negara. Begitu juga dengan China dengan Taiwan dan Korea Selatan, Israel dengan Yunani dan Siprus serta Singapura dengan China dan Vietnam. 

Seperti apa sih travel bubble ini? Bagaimana manfaatnya terhadap pergerakan dunia pariwisata di tengah masa pandemi?

Istilah travel bubble diartikan sebagai bentuk kerjasama antar dua negara atau lebih untuk saling mendatangkan wisatawan dari masing-masing negara. Dalam hal ini, masing-masing negara akan memberikan keringanan protokol kepada para wisatawan yang akan berlibur di negara tujuan dengan melakukan perjalanan dengan bebas dan menghindari persyaratan wajib karantina mandiri selama 14 hari.

Meski begitu, masing-masing negara harus memastikan kasus penyebaran virus Covid-19 tidak meningkat.

Bagaimana caranya?

Jadi, masing-masing negara memastikan wisatawan dalam keadaan sehat, dibuktikan dengan tes medis. Kemudian negara tujuan akan menentukan rute wisata yang aman dan steril dari wabah virus, termasuk penginapan dan juga akomodasinya. Selandia Baru dan Australia, contohnya akan membangun sistem pelacakan dan penelusuran lokasi liburan yang aman bagi wisatawannya. 

Travel bubble juga memungkinkan negara yang menjalin kerja sama untuk saling membuka akses keluar masuk bagi wisatawan dari masing-masing negara. Sehingga memudahkan negara dalam proses pelacakan. 

 

Baca Juga: Gak Bisa Liburan, Ya Staycation Aja! Ini 5 Cara Tetap Aman Meski Pandemi

 

Kapan travel bubble akan dimulai?

Selandia Baru dan Australia 

Dua negara ini akan mulai menerapkan travel bubble pada 16 Oktober 2020 mendatang. Rencananya perjalanan ini akan dilakukan satu arah bebas karantina saja. Dimana orang Selandia Baru diizinkan mengunjungi New South Wales atau Wilayah Utara Australia dan sepulangnya dari sana, mereka harus melakukan karantina di negara asal. Namun di sisi lain, orang Australia sendiri belum diizinkan untuk bepergian ke Selandia Baru. 

China, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong dan Makau

China dan Korea Selatan sebenarnya sudah menerapkan strategi travel bubble ini sejak Mei 2020 lalu. Dimana masing-masing negara mengontrol ketat perjalanan wisatawan dan hanya membuka akses ke kota-kota tertentu yang aman saja. 

Bentuk kerja sama pariwisata ini sendiri rencananya akan melibatkan Taiwan, Hong Kong dan Makau.

Jepang Dengan 12 Negara Asia

Dalam laman resmi Kementerian Luar Negeri Jepang dituliskan bahwa negara ini akan meringankan pembatasan perjalanan bagi wisatawan kelas bisnis dari 12 negara Asia diantaranya Singapura, Kamboja, Korea Selatan, China, Hong Kong, Makau, Brunei, Malaysia, Myanmarm Mongolia, Laos dan Taiwan.

Namun untuk masuk dan keluar negara ini, pemerintah sudah menetapkan aturan khusus seperti:

Syarat keluar Jepang 

- Pemerintah memastikan kesehatan warga negaranya dalam keadaan baik 14 hari sebelum berangkat ke negara tujuan

- Harus memiliki hasil tes Covid-19 sebagai persyaratan memasuki bandara

- Warga negara mengikuti aturan yang ditetapkan negara tujuan terkait pencegahan wabah Covid-19

- Berkoordinasi dengan kedutaan di negara untuk urusan dokumen

Syarat masuk Jepang

- Konfirmasi masuk kembali di kedutaan Jepang setempat

- Mengirim perjanjian tertulis soal prosedur karantina mandiri sekembali ke Jepang

- Mengirim hasim tes Covid-19 setiba di bandara

- Mengunduh aplikasi pelacakan Covid-19

Indonesia dan UEA

Indonesia telah menjalin kesepakatan kerja sama dalam bidang perjalanan bisnis dengan Uni Emirat Arab (UEA) baru-baru ini. Melalui kesepakatan ini, masing-masing negara akan memfasilitasi perjalanan bisnis yang penting serta kunjungan dinas dan diplomatik ke masing-masing negara selama masa pandemi.

Melalui sistem ini, Indonesia dan UEA diharapkan bisa saling menguntungkan secara ekonomi.

Hal serupa juga sedang dibicarakan dengan Australia untuk membangun kembali pariwisata Bali. Begitu juga dengan Singapura dan negara ASEAN lainnya.

Pemulihan ekonomi pasca pandemi adalah tantangan baru bagi semua negara. Dengan travel bubble ini, setiap negara diharapkan bisa menyelamatkan perekonomian melalui kegiatan pariwisata.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami