Seberapapun Kamu Ingin Dekat Dengan Tuhan, Kamu Bisa Lakukan!

Seberapapun Kamu Ingin Dekat Dengan Tuhan, Kamu Bisa Lakukan!

Claudia Jessica Official Writer
      752

Yohanes 3: 16

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 98; 2 Tawarikh 36:9-10; Yehezkiel 1

“Aku percaya, tapi aku merasa tidak dekat dengan Tuhan seperti yang kalian rasakan. Aku tidak tahu kenapa, tetapi aku ingin merasakannya juga.” Demikian kata temanku yang membuatku mengingat kembali perjalanan imanku sendiri.

Di Sekolah Minggu, hatiku menghangat ketika aku mendengar kisah tentang Daud dan Goliat, dan Zakheus, pria kecil yang kurus. Nenekku memastikan bahwa aku menghormati Tuhan.

Tapi, aku tidak mengerti dengan bagian yang mengatakan tentang orang-orang berdosa perlu diselamatkan. Aku tidak yakin, orang-orang harus diselamatkan dari apa?

Itu berubah ketika seorang pemimpin pemuda menjelaskan Yohanes 3:16 di sebuah perkemahan remaja akhir pekan dan Roh Kudus memotong lapisan tak bercelaku. Aku telah memperlakukan Tuhan dengan salah. Yesus telah pergi ke salib untuk dosaku.

Kesadaran itu telah menghacurkan pandangan yang salah, dan menyembuhkan hatiku. Yesus tidak hanya mencintai dunia. Dia mencintaiku!

Aku kembali dari pekemahan, seorang penghuni surga, seorang anak Tuhan. Apalagi yang lebih baik dari ini?

Tapi terang itu memudar. Bukannya menumbuhkan sayap, aku malah bergidik ketika mama berkata, “Bersihkan kamarmu.” Aku rewel ketika adik perempuanku memakai barang-barangku.

Mengenal Yesus meyakinkanku tentang surga ketika aku mati, tapi tidak membuat banyak perbedaan sekarang. Bahkan, membaca Alkitab menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada menjawabnya.

Perjalanan saya

Di perguruan tinggi, aku menghabiskan akhir pekan dengan beberapa orang Kristen yang giat. Kehidupan mereka membuatku kehausan akan mengenal Tuhan lebih dalam. Dalam pembelajaran Alkitab seorang teman, kami mendengarkan audio pengajaran Alkitab bersama-sama. Kelompok ini memperlakukan Alkitab sebagaimana seharusnya seperti apa yang dikatakan di dalamnya.

Aku telah menyaring Alkitab sebagaimana dengan pemahamanku sendiri. Apa yang sesuai degan pandanganku, akan kusimpan dan aku akan menghilangkan apa yang tidak sesuai. Jelas saja itu tidak masuk akal.

Titik balik

Aku ingin kedamaian yang dibagikan teman-temanku dengan mempercayai Firman Tuhan. Tapi bisakah aku tidak lagi mengandalkan pemahamanku sendiri dan sepenuhnya mempercayai Firman Tuhan?

Dengan lembut Tuhan membujukku untuk mempercayai-Nya. Aku mengubah pendekatanku yang sok tahu dengan keyakinan seperti anak kecil. Firman Tuhan menjadi hidup. Pertanyaan yang awalnya tidak akan pernah terjawab, kini menjadi jelas. Balok telah jatuh dari mataku.

“Aku merasa telah hidup dengan mata tertutup sepankang hidupku dan sekarang aku telah mengerti,” aku memberi tahu temanku. “Aku bahkan melihat berita semalam dengan cara yang berbeda.” Hidup penuh dengan kehadiran Tuhan.

Mungkin seperti aku dan temanku, kamu merasa ingin lebih dekat Tuhan. Kamu bisa! Berikut ini beberapa tips untuk membantumu memulai lebih dekat dengan Tuhan.

3 Tips untuk tumbug lebih dekat dengan Tuhan:

1. Mintalah hubungan yang lebih dekat kepada Bapa surgawi

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan" (Matius 7: 7-8).

2. Baca Alkitab dengan kepercayaan seperti anak kecil

"Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: 'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu'" (Lukas 10:21).

3. Undanglah Yesus untuk menjadi hidupmu, bukan sekedar bagian dari hidup

"Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Galatia 2:20).

Hak Cipta © 4/2019 Debbie W. Wilson, digunakan dengan izin

Ikuti Kami